
"Jian Lee ada apa dengan mu? "
" Aku, aku"
"Ah, aku mengerti nampaknya kalian ingin berbicara antara laki - laki saja, baiklah aku akan pergi dari sini"
"Nona Kim, maafkan aku "
" Tidak masalah tuan Jian Lee, aku sangat mengerti kondisi mu, sayang jika sudah selesai aku menunggu mu di kamar"
"I Love You"
Edward mencium mesra kening istrinya ketika Kimmy hendak keluar dari dalam ruangan rapat tersebut.
"Sekarang istri ku sudah pergi, katakan ada apa dengan mu"
Jian Lee menggaruk - garukan kepalanya yang tidak gatal dan semakin membuat Richard dan Edward menjadi heran.
"Edward, Richard kalian harus menolong ku"
"Hei, Jian Lee tumben sekali kau yang meminta tolong kepada kami, biasa juga kami yang selalu meminta tolong kepada mu"
"Tapi masalah kali ini berbeda "
" Memang nya ada apa dengan mu Jian Lee "
" Dengar Edward, tuan Adrian meminta aku membujuk seorang gadis, kau tau aku lebih baik pergi berperang ke medan yang paling sulit daripada membujuk seorang gadis "
Edward dan Richard kini paham apa yang saat ini sedang dirasakan oleh Jian Lee dan tanpa sadar pada akhirnya mereka berdua sama - sama tertawa melihat sikap aneh Jian Lee.
" Hei Richard kau berkata begitu karena kau sudah menang kan mendapatkan hati Clarissa, dan kau Edward kau memiliki istri yang begitu baik dan begitu bijaksana, lalu aku selama ini aku terlalu dingin terhadap semua wanita, dan aku sama sekali tidak pernah berurusan dengan wanita, ini tuan Adrian meminta ku untuk membujuk satu wanita hemmmm"
"Hahahaha sungguh aku kira masalah mu itu berat Jian Lee, memang hati seseorang wanita itu sulit untuk di pahami, namun kau hanya perlu masuk ke dalam hatinya dengan lembut"
Richard mengatakan hal itu sambil terus tertawa sejenak dia lupa akan pikiran nya tentang Clarissa.
"Bagaimana aku bisa masuk ke dalam hati dengan kelembutan jika aku belum pernah berperkara dengan seorang wanita Richard "
Jian Lee mulai kesal melihat tingkah laku dari para sahabatnya ini.
" Apa yang dikatakan oleh Richard itu benar, mungkin dia lebih berpengalaman di bandingkan dengan ku, jika dulu istri ku yang lebih banyak berkorban hingga pada akhirnya aku bisa betul - betul jatuh cinta padanya, namun jika Richard dia yang lebih banyak berkorban untuk cinta nya, jadi soal bagaimana mengerti perasaan wanita kau harus bertanya secara lengkap sebelum esok hari kau berhadapan dengan nya "
Edward menepuk-nepuk pundak Jian Lee memberikan kekuatan kepada nya,sedangkan Richard masih tersenyum mengingat pertemuan nya dengan Clarissa.
"Jian Lee, aku tidak tau Bagaimana karakter dari nona Fanny, namun dari informasi yang aku terima dari rekan - rekan sejawatnya di Rumah Sakit saat nona Fanny masih berada di Negara W, karakter nona Fanny hampir sama dengan karakter nona Kim "
" Tepat, wanita lemah lembut dan wanita perasa"
Edward mengatakan hal itu sambil tersenyum.
"Jadi bagaimana cara aku membujuk nya? "
" Sentuh hatinya, maka dia akan ikut kemanapun kau pergi, yakinkan dia bahwa saat ini ada seseorang yang sedang betul - betul membutuhkan bantuan nya, keselamatan seseorang tergantung pada keputusan nya nanti, wanita seperti ini hatinya sangat lembut jadi kau hanya perlu menyakinkan dirinya bahwa dia sedang di butuhkan "
" Kau pasti bisa Jian "