I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
FIRASAT



Malam itu terjadi tragedi berdarah di dalam kamar hotel yang biasa digunakan oleh Edward bersama dengan Para nona malam, Liyana yang sudah pingsan diangkat oleh para pengawal yang sedang menemani Edward disana.


Edward adalah seorang tuan muda yang memiliki kekuatan dan kekuasan, maka dengan mudah dia membungkam semua pegawai hotel yang melihat kejadian saat Liyana yang pingsan dan di bawa ke dalam mobil


Tidak satu pun pegawai hotel tersebut berani bersuara, sekali mereka berani bersuara maka nyawa adalah taruhan nya.


Ini bukan kejadian yang pertama kali ketika para pegawai di hotel melihat keluarnya beberapa orang wanita dari dalam kamar Presdir dengan keadaan terluka, namun baru kali ini para pegawai hotel melihat ada satu wanita yang diangkat para pengawal dengan keadaan masih telanjang dan penuh dengan darah.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut hanya bisa terdiam mereka tidak memiliki kekuasaan apapun untuk dapat berbicara.


Sementara Edward di dalam kamar yang sudah berhasil menemukan obat untuk menghentikan perdarahan mulai mencoba untuk duduk dengan tenang dan mulai berpikir


"Don tinggalkan aku sendiri, kau urusan gadis tersebut jangan kau taruh dia di Rumah Sakit yang berada di sini, karena istriku adalah salah satu dokter di Rumah Sakit tersebut, pindahkan dia diluar kota atau taruh dia di Rumah Sakit pinggiran saja"


"Baiklah tuan Edward saya izin untuk permisi dulu"


Doni segera berlalu dari hadapan Edward, dalam perjalanan dia menghubungi Maya istrinya dan menceritakan segala kejadian berdarah yang telah terjadi di dalam kamar hotel tersebut.


Maya yang mendengarkan cerita Doni hanya bisa menghela nafas panjang, karena sesaat sebelum Edward pergi dari rumah putih terdengar teriakan nona muda nya dari dalam kamar, Maya tidak berani masuk ke dalam kamar karena Kimmy tidak memanggilnya.


Sementara di dalam hotel Edward yang sudah mulai tenang kembali memukul mukul tangan nya dia atas meja.


"Sial kenapa ini bisa terjadi!! aku sudah berjanji tidak akan menyakiti seseorang wanita dengan senjata apapun dan malam ini aku melukai gadis tersebut istri ku maafkan aku, maafkan aku arrrhh"Brak, brak, brak


Edward terus memukul tangan nya ke atas meja, malam ini dia memilih untuk menghabiskan malam nya dengan meneguk banyak minuman keras dan berusaha melupakan setiap kejadian yang baru di alami nya tersebut.


Sementara di rumah putih Maya yang telah mendengar kan semua cerita dari Doni memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar Kimmy.


Ketika Maya masuk ke dalam kamar tersebut maya melihat kondisi kamar yang begitu berantakan, semua barang berserakan dimana-mana


Dan Maya melihat nona muda nya tertidur dengan keadaan yang membuatnya sangat sedih.


Maya melihat tubuh nona muda penuh dengan luka, dan Maya melihat tubuh nona muda yang setengah telanjang tersebut tergeletak di lantai tanpa alas apapun


Cepat - cepat Maya memberikan Kimmy selimut dan mencoba untuk membangun kan dirinya.


"Nona Kimmy, nona Kimmy bangunlah, bangunlah, nona"


Maya menguncang tubuh Kimmy dan berusaha untuk mulai membangun kan Kimmy.


Kimmy mulai membuka mata dan dia sadar jika dia masih tergeletak di lantai kamar, sekujur tubuhnya sangat sakit dan karena rasa sakit tersebut membuat dia hampir tidak bisa bergerak.


"May ini sudah jam berapa May?


"Nona ini sudah tengah malam, ayo nona pindah lah ke tempat tidur, nona bisa sakit jika nona terus tidur disini"


"Baiklah May, auuuhhh sakit May"


"Nona mari saya bantu untuk berdiri"


Maya tersayat-sayat hati nya karena melihat keadaan Kimmy yang seperti itu, sebagai sesama wanita dan dia juga sudah menikah Maya betul - betul ingin menangis.


Maya membantu Kimmy berdiri dan memindahkan Kimmy ke tempat tidur nya.


"Hiks, hiks, hiks, hiks nona maafkan Maya, Maya tidak bisa membantu nona Kimmy hiks, hiks maafkan Maya"


Maya betul-betul menangis melihat keadaan Kimmy yang seperti itu, buat Maya Kimmy adalah wanita sangat kuat.


"May hapuslah air mata mu, aku tidak mau kau ikut menangis"


"Tapi nona, hiks, hiks hiks, "


"Sudahlah kau tidak perlu seperti itu, percaya pada ku bahwa semua masalah yang aku alami saat ini akan selesai, kau doakan aku yah sekarang aku mau istirahat jadi tolong tinggalkan aku, kau istirahat lah May"


Sebenarnya Maya masih ingin menemani nona muda nya di dalam kamar namun Kimmy meminta Maya keluar karena nampaknya Kimmy ingin sendiri.


"Baiklah nona Maya akan keluar dari ruangan ini, nona Kimmy beristirahat lah, nona besok akankah tetap ke Rumah Sakit dengan keadaan nona yang seperti ini? "


Kimmy tersenyum kepada Maya seakan mengerti apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Maya.


" May, aku adalah seorang dokter sudah tugas ku untuk tetap berada di sisi pasien saat mereka membutuhkan aku, kau tidak perlu khawatir kan keadaan ku, aku bisa mengobati nya kau lupa aku seorang dokter"


Kimmy mencoba untuk tersenyum menenangkan hati Maya yang sedari tadi enggan untuk meninggalkan dirinya seorang diri di dalam kamar.


"Istirahat lah May"


"Baiklah nona Maya permisi"


Pada akhirnya Kimmy betul - betul seorang diri di dalam kamarnya, Kimmy mencoba untuk mengambil beberapa obat lalu meminum obat tersebut untuk meredakan rasa sakit di tubuhnya, Kimmy mencari baju tidur di dalam lemari dan mengenakan nya baju tersebut.


Sejenak Kimmy duduk di atas tempat tidurnya dan dia melihat semua barang yang berada di dalam kamarnya sudah berserakan, segala sesuatu yang sudah di persiapkan dengan sempurna hilang tak berbekas


Saat itu Kimmy sudah tidak bisa untuk menangis lagi, air mata yang di tumpahkan cukup banyak, Kimmy hanya termenung


"Tuhan ada apa dengan perasaanku? kenapa rasa nya tidak karuan seperti ini? apakah ada hubungan nya dengan Edward? apa yang di lakukan dirinya saat ini? dan dia berada dimana Tuhan?"


Malam itu setelah Kimmy bangun dari tidur nya yang penuh dengan air mata, dia merasakan satu perasaan yang aneh di dalam dirinya perasaan yang cukup sulit untuk dituliskan dengan kata-kata namun perasaan tersebut mengarah kepada suami yang di cintai nya.


Kimmy merasakan perasan yang begitu khawatir terhadap suaminya tersebut, Kimmy merasakan telah terjadi hal terhadap suami nya, ada satu peristiwa yang terjadi malam hari ini


Dada nya begitu sesak, rasa yang sangat sulit untuk dirasakan.


"Edward sebenarnya di mana dirimu saat ini? Tuhan lindungi Edward, jangan sampai dia melakukan sesuatu hal yang tidak berkenan di hadapan Mu"


Kimmy mengucapkan hal tersebut sambil menutup mata nya dan mulai tertidur.