I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BONCHAPTER 7



"Baiklah Richard,akan aku sampaikan berita ini kepada istriku"


Dan setelah Edward dan Richard menyelesaikan pembicaraan mereka, Edward segera memberitahukan kepada Kimmy bahwa Richard menyetujui semua rencananya.


"Edward terima kasih,aku akan ke kamar Natan untuk berbicara padanya"


"Lakukanlah sayang,aku akan melakukan hal apapun demi membuatmu bahagia"


Kimmy mencium mesra kening suaminya dan segera beranjak dari kamar mereka menuju ke kamar Natan.


Saat Kimmy masuk Kimmy melihat adik kesayangannya itu sedang melukis sebuah lukisan abstrak di dalam kamarnya.


"Natan sayang,boleh kakak masuk?"


Natan yang mendengar suara sang kakak segera mencari sumber suara tersebut dan pandangan nya kini tertuju pada Kimmy yang masih berada di depan pintu.


"Kak Kim masuk saja"


"Sayang bagaimana keadaan mu hari ini?"


Kini Kimmy duduk di samping Natan yang masih berkutat dengan lukisan nya.


"Kak,aku masih merindukan Ibu"


Suara Natan pada akhirnya terdengar dan apa yang Natan rasakan saat ini memang tidak akan bisa dihapuskan oleh siapapun.


"Sayang,bukan hanya kau saja yang saat ini merasakan hal tersebut,namun Kakak juga merasakan apa yang kau rasakan"


"Kak kenapa Ibu dan Ayah meninggal begitu cepat?Natan ingin sekali mereka bisa menemani Natan, setidaknya sampai Natan berhasil dan bisa membahagiakan mereka,tapi kenapa mereka pergi terlebih dahulu saat semua hal yang Natan sedang usahakan belum tercapai?"


Perkataan Natan membuat Kimmy bisa merasakan betapa rasa kehilangan masih menguasai sang adik dan pada akhirnya Kimmy hanya bisa membelai punggung adik laki -lakinya yang perlahan sudah mulai tumbuh menjadi laki -laki remaja.


"Agar pada saat kita kembali kepada Tuhan,tugas kita selesai dengan baik dan tidak ada lagi hal -hal yang akan membebani diri kita"


"Berarti Ibu dan Ayah tugasnya sudah selesai ya kak itu sebabnya mereka dipanggil Tuhan ?"


Kini mata Natan menatap ke arah Kimmy,tatapan mata yang teduh yang seakan -akan meminta jawaban dari setiap pertanyaan yang saat ini dipertanyakan oleh dirinya.


"Ya sayang,tugas mereka sudah selesai,dan mengapa mereka dipanggil saat ini,karena mereka yakin untuk kita yang ditinggalkan tidak akan menjadi seseorang yang rapuh,untuk kita yang ditinggalkan akan tetap hidup bahagia dan untuk kita yang ditinggalkan tidak kekurangan kasih sayang"


"Kau masih punya kak Kim,kak Edward dan semua orang -orang yang saat ini bersama dengan mu"


Mendengar perkataan Kimmy Natan langsung berhamburan memeluk kakak kandung nya itu.


"Natan sayang pada kakak"


"Kak Kim juga sayang pada Natan"


Kimmy menyambut pelukan hangat dari adiknya itu.


"Sayang esok hari Paman Richard dan juga Bibi Clarissa akan pergi ke Paris untuk beberapa waktu,jika kau tidak keberatan apakah kau mau ikut dengan mereka?"


Mendengar perkataan Kimmy Natan langsung mengendurkan pelukannya dan menatap tajam ke arah Kimmy.


"Paris kak?"


"Ya,Paris,kita pernah punya mimpi kan ingin tinggal di sana?apa kau ingat?"


"Ya kak Natan ingat"


"Kakak hanya sedang berpikir dan ingat akan mimpi mu suatu saat kau ingin menjadi seorang pelukis terkenal,namun pada saat itu kita tidak memiliki cukup uang untuk mewujudkan mimpi kita itu"