
Sementara itu tuan Adrian segera memberitahukan kepada seluruh pengawal untuk segera bersiap, karena tuan Adrian sudah melihat jika Clarissa berhasil membuka pintu gerbang tersebut.
"Tuan bawa aku, aku tidak akan meninggalkan adik ku sendirian di disana "
Tiba - tiba saja Jean bersuara dan itu sangat membuat kaget tuan Adrian.
" Untuk apa aku harus membawa mu, kau akan membuat celaka Clarissa "
" Tidak akan tuan"
Tuan Adrian memandang Jean dengan sangat tajam, tuan Adrian pada akhirnya mengeluarkan sebuah keputusan.
"Pengawal bawa nona Jean untuk masuk bersama dengan kita sebagai tawanan untuk kita tukar dengan Richard "
" Baiklah tuan Adrian "
Dan pada akhirnya mereka pun bersiap menunggu petunjuk dari Clarissa,sementara itu Clarissa mulai masuk lebih lagi dan tiba - tiba.
" Kau kira aku tidak tau Rei"
Satu tombak melesat kuat menuju ke arah Clarissa sebelum mencapai pintu masuk dan dengan sigap Clarissa berhasil menghindari nya.
"Aku yakin semua tatanan letak sudah di rumah oleh Rei, pintu utama masih beberapa langkah tapi aku yakin pasti banyak jebakan sebelum aku sampai ke sana"
Clarissa kini berdiri di tengah - tengah halaman, Clarissa mulai berpikir jebakan apa saja yang sudah di taruh Rei di halaman, dan bagaimana cara menghindari jebakan tersebut.
"Baiklah tidak ada cara lain selain aku harus lari, Richard aku mencintaimu aku akan memperjuangkan mu seperti yang pernah engkau lakukan padaku"
Dan setelah berkata begitu pada akhirnya Clarissa berlari dengan sangat kencang untuk mencapai pintu utamanya dan betul saat Clarissa berlari terdengar bunyi tembakan demi tembakan tertuju kepada nya, dan Clarissa juga harus menghindari beberapa panah yang mencoba untuk membuatnya terluka.
Semua ini pasti sudah di berikan racun oleh Rei, kau kira aku akan kalah, kau salah Rei.
"Michelle, Richard aku mencintai kalian!!!"
Clarissa berteriak dengan sekuat tenaga,berlari melompat dan terus melakukan itu berkali-kali untuk menghindari semua tembakan yang di lakukan hingga pada akhirnya Clarissa berhasil memegang ujung pintu utama.
"Berhasil"
Dengan air mata yang bercampur menjadi satu dengan nafas yang tak beraturan pada akhirnya Clarissa berhasil mencapai ujung pintu utama tersebut.
Dan dengan tanda pengenal milik nya Clarissa kembali membuka pintu tersebut, kembali wajah nya terdeteksi oleh komputer di sana.
"Baiklah aku akan merusak sistem ini agar semua pengawal bisa masuk"
Clarissa mengambil pistol nya dan menembak sistem digital pemindai wajah dan kunci otomatis pintu utama, dan pada akhirnya pintu tersebut pun rusak,sehingga kini pintu gerbang dan pintu utama sudah terbuka.
Tuan Adrian yang melihat akan hal itu semakin meminta anak buah nya untuk segera bersiap di posisi masing - masing, kini tinggal tombol pengendali racun yang harus Clarissa matikan.
"Dimana tombol itu, seharusnya dia ada di ujung ruang tamu ini"
Clarissa mulai masuk lebih dalam ke dalam ruangan itu dan pada akhirnya dia melihat satu tombol berwarna hitam dan tombol itu yang dia cari.
Aku menemukan nya, sebentar lagi aku akan merusak tombol ini.
Clarissa mengeluarkan pistol nya hendak merusak tombol tersebut namun belum sempat dia untuk menekan pistol nya.
"Selamat datang kembali nona Clarissa "
Satu orang berdiri di belakang Clarissa sambil mengarahkan satu pistol kepada dirinya.