
"Rei, kau akan menaruh racun tersebut di dalam peluru yang akan di gunakan para pengawal mu? kau memang bukan manusia "
" Ya aku memang bukan manusia itu semua sejak kau berkhianat terhadap kami, kau membocorkan semua rahasia sehingga dengan mudah tuan Adrian sehingga pada akhirnya bisa membunuh tuan Handri dan menyelamatkan nyonya Tiara, kau dan Jian Lee kalian yang membuat ku jadi begini "
" Rei itu adalah pilihan mu"
"Ya kau benar, dan akan menjadi pilihan ku juga apabila aku menggunakan racun tersebut di dalam penyerangan ku terhadap Chandradinata "
"Untuk yang terakhir kalinya, Richard apa kau tidak mau kembali bergabung dengan ku? ingat besar kemungkinan pembunuh orang tua mu juga adalah Chandradinata"
"Rei, aku tidak akan bergabung dengan mu, jika memang pembunuh orang tua ku juga Chandradinata maka aku tidak akan membalaskan dendam karena semua itu tidak akan pernah berakhir "
"Baiklah, pengawal seret dia kembali ke dalam tahanan, esok hari jangan kalian berikan dia makan dan minum, kita lihat sampai sejauh mana dia sanggup untuk bertahan"
Rei keluar dari dalam ruangan tahanan dan Richard kembali di lempar ke dalam tahanan oleh beberapa pengawal, di dalam tahanan sedikit pun cahaya matahari tidak ada yang masuk.
"Jian Lee saat ini harapan ku hanya tinggal engkau saja, semoga kau menyadari bahwa Rei akan menggunakan racun itu di dalam penyerangan nya kali ini"
Di dalam sunyi nya malam, dengan sekujur tubuh menahan sakit Richard sangat berharap bahwa Jian Lee dapat menyadari trik penyerangan Rei, karena hanya Richard dan Jian Lee yang mampu meracik penawar dan menangkal serangan tersebut, kondisi Richard yang saat ini menjadi tahanan mereka membuat Richard tidak dapat berbuat banyak.
Malam pun pada akhirnya berganti dengan pagi dan pagi ini di mansion Chandradinata, semua rombongan sudah bangun, sudah merapikan diri dan siap untuk masuk ke dalam ruang rapat mendengarkan pengarahan dari detektif Jian Lee untuk penyerangan nanti malam.
"Selamat pagi tuan - tuan sekalian, baiklah kita akan langsung masuk ke dalam inti diskusi hari ini, coba saat ini kita sama - sama melihat ini adalah bangunan tua di pinggiran kota Barcelona yang menjadi markas besar Chandradinata "
" Tunggu kenapa kalian melupakan aku? "
"Selamat pagi nona, silahkan duduk"
Clarissa masuk dan duduk di samping Edward, dan saat Clarissa menoleh ke layar raksasa Clarissa melihat sebuah bangunan yang sangat tak asing untuk dirinya.
"Baiklah ini adalah markas keluarga Louis, kita akan melakukan penyerangan melalui darat dan kita akan masuk langsung ke pintu utama "
" Tunggu, aku tidak setuju dengan ide dari tuan Jian Lee"
Clarissa segera bersuara ketika Detektif Jian Lee mencoba untuk menerangkan lebih lagi.
"Hei Rissa dengarkan dulu penjelasan tuan Jian, jangan kau main asal potong saja "
" Maafkan aku Edward, tapi ini adalah rumah masa kecil ku, disini juga aku pernah dalam masa pelarian saat aku mengandung Michelle, aku sangat tau seperti apa pengamanan didalam rumah ini"
"Jadi kau tidak percaya dengan kemampuan tuan Jian Lee"
"Bukan begitu "
" Nona Clarissa silahkan jika anda memiliki ide yang lainnya, Kudengar anda adalah keturunan dari keluarga Louis jadi mungkin kami juga membutuhkan keterangan anda"
Jian Lee seakan mengerti perdebatan antara Edward dan Clarissa dan segera memisahkan nya.