I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
GAIRAH DAN AMARAH



Rasa cemburu buta mengetarkan hati Edward, perasaan yang awalnya sangat tenang berubah menjadi perasaan yang menggila dengan amarahnya.


Pada hari itu Edward seakan melupakan perkataan Kimmy yang akan memberikan pelayanan terbaik nya nanti malam.


"Don, cari kembali gadis yang terakhir kau bawa ke hotel ku, aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan dirinya"


Doni yang mendengarkan perkataan Edward sedikit mengeryitkan dahi nya, Doni tau saat ini hati Edward sedang terbakar oleh rasa cemburu, namun dengan membawa kembali nona malam sebenarnya Doni tidak begitu menyetujui nya, namun dia tidak dapat mengatakan hal apapun karena Edward adalah atasan nya.


"Maksud tuan nona Liyana?"


"Ya siapapun nama gadis itu, bawa dia ke hotel ku nanti malam, aku akan membayar mahal dirinya"


"Maaf tuan menurut sumber yang saya dapat nona Liyana sudah tidak berada di tempat lokalisasi tersebut, karena ada seseorang yang sudah membebaskan dirinya"


"Kau cari dia sampai ketemu, kerahkan semua detektif yang kita miliki, dia hanya seorang gadis pasti bisa dengan mudah tertangkap, jika perlu seret dia hingga sampai di hadapan ku"


"Baik tuan Edward "


Dan pada hari itu Edward menghabiskan harinya dikantor dengan memarahi semua karyawan nya,perasaan nya yang sedang kacau berimbas pada setiap karyawan yang berada di dalam setiap pekerjaan nya,Doni hanya terdiam menatap bos nya tersebut.


Meskipun perasaan Edward sedang tidak karuan dan dia begitu marah kepada Kimmy namun dia tidak dapat membohongi hati bahwa saat ini dia begitu merindukan Kimmy, merindukan nafas, tubuh dan setiap pelukan sayangnya, namun hatinya kembali menjadi sakit saat Edward kembali mengingat laki-laki yang mencium tangannya.


"Tuan saya sudah menemukan keberadaan nona Liyana, namun sepertinya nona Liyana menolak melayani anda tuan"


"Kau seret, kalau perlu kau ikat, dan kau culik dia bawa ke hotel ku malam hari ini"


Edward mengatakan hal tersebut saat dia dan Doni akan kembali ke rumah karena pekerjaan mereka sudah selesai dan hari sudah menjelang malam, dalam perjalanan Edward terus membayangkan istrinya, perasaan rindu dan marah menjadi satu dalam diri Edward


"Don sebelum kita hotel arahkan mobil ini ke rumah putih terlebih dahulu"


Rasa rindu yang sudah tidak tertahan kan lagi membuat Edward memutuskan untuk sebentar melihat istrinya tersebut, namun rasa marah membuat dirinya sedang tidak ingin menyentuh istrinya.


Sementara di rumah, Kimmy sudah menyiapkan segala persiapan yang luar biasa untuk memberi pelayanan yang terbaik untuk suaminya.


Kimmy membersihkan dirinya dengan banyak wewangian, memakai baju tidurnya yang super seksi dan tak lupa dia kembali untuk membaca buku yang diberikan dokter Hendra bagaimana memberikan pelayanan terbaik untuk suami yang sedang mengalami gangguan seksual


Kimmy terus membaca buku tersebut sambil menunggu Edward kembali ke rumah.


Sementara Edward yang sudah sampai dirumah putih segera menuju ke kamar untuk melihat keadaan Kimmy


Edward membuat pintu kamar dan melihat istri nya yang begitu menggoda malam hari ini


"Sayang, sudah pulang? kemarilah lepaskan baju mu dan aku akan membantu mu untuk mandi"


Kimmy mengandeng tangan Edward dan mengajak nya untuk masuk ke dalam kamar mandi, namun Edward menolak gairah nya yang sudah memuncak membuat dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencumbu istrinya.


Edward menarik tangan Kimmy dan mendarat kan ciuman ya bertubi-tubi ke bibir sensual Kimmy, dan Kimmy yang kaget dengan serangan Edward segera mempersiapkan dirinya.


"Hufff,sayang aku tidak mau untuk mandi terlebih dahulu sebelum melakukannya?"


"Kenapa apa yang tidak mau melakukan dengan ku dalam keadaan ku yang seperti ini? "


" Tunggu sayang ada apa denganmu.. Arrrrh"


Suara Kimmy tenggelam dalam setiap gerakan Edward yang kasar, Edward merobek setiap baju yang dipakai oleh Kimmy mencumbu Kimmy dengan kasar dan tentunya ini menyakitkan, Kimmy mencoba untuk menghindari namun tenaga Edward lebih besar daripada dirinya


Ada sebuah kemarahan yang tersembunyi dalam setiap sentuhan yang Edward berikan kepada Kimmy.


Plak Edward menampar Kimmy berkali-kali, Kimmy hanya terdiam dengan segala sesuatu yang saat ini sedang di perbuat oleh suaminya, Kimmy tau bahwa suaminya memang pernah melakukan hal ini terhadap dirinya, namun perasaan nya mengatakan bahwa Edward melakukan hal ini dengan penuh kemarahan terhadap dirinya


"Hentikaaaaann!! "


Kimmy mencoba berteriak sekuat tenaga ketika Edward akan melayangkan pukulan untuk yang kesekian kalinya, Edward yang hendak memukul kembali sejenak terdiam dengan teriakan istrinya.


" Sayang apa yang terjadi denganmu? katakanlah jika aku ada salah terhadap mu, perasaan ku mengatakan bahwa saat ini kau melakukan nya dengan penuh kemarahan "


Edward mendekati Kimmy dan menarik rambut Kimmy dengan paksa.


"Iya aku marah, marah kepada istri yang membiarkan tangan dan kepalanya di pegang oleh pria lain, dasar istri murahan"


Edward mendorong tubuh Kimmy, dan sekarang Kimmy baru menyadari bahwa Edward mengetahui perbuatan Dean terhadap dirinya.


"Sayang hiks, hiks, hiks dengarkan aku dulu, ini tidak seperti yang kau pikirkan aku dan Dean tidak ada apa-apa arrrrh sakit!!! "


Edward kembali menarik rambut Kimmy dan menyeret nya hingga jatuh ke lantai.


" Jadi nama laki-laki itu Dean? kau tidak pernah jujur padaku bahwa dia pernah menjadi kekasihmu"Plak, plak.


Edward kembali menampar Kimmy dan entah ini sudah tamparan yang keberapa kali yang Kimmy sudah dapatkan.


"Sayang kumohon dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu, kumohon Hentikaaaaann dan dengarkan aku hiks, hiks, hiks, hiks"


Hati Edward yang sudah penuh dengan kemarahan tidak dapat mendengarkan suara Kimmy lagi, Edward mulai merobek kembali semua pakaian Kimmy, menampar, menyiksa dirinya dengan sangat kasar.


Gairah bergejolak yang menjadi satu dengan rasa cemburu sungguh membuat Edward begitu mengerikan dalam mencumbu Kimmy dia seperti sedang melakukan pemerkosan sadis terhadap seorang wanita


Kimmy yang sudah tidak berdaya melakukan apapun hanya bisa kembali menangis menghadapi kemarahan dan nafsu suaminya yang pada saat ini sedang tidak terkendali


Edward melakukan hal tersebut dengan siksaan yang berulang ulang, dia melakukan hal tersebut kepada istri yang tadi dicium dan dicumbunya dengan penuh kasih sayang


Malam ini kemarahan yang menguasai hatinya membuat dia lupa akan semua hal-hal romantis yang mereka lakukan tadi pagi.


Setelah Edward puas,dia kembali memakai semua bajunya dan meninggalkan Kimmy begitu saja di dalam kamar seorang diri


Kimmy menangis dengan keadaan nya yang sangat lemah akibat setiap siksaan yang sudah dialaminya, namun rasa sakit di dalam hati nya sudah mengalahkan rasa sakit yang diderita nya secara fisik


Semua Dekorasi romantis yang dibuat dengan tangannya sendiri untuk menyambut kedatangan suaminya kini sudah berserakan di lantai, pakaian seksi yang dipakai nya untuk menyenangkan hati suaminya kini juga sudah rusak dan hampir sudah tak terbentuk lagi karena Edward merobek nya dengan penuh tenaga,perasan lebih terluka karena pada ini Edward meninggalkan dirinya dalam keadaan marah dalam keadaan dia tidak mau mendengarkan semua penjelasan nya.


Tuhan aku tidak kuat, aku tidak kuat Tuhan ini sungguh di luar kemampuan ku, aku mohon Tuhan aku tidak kuat lagi hiks, hiks, hiks.