I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
DENDAM JEAN



Kimmy tersenyum dan menunjukkan ke perutnya, dan Edward yang mendapatkan kata persetujuan tersebut dari istri nya tanpa butuh waktu yang lama segera memakan dengan lahap semua tubuh istrinya tanpa tersisa karena semua bagian tubuh Kimmy adalah candu terberat untuk Edward.


Keesokan harinya Edward bangun dari tempat tidurnya dan melihat Kimmy masih tertidur dengan sangat nyenyak.


Hari ini Edward harus berangkat lebih pagi guna untuk membereskan semua masalah yang sudah terjadi dan juga memberikan keputusan kepada nona Jean.


"Halo Don, pagi ini kumpulkan semua Direksi dari Winata Corp dan Chandradinata Corp kita akan melakukan rapat besar ke dua Perusahaan "


Selesai Edward menutup ponsel nya, mata Edward kembali melihat istrinya, Edward mendekati Kimmy memeluk dan mencium kening istrinya.


Sayang, terima kasih kau selalu bisa meredakan semua emosi ku, anak ku kita harus menjaga Ibu mu dengan baik.


Edward kembali mencium kening Kimmy dan kini Edward juga mendaratkam ciuman di perut kimmy yang sudah mulai membesar.


Edward bangkit dari tempat tidur, mandi dan segera bersiap - siap untuk pergi ke kantor, saat dirinya hendak pergi Edward masih melihat Kimmy tertidur, rupanya permainan Edward tadi malam cukup membuat Kimmy lelah sehingga sampai sekarang pun Kimmy belum juga membuka matanya, Edward sengaja membiarkan istrinya dan tidak membangunkan Kimmy


Sayang aku pergi dulu aku percaya doamu akan selalu beserta dengan ku di manapun aku berada.


Setelah Edward mencium Kimmy untuk yang kesekian kalinya, Edward meninggalkan kamar mereka dan bergegas menuju ke kantor, di halaman mobil dan supir pribadi sudah siap untuk mengantarkan Edward kekantor, hari ini sengaja Edward tidak meminta untuk Doni yang mengendarai mobil karena Edward meminta Doni untuk menyiapkan semua kebutuhan rapat pada pagi hari ini.


Sesampainya Edward di kantor, Edward segera masuk ke dalam ruangan dan di dalam ruangan tersebut sudah ada sang asisten pribadi Doni yang sudah menunggu nya.


"Bagaimana Don, apakah semua Direksi bisa hadir dalam rapat pada hari ini? "


" Tuan saya sudah menghubungi semua Direksi dan pada hari ini mereka bisa hadir"


"Termasuk Clarissa apakah dia bisa datang? "


" Nona Clarissa akan hadir tuan, rapat akan kita mulai satu jam lagi"


"Baiklah Don, untuk nona Jean, kau keluarkan saja dia dari ruang rahasia, kembalikan dia ke kediaman nya dan berikan penjagaan ketat di sana, setelah rapat di direksi selesai baru akan diberikan keputusan dengan nona Jean"


"Baik tuan Edward "


" Yang kedua lakukan penutupan permanen pada ruang rahasia milik Chandradinata Corp, kedepannya aku tidak akan menggunakan ruangan itu lagi untuk menghukum seseorang "


" Baik tuan semua akan saya segera laksanakan "


Doni tersenyum melihat semua keputusan bijak Edward pada pagi hari ini.


Terima kasih nona Kim, pasti anda yang berada di balik semua keputusan dari tuan Edward.


" Tuan, saya mohon undur diri untuk mengurus semua nya sebelum rapat kita mulai"


"Baiklah Don pergilah, kabari aku jika semua Direksi sudah berkumpul di ruang rapat"


Doni keluar dari ruangan Edward dan mengerjakan semua yang diperintahkan Edward kepada dirinya.


Sementara itu kini Edward di dalam ruangan nya tiba - tiba menerima Video Call dari ponsel.


Terdengar suara Kimmy di dalam video call tersebut, Kimmy yang baru bangun dan tubuhnya hanya berbalut selimut putih segera menghubungi Edward begitu dia bangun namun dia tidak melihat Edward berada disampingnya lagi.


"Hei nyonya Edward maafkan aku yang tadi harus segera berangkat kekantor, aku memang sengaja tidak membangunkan mu dan ingin melihat mu tertidur seperti itu "


" Isssh mengapa selalu hal itu yang ada didalam pikiran mu Edward "


" Hahahaha tidak ada yang salah bukan jika aku mengatakan hal itu kepada istriku sendiri yang salah adalah ketika aku mengatakan kepada wanita lain yang bukan istriku haha"


Edward tersenyum nakal dan terus memberikan canda nya kepada Kimmy melalui Video Call mereka pagi ini.


"Ya, ya kau memang selalu menang dalam setiap perkataan "


" Ya dan kau juga selalu berhasil mengendalikan setiap emosiku kau juga selalu berhasil membuatku tidak bisa mengendalikan diri jika sudah menyentuh tubuhmu dan kau.. "


" Sudah cukup Edward hari masih pagi, jangan kau bicarakan tentang itu, sekarang cepat lah bekerja, aku istri mu yang baik ini akan selalu mendoakan dan memberikan dukungan untuk mu"


Edward tersenyum mendengarkan semua ungkapan dari Kimmy, buat Edward Kimmy adalah semangat terbesar nya dan buat Edward hanya Kimmy yang bisa mengendalikan semua emosi yang dia miliki.


"Sayang, aku mencintaimu, I Love You"


Edward mencium layar ponsel nya seakan-akan itu adalah bibir dari istri nya.


"Hei Edward, kasihan sekali kau harus mencium layar ponsel mu sendiri, jika semua pekerjaan mu sudah selesai, jemput aku di Rumah Sakit dan kau bisa bebas memberikan ciuman itu langsung kepada ku"


"Baiklah nyonya Edward kau sendiri yang berjanji kepada ku, jadi jangan salahkan aku jika aku kembali melahap semua tubuh mu tanpa sisa"


"Sudah, sudah bersiaplah bukannya hari ini akan ada rapat Direksi? "


"Iya, doakan aku untuk aku bisa memberikan keputusan yang bijaksana terhadap kasus yang saat ini sedang aku hadapi"


"Pasti Edward sayang"


Dan begitulah, pada akhirnya pembicaraan mesra mereka melalui Video Call berakhir, kini Edward dengan segala semangat yang baru kembali tenggelam di dalam setiap pekerjaan nya.


Sementara itu nona Jean yang kini sudah berada di dalam kediamannya seperti merasakan sebuah penjara untuk yang ke dua kalinya, bebas dari ruang rahasia, dia di kembalikan ke rumah nya sendiri namun dengan pengawasan yang begitu ketat dari para pengawal terpilih milih Chandradinata Corp.


Hati nona Jean penuh dengan kemarahan yang luar biasa.


Lihat saja Edward Chandradinata, aku akan membuat hidupmu hancur dan sangat hancur, letak semua kekuatan dan kekuasaan mu ada pada istrimu, jika aku bisa menghancurkan Kimmy Valerie, maka aku sama saja aku akan menghancurmu tunggu saja pembalasan ku Edward Chandradinata.


Dendam telah menguasai hati nona Jean dan dari dendam tersebut nona Jean nampaknya sedang menyusun sebuah rencana yang jahat.


Sementara itu di Chandradinata Corp, nampak Cassandra dan semua Direksi sudah hadir di dalam rapat yang diadakan mendadak pada pagi hari ini.


Cassandra yang sudah mengetahui bahwa asisten pribadi nya sudah bebas dari ruang rahasia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa rapat ini diadakan untuk membahas kembali hukuman apa yang akan di jatuhkan kepada nona Jean.


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.