I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEHADIRAN DEAN



Edward Seperti tersambar petir ketika dokter Rena mulai menjelaskan segala kondisi Kimmy saat ini.


Segala perkataan dokter Rena sama sekali tidak masuk ke dalam logika Edward, pikiran dan perasaan menjadi satu dalam hati seorang Edward Chandradinata


Laki-laki berhati se dingin es yang selalu menyiksa banyak wanita kini hanya menjadi seorang laki-laki yang cengeng dengan segala penjelasan yang telah di terangkan oleh dokter Rena


Perasan dan logika yang beradu menjadi satu di dalam diri Edward, membuat dirinya sama sekali tidak mendengarkan semua ucapan dokter Rena.


"Edward, halo Edward apa kau dengar semua yang aku katakan pada mu"


Dokter Rena menguncang - guncang tubuh Edward namun Edward hanya termenung dan sama sekali tidak merespon dokter Rena, tanpa sepatah kata apapun Edward tiba - tiba pergi meninggalkan dokter Rena.


Edward berjalan tanpa arah, pikirannya dipenuhi dengan rasa bersalah yang begitu dalam kepada Kimmy, rasa yang sudah lama tidak di rasakan oleh seorang yang bernama Edward Chandradinata.


Perlahan Edward mulai naik ke lantai paling atas Rumah Sakit tersebut, dia masuk ke dalam ruang eksklusif milik keluarga Chandradinata, Edward menutup pintu ruangan tersebut, terduduk di lantai dengan menutup wajah dengan ke dua tangannya


di dalam ruangan yang kosong tersebut dalam keadaan seorang diri Edward seperti sosok laki-laki yang tidak berdaya.


"Apakah ini hukuman yang kau berikan berikan? apakah aku memang pantas menerima semua ini? apakah Kau tidak memaafkan aku Tuhan?"


"Aku yang pernah menyiksa banyak wanita, aku yang tidak pernah bisa mengungkapkan perasan cintaku kepada dirinya, aku yang selalu membuat dia menangis, aku yang belum bisa menjadi suami yang baik, aku yang selalu menyiksa fisik dan psikis nya apakah aku Betul-betul pantas menerima segala sesuatu yang saat ini sedang terjadi? "


" Masih dapatkah aku kembali berdoa dan kembali meminta pada Mu untuk Engkau mengembalikan dia ke dalam pelukan ku? masih pantaskah aku kembali meminta kepadaMu untuk Engkau mengembalikan orang yang aku cintai? "


Perlahan dalam kesedihan dan kesendirian Edward mulai menangis, kekayaan, kekuasaan dan segala sesuatu yang di miliki saat ini mendadak sangat tidak berarti untuk dirinya ketika dia mendengarkan perkataan Kimmy bahwa Kimmy tidak mengenali dirinya lagi.


Wanita yang dengar sabar dan dengan senyuman nya yang begitu lembut, wanita yang selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk dirinya, wanita yang betul - betul menjaga dirinya kini wanita tersebut mengucapkan kata bahwa aku tidak mengenal dirimu


"Aarrrrrrrrhh"maafkan aku, maafkan aku maafkan aku"


Dan hari itu Edward sama sekali tidak keluar dari ruangan, dia memilih untuk sendiri dan menghabiskan semua waktu untuk meratapi segala kesedihan yang saat ini dia sedang alami.


Di satu sisi di ruangan tempat Kimmy di rawat inap, nampak kehadiran Dean, Dean yang mendengar kabar bahwa Kimmy mengalami kecelakaan sehingga membuat hilang ingatan langsung menuju ke ruangan Kimmy setelah tidak ada pasien lagi.


Dean masuk ke dalam ruangan dengan senyum termanisnya, dia melihat Kimmy dengan berbicara dengan dokter Rena, kondisi Kimmy sudah mulai membaik secara fisik, namun tidak dengan ingatan nya.


"Dokter Rena apa kabar"


Dean berusaha untuk membuka percakapan nya dengan dokter Rena, dokter Rena menoleh ke arah Dean dan tersenyum.


"Halo dokter Dean, kabarku baik, apakah dokter Dean sudah selesai dari ruang praktek? "


Ya dokter aku baru dari sana, aku dengar nona Kimmy mengalami kecelakaan itu sebabnya aku langsung bergegas untuk kemari"


Dean kembali tersenyum kepada dokter Rena, tetapi tatapan mata Kimmy bingung ke arah ke dua orang tersebut.


Dokter Rena tersenyum kepada Kimmy dan dia menjelaskan siapa Dean


Kimmy yang belum bisa mengingat apapun hanya tersenyum kepada dokter Dean.


"Halo dokter Dean, maafkan aku yang belum bisa mengingat mu, jika sebelumnya kau adalah temanku maka aku tidak akan takut padamu"


"Tidak masalah nona Kimmy, kau tidak perlu terlalu keras untuk mengingat diriku, sekarang yang terpenting adalah kesembuhan mu"


Dean dan dokter Rena pada akhirnya mulai banyak berbicara sesekali Kimmy tersenyum mendengar kan cerita yang dibawakan oleh Dean semasa mereka kuliah dulu.


Di lain tempat Edward yang sudah mulai tenang keluar dari ruangan eksklusif dan mulai menuju ke ruangan tempat Kimmy di rawat, dirinya sudah mantap untuk kembali mengatakan kepada Kimmy bahwa dia adalah suaminya.


Namun saat Edward hendak masuk ke dalam ruangan Kimmy, dia melihat Dean dan dokter Rena sedang berada di ruangan tersebut


Edward melihat Kimmy tersenyum dengan penuh kebahagiaan mendengarkan cerita - cerita yang sedang di bawakan oleh Dean


Ada rasa cemburu yang begitu hebat di hati Edward ketika dia melihat mereka begitu akrab, perasan tenang yang tadi dia miliki berubah menjadi perasan cemburu yang begitu dahsyat.


Brak!!! Edward membuka pintu ruangan tersebut dengan kasar, dan semua yang berada di ruangan tersebut melihat ke arah dirinya, Kimmy langsung memegang erat tangan Dean karena ketakutan.


"Kau apa yang lakukan di sini dengan istriku ha? cepat keluar!!!, singkirkan tangan mu dari istriku cepat keluar!!!!!!,"


Suara Edward yang lantang membuat Kimmy langsung menangis ketakutan, entah darimana datangnya perasan tersebut ketika dia menatap Edward ada perasaan takut, perasaan sakit di hati nya, dan perasan rindu,Kimmy tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirinya dia hanya bisa menangis dengan histeris mendengar kan suara Edward.


"Hiks, hiks, hiks dokter usir orang itu, usir orang itu aku takut, dia menakutkan usir dia "


Kimmy menangis dengan histeris di hadapan dokter Rena dan Dean


Edward yang mendengar perkataan Kimmy mulai maju dengan mendekati Kimmy, namun Kimmy semakin menangis histeris


" Pergi, pergi, pergi!!!!, dokter kepala ku sakit, kepalaku sakit"


Dokter Rena menarik Edward keluar dari ruangan tersebut namun Edward enggan keluar dari ruangan tersebut, matanya merah karena melihat Kimmy tiba - tiba memeluk tangan Dean dengan erat, Edward begitu marah karena tiba - tiba Dean mencoba menenangkan Kimmy dengan memeluk dirinya karena Kimmy menangis begitu histeris.


"Dokter usir dia, usir dia, jangan biarkan dia masuk ke dalam ruangan ini lagi, aku takut aku takut, kepala ku sakit dokter hiks, hiks, hiks"


Tangisan Kimmy yang semakin histeris ditambah rasa sakit kepala yang begitu hebat tiba-tiba menyerang dirinya, membuat dokter Rena segera kembali menarik Edward untuk meninggalkan ruangan itu.


"Edward ayo pergi!!, jika kau masih menginginkan dia tetap hidup ayo!!! "


Dokter Rena mengatakan hal tersebut dengan sangat marah kepada Edward dan dengan hati yang sangat berat Edward meninggalkan ruangan tersebut dengan dokter Rena.


Edward begitu marah saat dia melihat Kimmy dipeluk oleh laki-laki lain dihadapannya, tubuh yang biasa dicumbu dan dipeluk sesuka hatinya kini tidak bisa diraihnya, ada sebuah rasa sakit yang begitu hebat di dalam hati Edward saat dia melihat Dean bisa memeluk dan menenangkan Kimmy dalam pelukannya.