I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
APA KAU BISA AKU PERCAYA?



Pada akhirnya Clarissa hanya menangis setelah tenaga Clarissa hasil untuk memberontak dari Richard sudah habis.


Richard yang mendengarkan tangisan dari Clarissa pada akhirnya mulai mengendurkan pelukan nya..


"Rissa, hei Rissa jangan menangis seperti ini, maafkan aku, maafkan aku jika aku menyakiti mu"


"Hiks, hiks, kenapa semua orang jahat padaku hiks, hiks, hiks"


"Jahat? "


" Iya jahat, semua orang yang aku cintai dengan tulus jahat padaku hiks, hiks, hiks"


Richard sangat mengerti arah pembicaraan Clarissa ini seperti apa, namun saat ini dia ingin berada di samping Clarissa dan ingin mencoba untuk menjadi pendengar yang baik untuk Clarissa.


"Kemarilah, tenang kan dirimu, aku berjanji tidak akan menyakiti mu dan aku berjanji tidak akan memaksa lagi mengantarkan mu pulang, namun kemari dan duduk dan tenangkan dirimu terlebih dahulu, tidak baik jika seorang wanita mengemudikan mobil dalam keadaan seperti ini"


Perkataan Richard yang lembut pada akhirnya mampu meluluhkan hati Clarissa yang sedari tadi mencoba untuk berontak terhadap Richard.


Clarissa duduk dekat dengan Richard, Richard memberikan secangkir teh hangat untuk Clarissa.


"Minum lah ini tidak panas dan tentunya tidak akan beracun"


Richard memberikan secangkir teh tersebut dengan senyum hangat yang dapat seketika membius Clarissa dan pada akhirnya menerima dan meneguk teh yang diberikan kepada dirinya.


"Sudah tenang?, jika sudah coba ceritakan apa yang membuatmu mu menjadi emosional seperti tadi"


Tatapan mata Richard yang teduh mampu menenangkan hati Clarissa, dengan perlahan pada akhirnya Clarissa meletakkan cangkir teh tersebut dan mulai menarik nafas nya dalam - dalam.


"Aku akan bercerita jika kau menyebutkan kenapa kau tiba - tiba berada disini"


"Rissa, aku diminta Edward untuk sementara menjadi asisten pribadi nya, karena keadaan Doni yang saat ini masih fokus dengan kesembuhan Maya, saat mereka berada di Paris sekelompok orang mencoba menyerang mereka dengan Maya sebagai targetnya, kini kondisi kejiwaan Maya belum sembuh total itu sebabnya aku harus menggantikan posisi Doni untuk sementara waktu"


"Nah aku sudah menjawab semua pertanyaan yang sangat ingin kau ketahui, sekarang gantian kau harus menceritakan kenapa kau menjadi sangat emosional seperti itu"


Clarissa terdiam, tangannya meremas - remas, rok yang dia pakai, hatinya gelisah dan merasa kurang yakin apakah sosok laki - laki yang saat berada di depan matanya ini dapat untuk dia percaya mendengarkan setiap keluhan nya.


Sedangkan sedari tadi mata Richard terus menerus memperhatikan tangan Clarissa yang tidak tenang itu.


"Aku, aku, aku "


" Iya ada apa Rissa? "


" Aku, lelah"


Suara Clarissa pada akhirnya hanya mampu mengucapkan kata - kata itu dihadapan Richard.


"Lelah karena? "


Richard kembali menatap dalam - dalam mata Clarissa seakan ingin mengatakan, ceritakan saja segala kesedihan mu.


" Aku, aku tidak bisa mengatakan nya pada mu hiks, hiks "


Clarissa kembali menangis, sebenarnya saat dia sedang butuh tempat untuk bersandar, namun di saat ini pula dia tidak dapat percaya kepada siapapun orang yang berada dengan dirinya.


" Baiklah, aku tidak akan memaksa untuk menceritakan nya, namun aku akan tetap mengantarkan mu pulang "


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.