
Suamiku maafkan aku yang terpaksa berbohong padamu jika aku sedang datang bulan, pikiran ku masih tertuju pada pil kontrasepsi itu pada setiap ingatan - ingatan ku yang belum pulih, maafkan aku.
Kimmy mencoba terus terdiam ketika Edward terus mencoba mencium puncak kepalanya berulang - ulang, timbul rasa kasihan karena dia berbohong memuat Edward tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan nya pada malam hari ini, namun itu terpaksa Kimmy lakukan untuk dia bisa menenangkan hatinya dan untuk betul - betul memastikan pada hati sendiri apakah dia akan melanjutkan menggunakan pil kontrasepsi tersebut atau tidak.
"Sayang boleh aku meminta sesuatu pada dirimu?"
Kimmy mencoba menghentikan Edward yang sedari tadi masih menciumi puncak kepalanya.
""Katakanlah apa yang kau minta, baju, sepatu, tas atau keperluan wanita yang lainnya aku bisa memberikan kepada dirimu berapapun jumlahnya"
Kimmy tersenyum dengan pernyataan Dari Edward, dia mengerti jika suaminya berkata seperti itu, karena suaminya terkadang menilai segala sesuatunya dari harta yang dia miliki.
"Hmmm, aku tidak meminta itu semua padamu, aku hanya ingin meminta waktumu beberapa hari dan aku ingin menghabiskan waktu tersebut bersama dengan dirimu, namun jangan pernah kau memaksakan nya juga jika memang saat ini kau belum bisa melakukannya karena banyak nya pekerjaan"
Edward yang belum mengatakan kepada Kimmy bahwa dia akan mengajak Kimmy berbulan madu hanya tersenyum dan memeluk Kimmy.
"Sayang akan aku penuhi permintaan mu, rencana aku ingin mengajakmu untuk berbulan madu yang ke dua, aku sudah meminta Doni untuk mengosongkan beberapa hari jadwal ku khusus untuk istri yang sangat aku cintai?"
"Bulan madu ke dua? apakah sebelum nya kita juga pernah berbulan madu? kemana kita sayang? maafkan aku yang sampai saat ini belum bisa mengingat apapun"
Deg
Hati Edward tersentak ketika Kimmy kembali menanyakan satu hal kepada dirinya, Edward sadar betul bahwa dari awal pernikahan dia sama sekali belum pernah mengajak istrinya untuk pergi berbulan madu, dia yang saat itu penuh dengan dendam hanya memiliki pikiran bagaimana cara menyiksa istrinya tersebut dan kembali Edward harus menceritakan kisah bulan madu mereka yang penuh romantis.
Kimmy menatap ke dua mata Edward saat Edward mulai menceritakan kebohongan itu, hati kecil Kimmy mengatakan bahwa apa yang dikatakan Edward adalah bohong, Kimmy mencoba untuk terus mendengarkan kebohongan yang dilakukan Edward, namun di satu sisi dirinya sedang menangis di dalam hati atas kebohongan yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
"Sayang terima kasih kau telah mengajak ku untuk berbulan madu dengan penuh romantis, sekarang aku ingin istirahat, kepadaku agak sedikit pusing"
Edward yang menyadari jika istrinya mengeluh sakit segera panik.
"Sayang aku tidak apa-apa perlu aku panggilkan dokter untuk mu? "
"Sayang aku tidak apa-apa mungkin benar apa yang kau katakan aku belum sembuh betul jadi aku harus banyak istirahat"
Dan pada akhirnya Edward, Kimmy yang sedari tadi duduk sambil berbincang di dalam kamar kini mulai beranjak dari kursi mereka menuju ke tempat tidur,Edward memeluk Kimmy dari belakang dan karena hari itu Edward sedang banyak kegiatan tak butuh waktu lama untuk dia bisa segera cepat terlelap, sedangkan Kimmy menggigit - gigit bibirnya dan mulai menangis, Kimmy sedih karena banyaknya kebohongan yang saat ini dilakukan oleh Edward.
Kimmy semakin terlelap dalam mimpinya, terlelap dalam sebuah kenyataan bahwa dirinya kini tidak bisa lagi percaya kepada sosok laki-laki yang saat ini sedang berada di samping dirinya dan sedang terlelap.
Keesokan harinya Kimmy bangun, namun dia sudah tidak melihat lagi Edward berada di samping nya, Edward hanya meninggalkan sebuah pesan
**Sayang maafkan aku yang harus pergi ke kantor, hari ini ada rapat penting dengan para pemegang saham, nanti malam bersiap-siap lah aku akan mengajakmu untuk menghadiri jamuan makan malam dari Winata Corp, Maya dan para pelayan sudah aku minta untuk menyiapkan segala sesuatu nya.
Salam sayang dari suami mu tercinta**.
Kimmy membaca pesan Edward tersebut dan mulai bangkit dari tempat tidur nya, Kimmy mulai menelusuri sebuah ruangan di dalam kamar, namun dia tidak menemukan petunjuk apapun tentang masa lalu dirinya.
"Dimana kau menaruh semua nya Edward, kenapa aku sama sekali tidak menemukan apapun tentang jati diri masa lalu ku kenapa kau begitu menyembunyikan akan hal ini""
Namun Kimmy tidak kehilangan akal, dia segera turun ke lantai bawah dan masuk ke dalam ruangan kerja Edward, selama dia kembali ke rumah dia sama sekali belum pernah masuk ke dalam ruang kerja tersebut.
Semua ruang kerja itu Kimmy geledah, namun dia tidak menemukan apapun dan pada saat dia hendak keluar dari ruangan itu Kimmy membuka sebuah laci di dalam laci tersebut ada foto dirinya, ibu dan Natan dan di dalam laci tersebut ada laporan pengeluaran biaya untuk mereka selama satu bulan ini.
"Siapa mereka? apakah mereka keluargaku?Rumah Sakit Negara E?, biaya Apartemen Negara E, biaya obat-obatan dari Rumah Sakit Negara E, apa ini apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga ku? kenapa Edward mengeluarkan biaya yang begitu banyak setiap bulannya untuk mereka berdua, Edward kebohongan apalagi yang kau lakukan Kimmy kembali meneteskan air matanya ketika dia mengetahui satu per satu kebohongan yang di lakukan oleh suami yang dia cintai itu.
Cepat-cepat Kimmy meletakkan kembali ke tempat semula semua barang yang didapat, dengan hati yang hancur Kimmy keluar dari ruang kerja Edward dan kembali masuk ke dalam kamar dengan keadaan menangis.
"Ada apa ini, ada apa ini hiks, hiks hiks sekarang aku harus percaya kepada siapa? "
Sementara Edward yang sedang di dalam kantor kembali lupa untuk menyalakan CCTV rumah mereka, pikiran Edward hari ini hanya dipenuhi oleh pekerjaan dan saat ini dia sedang berdiskusi dengan nona Cassandra Winata di dalam kantornya, diskusi yang begitu lama membuat Edward lupa akan CCTV di dalam rumah putih pekerjaan yang membuat Edward lupa akan satu hal penting yang berada di dalam rumah tersebut.
"Tuan Edward anda sangat luar biasa, saya sangat terkagum dengan segala pemikiran anda"
"Nona Cassandra jangan berlebihan memujiku seperti itu, anda juga seorang wanita yang sangat hebat dalam dunia bisnis, anda mengingat kan saya pada seorang wanita "
"Oh iya siapakah dia tuan Edward? pasti dia orang yang sangat spesial di hati tuan Edward karena sampai saat ini tuan Edward masih terus mengingatkan dirinya"
"Hahahha beberapa bulan yang lalu mungkin wanita ini masih merupakan orang yang sangat spesial untuk diriku, namun aku juga terlalu bodoh menganggap wanita ini spesial sehingga aku melakukan banyak hal gila dan hal bodoh karena wanita ini, namun sekarang aku bersyukur karena aku pernah bertemu dengan dirinya dan ditinggalkan, karena jika aku tidak bertemu dengan wanita ini maka aku tidak akan pernah mengerti akan arti sebuah cinta yang tulus yang saat ini diberikan oleh istriku"
Edward begitu bahagia ketika dia membicarakan istrinya, namun berbeda dengan nona Cassandra yang begitu memiliki kemarahan di dalam hati ketika dia melihat Edward begitu bahagia