
Satu orang berdiri di belakang Clarissa sambil mengarahkan satu pistol kepada dirinya.
"Alice? "
Clarissa menoleh dan mendapati Alice sudah mengarahkan pistol nya kepada Clarissa.
" Halo nona Clarissa "
" Kau masih disini? "
" Ya nona aku tetap akan menjadi pelayan setia tuan Lauren "
" Alice dengarkan aku, kau bekerja pada orang yang salah, turunkan pistol mu dan ikutlah dengan ku, ayo Alice "
" Tidak!!! "
Tiba - tiba saja Alice mengarahkan pistol tersebut dan menembak satu vas bunga berukuran sedang.
Tuan Adrian mendengarkan semua percakapan Clarissa dan Alice karena Jian Lee memberikan satu alat canggih untuk bisa menghubungkan dan mendengarkan semua hal yang sedang terjadi satu dengan yang lainnya.
"Tuan Adrian apakah kita perlu bertindak? "
" Kita lihat saja dulu, sepertinya nona Clarissa masih bisa mengatasi nya"
Satu pengawal mencoba untuk menanyakan karena kini mereka sama - sama mendengarkan suara tembakan.
"Alice kau itu gadis baik, kau tidak akan mau untuk berbuat begini "
Clarissa masih mencoba untuk menyakinkan gadis muda yang saat ini berdiri dihadapan nya, Alice adalah pelayan pribadi Clarissa dan tuan Lauren sudah berhasil meracuni pikiran nya.
" Nona meninggalkan saya begitu saja"
Kini terdengar suara tangisan dari Alice, sambil tetap mengarahkan pistol nya kepada Clarissa Alice mulai menangis.
"Alice maafkan aku, jika pada saat itu aku harus tetap pergi, aku, aku "
" Aku apa nona, nona Clarissa lebih memilih untuk bergabung dengan Chandradinata dan kini meninggalkan Alice yang sendirian disini,Alice hanya punya nona Clarissa dan nona tidak pernah menganggap Alice"
Clarissa mulai meminta Alice untuk meletakkan pistol nya, suara tangisan Alice masih terdengar di dalam ruangan, buat Alice Clarissa sudah seperti kakak nya sendiri, Alice begitu kecewa jika beberapa waktu yang lalu dia mencoba untuk menghubungi Clarissa dan bertemu dengan dirinya untuk merencanakan balas dendam kepada Chandradinata, namun Clarissa memilih meninggalkan Alice di tempat makan sendirian, padahal Alice sengaja datang dari Barcelona ke Negara W hanya untuk menjumpai Clarissa
"Alice, dengarkan aku, dengarkan kakak mu ini sekarang letakkan pistol mu dan ikutlah aku"
Alice yang masih muda dan gampang terpengaruh perlahan mulai meletakkan pistol tersebut dan mulai berjalan mendekati Clarissa namun.
"Arrrrrrrrrrrrrh"
"Alice!!!!! "
Belum sempat Alice kembali mendekati Clarissa satu peluru sudah menembus kepala Alice dan kini Alice tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
" Dia memang tidak berguna"
"Carlos"
Satu orang laki-laki muncul di balik Alice dia adalah Carlos kepala pelayan keluarga Louis.
"Nona Clarissa anda bukan lagi keluarga Louis, sekarang anda adalah musuh kami"
Dan Carlos langsung mengarahkan pistol nya kepada Clarissa dan Clarissa langsung menghindari Carlos.
Terjadi baku tembak antara Clarissa dan Carlos di ruang utama markas keluar Louis.
Aku harus segera menyudahi tembakan ini, jika tidak semua anggota Chandradinata akan terlalu lama untuk masuk ke dalam,baiklah aku akan mencoba nya terakhir kali, anak ku Michelle doakan Mama
Dan pada akhirnya Clarissa yang masih bersembunyi di balik lemari -lemari kuno pada akhirnya keluar.
"Carlos keluar kau jangan jadi pengecut"
Dan tak beberapa lama Carlos keluar dan dalam hitungan detik pada akhirnya Clarissa berhasil menembak kepala Carlos.
"Aku harus segera menghancurkan tombol pengendali racun itu"
Dan pada akhirnya Clarissa berlari ke arah tombol tersebut dan menghancurkan tombol pengendali racun tersebut dengan pistol nya dan detik itu juga seluruh alarm tanda darurat di markas Keluarga Louis berbunyi.