
Nyonya Tiara kembali tersenyum dengan semua yang sudah dia katakan sendiri, nyonya Tiara seakan di buat bernostalgia akan masa muda nya dengan tuan Adrian.
"Adrian doaku akan selalu menyertai engkau"
Nyonya Tiara mencium kening tuan Adrian setelah mereka selesai bernostalgia masa - masa muda mereka.
Sementara itu di dalam kamar yang lainnya Kimmy juga sedang membantu Edward untuk menggunakan rompi anti peluru.
"Edward"
"Ya"
"Berjanjilah padaku, kau akan tetap kembali untuk anak kita"
Edward tersenyum dan mencium mesra kening istrinya.
"Pasti, dengan sekuat tenaga aku akan mencoba kembali, namun jika waktu nya tidak tepat, aku berharap kau bisa tetap menjadi wanita yang kuat dan tetap melahirkan dengan selamat buah cinta kita ini"
Air mata Kimmy hampir saja terjatuh mendengarkan ucapan dari Edward, namun dengan sekuat tenaga Kimmy tetap berusaha untuk menahan air mata tersebut.
"Pasti, dengan sekuat tenaga juga aku akan melahirkan buah cinta kita ini dengan selamat "
" Sayang mari kita sama - sama berjuang, aku tidak pernah meragukan perjuangan mu, karena kau pernah melakukan hal ini untuk ku bisa jadi seperti sekarang "
Edward kembali mencium kening istrinya,kini kimmy telah selesai membantu Edward menggunakan rompi anti peluru tersebut.
Pada akhirnya Edward dan Kimmy keluar dari kamar mereka dan mereka berjalan ke parkiran mobil, ketika mereka sampai di sana tuan Adrian, nyonya Tiara, tuan Jaya sudah menunggu.
"Edward ayo kita berangkat"
"Tunggu!! "
Semua orang menoleh melihat kedatangan Clarissa.
" Aku akan ikut dengan kalian ke Barcelona "
" Hei Clarissa,disini saja, jangan membuat susah kami di sana "
Edward mengatakan hal tersebut karena mulai kesal dengan sikap Clarissa yang keras kepala.
Pada akhirnya semua orang menatap Clarissa dengan tajam.
" Kami mengerti keinginan mu nona, tapi situasi di sana sangat berbahaya "
" Tidak masalah untuk ku, aku sudah terbiasa menghadapi bahaya dan aku memiliki sertifikat menembak dimana aku bisa melindungi diriku sendiri tanpa membuat repot kalian, lihat ini "
Clarissa mengeluarkan pistol di dalam saku nya dan dia tiba - tiba menembak beberapa pot bunga dalam waktu yang bersamaan.
" Bagaimana? jika kalian meragukan aku karena khawatir dengan keselamatan ku, aku bisa melindungi diriku sendiri "
" Adrian biarkan nona Clarissa ikut bersama dengan kita"
Ketika semua orang sedang terdiam untuk mempertimbangkan keikut sertakan Clarissa, tiba - tiba saja tuan Jaya bersuara.
"Tapi Pa"
"Adrian, percaya pada Papa, kita akan membutuhkan nona Clarissa pada nantinya "
Dan karena tuan Jaya sudah mengatakan demikian, maka tuan Adrian dan yang lainnya terpaksa harus setuju dengan keputusan tuan Jaya.
" Baiklah nona Clarissa, apa saja yang kau butuhkan untuk ikut dengan kami"
"Satu mobil lengkap dengan keamanannya dan beberapa orang pengawalan untuk membawa tawanan ku ikut serta "
" Don, sediakan semua yang nona Clarissa butuhkan, nona Clarissa kami akan berangkat lebih dahulu karena persiapan kami sudah selesai, nona akan berangkat bersama dengan Doni dan para pengawal tak lama setelah kami"
"Baiklah Pa, aku ikut semua yang Papa perintahkan saat ini"
"Ku harap kau bisa tepati janji mu untuk dapat menjaga dirimu sendiri "
" Pasti Edward "
Dan tak lama setelah itu tuan Adrian, tuan Jaya, Edward dan semua kepala pengawal masuk ke dalam mobil mereka untuk menuju ke bandara.
" Mari nona saya antar ke ruang tunggu "
Clarissa mengikuti Doni, sedangkan Kimmy dan nyonya Tiara memilih untuk diam dengan pilihan dari Clarissa.