I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
DALAM DEKAPAN JIAN LEE



Fanny melempar semua bantal yang ada di tempat tidur itu kepada Jian Lee.


"Hei, apa yang kau lakukan kenapa kau begitu kasar sekali"


"Pergi dari hadapan ku, kenapa kau tiba - tiba ada di samping ku ha? "


" Aku mengantuk dan aku tidur, apa salahnya? "


" Jelas salah, kenapa kau tidur disini Liu Yen, Liu Yen"


Fanny terus berteriak - teriak memanggil Liu Yen dan terus melempar bantal kepada Jian Lee yang sedari tadi terus menghindari serangan dari Fanny.


"Nona Fanny, anda sudah bangun "


Liu Yen yang masih bersama dengan Liyana dan mereka berdua mendengar teriakan dari Fanny segera datang menghampiri asal suara tersebut.


" Katakan padaku mengapa laki - laki ini bisa masuk ke dalam kamar ku, dan tiba - tiba saja tidur di atas kasur ku"


Fanny masih berteriak histeris kepada Liu Yen.


"Nona, tadi tuan Jian Lee yang mengantarkan nona Fanny kembali ke rumah"


"Sudah kubilang apakah kau tidak bisa tenang dan memberikan waktu aku untuk berbicara ha? "


" Pergi!!!! "


Fanny kembali berteriak kepada semua orang yang kini berada di dalam kamar tersebut.


" Nona anda tidak apa - apa? "


" Pergi!!!! "


Fanny kembali berteriak dan kini di dalam teriakan tersebut sudah ada air mata yang mulai mengalir.


" Tuan"


Liu Yen dan Liyana segera meminta tolong kepada Jian Lee untuk hal apa yang harus mereka lakukan,Jian Lee memberikan isyarat dengan matanya kepada Liu Yen dan Liyana untuk meninggalkan ruangan itu,dan pada akhirnya Liu Yen dan Liyana memilih kembali keluar dari dalam ruangan.


"Kau, kenapa kau belum pergi"


"Kalau aku tidak mau pergi bagaimana? "


Fanny mengatakan hal tersebut sambil berdiri di atas tempat tidur nya dan memegang bantal dan siap untuk kembali di arahkan ke Jian Lee.


"Pergi, pergi"


Fanny mengatakan kembali hal itu sambil terus menangis, dan Jian Lee bukannya pergi namun dia semakin mendekat ke arah Fanny, dan dengan satu tangannya yang kuat pada akhirnya Jian Lee berhasil meraih tubuh Fanny dan memeluknya dengan erat di atas tempat tidur.


"Lepaskan aku, lepaskan aku lepaskan!!! "


Fanny meronta - ronta di dalam pelukan dari Jian Lee, namun tenaga nya jelas tidak akan sebanding dengan kekuatan dari badan Jian Lee.


" Kubilang tenang, jika kau terus meronta seperti ini bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya kepada mu"


"Lepaskan!!!! "


Fanny terus berteriak - teriak di dalam pelukan dari Jian Lee, sampai pada akhirnya tenaga Fanny habis karena terlalu lelah melakukan perlawanan nya yang bisa di bilang percuma..


"Lepaskan aku, lepaskan aku"


Terakhir Fanny mengatakan hal itu dengan penuh air mata dan dengan tenaga yang sudah terkuras habis.


"Aku tidak akan melepaskan mu, dengarkan semua penjelasan ku, aku tidak ingin kau melawan ku "


Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil terus memeluk Fanny.


" Apa yang sebenarnya kau mau tuan muda Jian Lee "


Fanny mengatakan hal tersebut masih dengan tetesan air matanya.


"Kau ingin tau apa yang aku mau?"


"Yang aku mau adalah keselamatan mu, sekarang tenanglah"


Jian Lee membelai kepala Fanny mencoba memberikan ketenangan kepada Fanny dan sentuhan dari Jian Lee pada akhirnya sukses membuat Fanny menjadi tenang.


"Katakan"


"Baiklah, tadi pagi aku yang memindahkan mu dari penginapan itu, aku yang membawa mu kembali ke sini secepatnya, karena menurut aku dan Richard kondisi penginapan tersebut tidak terlalu kondusif untuk mu saat ini "