
" Hahahaha tidak mungkin laki - laki gila itu tertarik pada ku"
"Fan, namanya Jian Lee bukan laki-laki gila"
" Ah tetap saja dia gila"
"Hati - hati nanti kau bisa tergila - gila pada nya "
" Tidak akan, aku sedang mencari sosok laki - laki misterius yang semalam berada di dalam mimpi ku Kim,jika dia benar - benar nyata maka aku yang akan mengejar laki-laki tersebut "
"Laki - laki misterius?"
Fanny mengangguk-anggukkan kepalanya dan mulai bercerita mimpi yang di alami nya semalam.
Sementara itu di perusahaan Farmasi Chandradinata Richard dan tuan Martin sibuk untuk mempersiapkan keberangkatan penawar racun tahap pertama tersebut ke Rumah Sakit.
"Tuan Richard para awak media ternyata juga menunggu di pintu gerbang, apa yang harus kita lakukan? "
Tuan Martin melihat kerumunan awak media di pintu gerbang melalui CCTV yang berada di dalam ruangan Richard.
" Tuan, kita tidak akan pernah luput dari kejaran awak media, penawar racun ini telah menjadi uji coba besar, yang pada nantinya bukan menjadi milik Chandradinata Corp, namun sudah menjadi milik Pemerintah Negara W, jadi wajar jika warga sipil dan para awak media berburu berita tentang penawar racun tersebut"
"Lalu bagaimana tuan Richard? "
" Hmm, aku perlu tingkat keamanan yang super tinggi untuk membawa penawar itu keluar dari gedung ini menuju ke Rumah sakit Negara W, itu sebabnya aku sudah menyiapkan mobil dan juga pengawalan ketat dari Pemerintah Negara W"
"Baiklah tuan Richard, segera anda bawa penawar ini ke Rumah Sakit, anda harus sangat berhati - hati dalam membawa nya, karena penawar ini masih belum memiliki persediaan yang banyak, jika sampai terjadi sesuatu hal maka kita akan mengulang nya kembali dan itu sangat menghabiskan waktu mengingat ada dua tahap lagi yang harus kita selesaikan "
" Untuk urusan itu, tuan Richard tenang saja, kami yang akan menjawab semua pertanyaan para awak media "
" Terima kasih tuan Martin, baiklah aku harus segera pergi"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Richard, satu ahli Farmasi dan beberapa pengawal segera meninggalkan ruangan tuan Martin, Richard dan tim melewati pintu darurat yang langsung menuju ke parkiran mobil.
"Tuan, apakah kita bisa berangkat sekarang? "
" Ya lakukan"
Salah satu pengawal bertanya kepada Richard dan tim yang sudah duduk di dalam mobil keamanan tingkat tinggi dan mereka sudah bersiap meninggalkan gedung Farmasi tersebut.
Mobil mulai melaju pelan menuju gerbang utama, dan begitu gerbang di buka para awak media yang melihat logo Chandradinata ada di dalam mobil tersebut segera menghampiri mobil dan berusaha untuk meminta keterangan Richard yang berada di dalam nya.
Namun para pengawal memberikan keamanan yang sangat ketat sehingga pada akhirnya mobil tersebut berhasil lolos dari para awak media.
Mobil terus melaju di jalan raya, semua orang yang melihat mobil tersebut langsung menyingkir karena logo Chandradinata dinyalakan.
Namun tiba - tiba dari arah yang berlawanan satu mobil berhasil menghadang laju mobil para pengawal Chandradinata dan dari sisi yang lainnya satu mobil berhasil menabrak mobil yang berisi Richard dan tim.
"Selamatkan penawar racun ini"
Richard berteriak kepada semua anggota tim yang ikut serta di dalam mobil tersebut.
Satu orang ahli Farmasi segera mengamankan penawar racun tersebut.