I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
AHLI FARMASI TUAN MARTIN



"Dokter Fanny, saat ini semua alat - alat medis masih menempel di tubuh nona Clarissa, keadaan nona Clarissa bisa dibilang koma,dan hanya alat - alat ini yang bisa membantu nona Clarissa saat ini"


" Baiklah Dokter Carla, hari ini tuan Jian Lee meminta darah nona Clarissa untuk di teliti bersama dengan seluruh tim dari tuan Jian Lee, ada baiknya kita segera persiapkan pengambil darah tersebut, Dokter Dean bagaimana kondisi nona Clarissa pagi ini? "


Dean yang juga berada di dalam ruangan tersebut bersama dengan Liyana dan Liu Yen mereka memeriksa keadaan Clarissa dengan teliti pada pagi ini.


"Tidak ada masalah yang berarti Dokter Fanny untuk kondisi nona Clarissa, jadi kita bisa mengambil darah nona Clarissa "


" Baiklah, mari kita lakukan "


Dan tak beberapa lama pada akhirnya tim Dokter mengambil darah Clarissa untuk diserahkan kepada Jian Lee, dengan persyaratan yang sudah diberikan kepada Jian Lee.


Setelah pemeriksaan dan para Dokter memberitahukan hal - hal apa saja yang harus dilakukan Liu Yen dan Liyana di dalam merawat Clarissa pada akhirnya mereka keluar dari dalam ruangan menuju ke meja kerja masing - masing.


"Nona Liyana meja kerja anda akan di samping dari Dokter Dean, jika Dokter Dean membutuhkan sesuatu, maka Dokter Dean tidak akan susah mencari nona Liyana "


" Baiklah Dokter Carla"


"Dan Dokter Fanny akan tetap bersama dengan nona Liu Yen"


"Ya Dokter Carla "


" Apakah diperlukan menambahkan Dokter untuk misi kita kali ini? "


" Untuk sementara tidak Dokter Carla "


" Baiklah, darah nona Clarissa ini akan di bawa ke dalam bagian laboratorium sambil menunggu prosedur dari tuan Jian Lee lengkap untuk pengambilan darah dari nona Clarissa, bukan begitu Dokter Fanny? "


" Selama kalian masih berada di dalam misi ini maka pasien yang akan berada di tangan kalian hanya nona Clarissa saja, untuk pasien yang lain akan di berikan kepada Dokter lain yang bertugas "


"Baik, kami mengerti Dokter Carla"


Pada akhirnya semua Dokter dan perawat menuju ke ruang kerja masing - masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Sementara itu kini Jian Lee dan Richard berangkat ke perusahaan Farmasi milik Chandradinata dan sepanjang jalan Jian Lee menceritakan seperti apa Fanny kepada Richard dengan beberapa kali mengumpat.


"Hei Jian Lee, tak baik kau terlalu membenci wanita seperti itu, pada akhirnya kau bisa jatuh cinta pada nona Fanny "


" Tidak akan pernah aku jatuh cinta pada wanita itu"


"Hahahaha, mari kita lihat saja"


Dan pada akhirnya mereka berdua terus melajukan kendaraan mereka hingga menuju ke perusahaan farmasi milik Chandradinata, dan tak beberapa lama pada akhirnya mobil mereka masuk ke dalam perusahaan farmasi salah satu terbaik di dunia dan itu adalah milik milik keluarga Chandradinata,Richard dan Jian Lee segera turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam perusahaan tersebut.


"Selamat pagi tuan Richard dan tuan Jian Lee"


Satu orang pria paruh baya menyapa mereka berdua begitu mereka masuk ke dalam perusahaan farmasi tersebut.


"Perkenalkan nama saya Martin, saya adalah pimpinan dari para ahli farmasi di tempat ini, tuan Adrian sudah menceritakan semuanya kepada saya mengenai keadaan yang saat ini di alami oleh keluarga Chandradinata dan saya akan membantu dengan sekuat tenaga "


" Selamat pagi tuan Martin, terima kasih atas segala sesuatu nya, pagi ini kami membutuhkan persetujuan dari semua ahli farmasi yang terlibat di dalam pembuatan penawar racun teratai putih"


"Baiklah mari tuan - tuan saya antarkan kepada mereka "