
Tuan Adrian mengajak Richard untuk segera mengurus keperluan dari pemakaman Ibunda Kimmy,sedangkan Natan adik Kimmy kini berada bersama dengan nyonya Tiara dan juga Clarissa.
Saat itu juga rumah utama kediaman Chandradinata berubah menjadi suasana duka,berita kematian Ibunda dari nona muda Kimmy Valerie segera tersebar dengan cepat hingga tak beberapa lama para awak media segera mendatangi kediaman rumah utama milik Chandradinata.
"Pa,banyak awak media sudah berada di halaman depan"
"Baiklah Richard biar Papa dan Kakek yang akan menghadapi mereka,kau tetap urus saja pemakaman ini"
"Apa yang dikatakan Ayahmu itu benar Richard,ayo Adrian kita temui para awak media"
Tuan Jaya mengajak tuan Adrian untuk segera menuju ke halaman depan menemui para awak media yang sejak tadi menunggu kemunculan anggota Chandradinata,sedangkan Richard masih sibuk mempersiapkan pemakaman.
Sementara itu di ruangan yang lain nampak Kimmy yang sudah sadar dari pingsan hanya terbaring dengan bercucuran air mata.
"Terima kasih Dokter Carla"
"Sama - sama tuan Edward"
Setelah mengatakan hal tersebut Dokter Carla dan tim segera keluar dari kamar Edward dan Kimmy,kini Edward melihat pemandangan istrinya yang masih terbaring dengan menangis.
"Sayang,kemarilah,jika kau ingin menangis kemarilah aku akan memelukmu"
Edward berbaring disebelahnya Kimmy dan tanpa menunggu lebih lamar,Kimmy segera menelusup di dada bidang milik Edward dan tangisan Kimmy pun pada akhirnya semakin besar.
"Edward,aku bukan Dokter yang baik aku,aku"
Kimmy ingin sekali melanjutkan kata -katanya itu,namun rasa sesak di dadanya membuat Kimmy pada akhirnya kembali tenggelam di dalam tangisan nya.
"Sssssst,sayang aku mengerti apa yang saat ini sedang kau rasakan,kau pasti amat sangat kehilangan Ibu"
"Edward aku Dokter yang gagal,aku tidak bisa menyelamatkan Ibuku sendiri"
Kimmy mencengkram kuat tubuh suaminya dan Kimmy kembali tenggelam di dalam pelukan dari Edward Chandradinata.
"Sayang,kau sedang terintimidasi,bukan karena kau Dokter yang tidak hebat,namun semua ini sudah merupakan rencana Tuhan"
"Tapi aku belum sempat membahagiakan Ibu, kenapa kepergian Ibu tanpa pertanda,kenapa harus tiba-tiba?"
Kimmy kembali menangis dengan setiap pertanyaan yang diajukan kepada suaminya,yang suaminya sendiri tidak tau harus memberikan jawaban apa.
"Sayang,kau merasa jika kau belum membahagiakan Ibu itu adalah dari sisi pemikiran mu,namun apakah kau pernah bertanya pada Ibu dari sisi Ibu sendiri?"
"Kapan kau berbicara pada Ibu Edward? kenapa aku tidak ada dan kenapa kau tidak menceritakan hal ini kepada ku?"
Kimmy kembali terduduk di tempat tidurnya dan mengendurkan pelukan nya dari Edward"
"Beberapa hari yang lalu,tiba -tiba Ibu memanggilku dan kita berbicara di taman,Ibu minta hanya aku dan Ibu saja,tanpa kehadiran mu"
"Apa saja yang Ibu katakan Edward?"
"Ibu menitipkan mu dan juga Natan padaku,Ibu bilang beliau sebentar lagi akan pergi ke tempat yang indah,namun dia belum bisa mengajak kalian untuk ikut bersama dengannya,Ibu bilang tugas Ibu sudah selesai untuk mu,Ibu bilang kita pasti bisa menjaga Natan dengan baik,saat Ibu membicarakan hal itu Ibu terlihat sangat bahagia"
"Aku tidak menyangka jika semua perkataan dari Ibu tersebut menjadi sebuah pertanda akan kepergiannya yang mendadak di hari ini,namun sebetulnya di waktu itu Ibu sudah berpamitan kepada kita"
"Lalu kenapa Ibu hanya berbicara kepada mu?kenapa Ibu tidak mengatakan hal ini kepadaku?"
Tangis Kimmy kembali pecah ketika Kimmy mengatakan hal ini.
"Aku bisa paham,aku bisa mengerti mengapa Ibu hanya mengatakan hal ini kepadaku saja"
"Karena apa Edward?"
"Karena aku adalah pemimpin mu,karena aku adalah suamimu,karena kau adalah tanggung jawabku,itu sebabnya Ibu hanya mengatakan hal ini kepadaku sebagai orang yang bertanggung jawab atasmu dan juga mencintaimu"
"Jadi sekarang,kau bisa mengerti betapa Ibu sangat mencintai mu dan Natan,betapa Ibu sudah mempersiapkan hal ini dengan baik,dan Ibu tidak pernah pergi tanpa suatu pesan apapun kepada kita"
"Sekarang,jika kau ingin menangis karena sebuah rasa kehilangan aku sangat mengizinkan mu untuk melakukan hal itu,namun jika kau menyalahkan dirimu karena kau merasa belum membahagiakan Ibu,aku tidak akan pernah mengizinkan hal itu"
"Karena semua itu tidak benar,Ibu sangat bahagia dengan segala sesuatunya,itu sebabnya saat Ibu dipanggil Tuhan kembali , tidak ada lagi hal -hal yang membuat beliau berduka"
"Aku berharap intimidasi di dalam perasaan mu itu tidak kau rawat,biarkan intimidasi itu mati sehingga pada akhirnya kau bisa bebas dari rasa bersalah yang sebenarnya itu tidak pernah ada"
Kimmy menatap tajam Edward sambil terus menangis dan tak beberapa lama Kimmy kembali tenggelam di dalam pelukan dari Edward.
"Terima kasih Edward"
"Sama -sama sayang,aku mencintaimu Kimmy,jangan kau memiliki rasa bersalah seperti itu,rasanya seperti duri yang menusuk -nusuk di dalam dadaku"
Edward mengatakan hal tersebut sambil menciumi puncak kepala Kimmy dan kini Kimmy masih menangis karena hanya sebuah rasa kehilangan,bukan menangis karena sebuah rasa bersalah.