
Sementara itu di dalam ruangan,Clarissa sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, tidur panjang yang dia rasakan membuatnya menjadi terjaga pada malam hari ini.
Clarissa sedang memikirkan tentang keluarganya, Clarissa rindu untuk bertemu Kakek Lauren,karena bagaimanapun juga Kakek Lauren adalah keluarga kandungnya.
Kek,aku rindu bisa berkumpul lagi bersama dengan Kakek seperti dulu, bercanda dan menceritakan hal -hal lucu,Kek aku rindu untuk Kakek bisa bertobat ,meskipun banyak orang bilang tidak mungkin,namun aku selalu mendoakan Kakek agar bisa kembali ke jalan yang benar.
Air mata Clarissa menetes ketika Clarissa mengingat tentang keluarganya itu,sampai pada saatnya Richard tiba -tiba masuk ke dalam ruangannya.
"Hei sayang,kau sudah sadar"
Richard langsung berlari menghampiri Clarissa dan mencium keningnya, sesaat yang lalu Richard melihat Clarissa sudah tidak sadarkan diri,dan kini hatinya menjadi sangat bahagia ketika Richard Kembali dan melihat orang yang dicintainya tersebut sudah sadar.
"Sayang,kau tau aku begitu takut kehilanganmu,sampai -sampai sepanjang hari tadi aku menangisi mu hanya karena takut kehilanganmu"
Richard kembali menciumi tangan Clarissa, perasaan haru merasuk ke dalam sanubarinya yang paling terdalam, Clarissa memandangi orang yang dicintai saat ini dengan tatapan yang teduh.
"Sayang"
Deg
Richard mendengar suara,dan Richard seakan tak percaya jika suara tersebut berasal dari mulut Clarissa.
"Rissa,aku sudah bisa berbicara,Rissa coba katakan lagi satu patah kata"
Richard begitu antusias ketika mendengar suara dari orang yang dia cintai.
"Richard,ini aku orang yang kau cintai, keajaiban berpihak kepada kita,Tuhan mendengar setiap doa mu"
"Rissa"
"Rissa Tuhan begitu baik kepada kita,sejenak yang lalu aku berkata Tuhan itu tidak adil,namun aku salah Tuhan itu sangat adil sayang "
"Bagaimana apa yang kau rasakan saat ini?"
"Richard,badan ku masih tidak bisa untuk digerakkan,aku hanya bisa menggunakan suaraku saja"
Clarissa kembali menangis ketika dia menyadari bahwa dirinya masih belum bisa mengerakkan badannya.
"Tidak masalah sayang,kau pasti akan kembali sehat,jika hari ini aku dapat melihat mu berbicara,maka aku juga akan dapat melihat mu kembali berjalan dan melakukan banyak hal,yang sabar yah"
Richard kembali mencium kening Clarissa dan tiba -tiba ada satu suara yang berbunyi dari dalam perut Richard.
"Ah sayang maafkan aku,mungkin ini karena seharian aku belum makan,aku terlalu mengkhawatirkan mu Sehingga aku melupakan diriku sendiri"
Clarissa tersenyum dengan semua perkataan Richard.
"Makanlah sayang,aku tidak mau jika pada nantinya kau ikut sakit,aku tidak akan bisa memanfaatkan diriku jika hal itu sampai terjadi dengan mu"
"Siap laksanakan sayang"
Dan pada akhirnya Richard menghubungi koki yang berada di rumah utama untuk membawa kan makanan ke Rumah Sakit, sepanjang malam hari ini Richard menghabiskan waktunya dengan penuh kebahagiaan bersama dengan Clarissa, meskipun mereka berada di Rumah Sakit namun hal tersebut tidak pernah menyurutkan sukacita dari mereka berdua.
Ketika Richard sedang bahagia, lain halnya dengan Fanny dan Liyana,hari ini Fanny tidak merasakan gangguan Jian Lee yang terlalu berlebihan sehingga hal tersebut membuat Fanny merindukan setiap perkataan-perkataan jahil dari Jian Lee
"Kenapa hari ini kau tidak datang ke ruangan ku?"