
Lama Kimmy berada di dalam kamar mandi berharap dia melihat Edward masuk ke dalam menyusul dirinya, namun apa yang didapatkan saat ini hanyalah kekosongan semata
Rasa sedih kembali menyelimuti hati Kimmy, rasa ketertolakan akan suaminya mulai membuat Kimmy merasa insecure.
"Apa aku tidak menarik lagi, apa tubuhku sudah terlalu gendut, apa dia betul - betul tidak mencintai ku?"
Kimmy berdiri di depan kaca besar yang berada di dalam kamar mandi tersebut, dirinya mulai memandang setiap inci bagian dari tubuhnya, rasa insecure yang saat ini Kimmy rasakan begitu hebat, hanya karena Edward tidak mau untuk menyentuh dirinya kembali.
Kimmy mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin berharap apa yang dia rasakan, apa yang dia pikirkan semua tidak benar adanya
Selesai mandi Kimmy kembali ke dalam kamar dan dia masih melihat Edward bermain ponsel di tempat tidur mereka, perlahan Kimmy yang memakai handuk mulai melepaskan handuk nya dan mulai berganti baju dihadapan Edward.
Edward yang merasakan kehadiran tubuh istrinya dan yang sudah mulai melihat pemandangan menggairahkan segera cepat berdiri dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa melihat tubuh Kimmy lagi.
Kimmy yang mengetahui Edward begitu menghindari dirinya segera duduk dimeja rias dan menggunakan handuk nya kembali.
"Apa dimata nya aku tidak semenarik itu? Sehingga ketika tadi ketika dia melihatnya langsung pergi"
"Apakah semua laki-laki itu sama saja, setelah mereka bosan mereka akan membuang nya, apakah Edward orang yang seperti itu juga?"
Sambil mulai mengeringkan rambutnya yang basah Kimmy terus memiliki pikiran yang negatif tentang Edward
Sementara Edward yang berada di dalam kamar mandi sedang mengatur setiap nafasnya, setiap detak jantung nya untuk kembali stabil supaya dia tidak memerlukan nona malam untuk melakukan pelepasan nya.
Di bawah guyuran air dingin, Edward berusaha kerasa untuk tidak membayangkan tubuh istrinya yang begitu menggoda hasratnya.
Perlahan dalam guyuran air Dingin Edward mulai memukul tangan nya di tembok meratapi keanehan di dalam dirinya
Dulu saat hidupnya masih penuh dengan kebencian dia tidak pernah merasa menderita dengan keanehan yang dimilikinya, namun saat dia kembali mulai mencintai seseorang dia baru merasakan betapa menderita nya dia ketika keanehan ini masih berada di dalam dirinya.
Edward keluar dari kamar mandi melihat Kimmy sudah berdandan cantik, hari ini Kimmy memakai dress pendek tangan lengan berwarna biru langit dengan riasan tipis yang natural
"Sayang bagaimana penampilan ku apakah aku sudah terlihat cantik "
Kimmy bergaya di depan Edward dan sesekali tersenyum centil dihadapannya
"Siapkan aku sarapan, aku lapar"
Kau sangat cantik istriku, aku akan selalu menjagamu
Kembali Edward hanya mengatakan hal itu di dalam hatinya, di saat istri ingin mendapat pujian dari sang suami tapi disini kembali Kimmy tidak mendapatkan hal tersebut.
"Baiklah aku akan turun ke bawah dan menyiapkan mu sarapan, segeralah menyusul"
Kimmy membalikan badan dan meninggalkan kamar mereka.
Sungguh aku tidak akan pernah terlihat menarik dihadapannya, apa benar aku hanyalah sebuah boneka untuk dirinya, aku berharap dengan setiap sentuhan dan perhatian yang diberikan untuk ku membuatnya memiliki perasaan cinta, namun sepertinya harapanku itu terlalu tinggi untuk saat ini, ayo Kim tetaplah semangat yang penting dia terbuka denganmu dulu agar kau bisa membantu dirinya mengatasi setiap permasalahan yang sedang di alaminya.
Kimmy mencoba menguatkan hatinya dia melakukan hal tersebut supaya tetap semangat berada disisi Edward demi untuk sebuah kesembuhan dan demi cinta nya.