I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
AKU MENCINTAIMU JIAN LEE



"Lalu bagaimana dengan mu?"


"Pergilah semua akan baik -baik saja,masih banyak pengawal yang saat ini bersama dengan ku"


"Baiklah jika itu memang yang kau mau"


Dean langsung bergegas meninggalkan Fanny menuju ke mobil pribadinya dan pada akhirnya Dean meninggalkan perusahaan farmasi tersebut dan kembali ke Rumah Sakit.


Sementara itu kini Fanny masih menunggu Jian Lee sadar di dalam mobilnya,Fanny menaruh kepala Jian Lee di atas pangkuannya agar Jian Lee bisa tetap berbaring dengan nyaman.


Menit demi menit pun berlalu,Fanny tidak mendapatkan adanya pergerakan dari tubuh Jian Lee.


"Kau kenapa sih,kau tau aku khawatir sekali dengan keadaan mu saat ini"


Fanny mencoba membuka beberapa kancing baju Jian Lee agar Jian Lee bisa lega untuk bernafas, khawatiran Fanny bertambah karena sudah hampir dari tiga puluh menit Jian Lee masih belum sadar,Fanny segera menghubungi Rumah Sakit,namun belum sempat telepon nya tersambung tiba -tiba Fanny Melihat Jian Lee sudah membuka matanya.


"Kau sudah bangun?"


Jian Lee yang baru setengah sadar tiba -tiba dikagetkan dengan kepalanya kini berada dipangkuan Fanny langsung saja Jian Lee bangun dan duduk di samping Fanny.


"Ada apa denganku?"


Jian Lee menggaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal dan dia merasa bingung,namun Fanny tidak berkata -kata apapun dengan kebingungan dari Jian Lee,Fanny menatap tajam Jian Lee dan pada akhirnya Fanny memeluk erat Jian Lee dan menangis.


"Kau jahat, kau membuat ku khawatir"


Hal tersebut yang pertama kali Fanny katakan kepada Jian Lee dan Jian Lee begitu kaget mendapatkan pelukan dari Fanny dan mendengarkan Fanny menangis.


"Hei,kenapa kau menangis?aku baik -baik saja"


Fanny langsung mengendurkan pelukan nya terhadap Jian Lee dan pada akhirnya kembali menatap Jian Lee.


"Kau sungguh tidak apa-apa ,lalu kenapa tadi kau pingsan?"


"Aku pingsan?ah mungkin karena aku lapar,karena sejak dari semalam aku belum makan"


Perkataan dari Jian Lee sontak membuat Fanny merah padam.


Fanny cemberut dan menyilang kan ke dua tangan nya di dada.


"Lalu kenapa jadi kau yang marah ha?"


Fanny menatap kembali Jian Lee seakan -akan dia ingin menyembur wajah Jian Lee dengan air.


"Kau tau aku begitu khawatir terhadap mu,kau tau aku tadi begitu panik,aku kira ada yang terluka darimu,dan sekarang kau bangun dan hanya mengatakan itu semua karena kau belum makan ?"


"Iya memang kenyataannya seperti itu!?


"Sungguh kau manusia,aku tidak tau pikiran mu seperti apa,kau aku begitu khawatir kepada mu karena".


"Karena apa?"


Jian Lee mencoba memancing Fanny untuk meneruskan setiap kata -katanya.


"Karena,karena aku mencintaimu"


Fanny pada akhirnya mengatakan perasaannya kepada Jian Lee satu kata yang Jian Lee tunggu keluar dari dalam mulut Fanny.


"Jadi sekarang kau mengaku telah jatuh hati padaku"


Jian Lee mengangkat dagu Fanny dan memandang dengan tajam wajah Fanny.


"Iiiyyaa"


Fanny kembali menundukkan wajahnya dan tak kuasa untuk memandang Jian Lee.


"Ah sudahlah,aku akan kembali ke Rumah Sakit"


Fanny menarik pintu mobil dan bersiap berpindah ke kursi kemudi mobil,namun tubuhnya telah lebih dahulu di tarik oleh Jian Lee ke dalam pelukannya.


"Aku ingin seperti ini sebentar saja"