
Setelah selesai melakukan panggilan telepon dengan Richard, Edward segera menutup panggilan tersebut.
"Edward bagaimana keadaan Richard? "
" Semua aman terkendali, untuk sementara jangan kau informasikan terlebih dahulu apa yang sudah terjadi kepada Richard di jalan raya tadi kepada para nona yang saat ini masih asyik bercerita, nanti setelah penawar racun itu selesai di masukan baru kita akan menjelaskan apa kau setuju?"
"Ya, aku setuju Edward, untuk sementara lebih baik untuk Kita tidak memberikan informasi apapun kepada mereka "
Dan pada akhirnya Edward dan Jian Lee lebih untuk memilih diam dan tidak memberitahukan perkara ini kepada Fanny dan Kimmy yang masih asyik berbincang di ruangan Fanny.
Tak beberapa lama kemudian pada akhirnya mobil Richard tiba di halaman Rumah Sakit, para awak media segera mengejar mobil tersebut hingga pada akhirnya dapat di halau oleh para pengawal Chandradinata.
Richard turun dari dalam mobil bersama dengan tim dan segera menuju ke ruang eksklusif milik Chandradinata yang berada di lantai paling atas dengan lift khusus.
"Richard, bagaimana apa kau aman? "
Richard yang pada akhirnya tiba di ruang eksklusif segera di peluk oleh Edward dan Jian Lee secara bergantian.
" Semua nya aman terkendali aku sama sekali tidak memikirkan nyawaku, aku hanya berpikir agar penawar sampai dengan selamat di Rumah Sakit ini"
"Ya, ya kami mengerti perasaan mu, ayo kita harus segera ke ruang rapat untuk memulai pertemuan kita"
"Baiklah, ayo"
Mereka bertiga diiringi oleh beberapa orang dari tim segera keluar dari ruangan eksklusif ke menuju ruangan Fanny.
"Hei Richard, jangan kau memasang wajah gugup atau apapun juga, kami sepakat tidak memberitahukan kejadian ini kepada nona Kim dan juga nona Fanny "
" Baiklah aku mengerti"
"Ya, kita harus muncul dengan wajah yang baik agar mereka tidak curiga, aku juga sudah memberitahukan Papa agar tetap bersikap biasa saat sudah berada di dalam ruangan"
Mereka bertiga mengatakan hal tersebut sambil terus berjalan menuju ke dalam ruangan Fanny, tak beberapa lama mereka pun tiba dan masuk ke dalam, di dalam ruangan tersebut sudah ada Fanny, Kimmy, Dokter Carla, Dokter Dean, Liu Yen, Liyana, tuan Adrian, tuan Jaya dan juga para Dokter yang akan ikut serta di dalam hal ini.
"Selamat pagi semuanya, baiklah dengan kita berkumpul disini, tentunya kita tau hal apa yang akan kita lakukan, Dokter Fanny bagaimana apakah semua sudah siap?"
"Semua sudah siap tuan Adrian "
" Baiklah,Dokter Carla apakah penanganan pasien lain masih bisa dilakukan dengan baik? mengingat bahwa pada hari ini banyak Dokter yang akan bersama dengan kita"
"Semua aman tuan Adrian "
" Baiklah jika seperti itu, sekarang nona Fanny harap bisa menjelaskan kepada kami dengan singkat kondisi nona Clarissa "
Dan pada akhirnya Fanny menerangkan semua kondisi Clarissa, semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut mengerti akan penjelasan dari Fanny.
" Baiklah karena tidak ada yang perlu kita lakukan lagi disini, alangkah baiknya sekarang kita menuju ruang nona Clarissa "
Dan semua peserta rapat tersebut keluar dari ruangan Fanny untuk menuju ke ruangan Clarissa, tidak semua bisa masuk ke dalam hanya beberapa tenaga medis yang akan berada di dalam ruangan tersebut.
" Fanny"
"Iya Kim"
"Semangat kau pasti bisa melakukan nya dengan baik"
Kimmy dan Fanny berpelukan dan kemudian keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Sayang ayo aku antar kau ke ruang eksklusif untuk beristirahat "
" Ah baiklah Edward "