I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
MENCOBA MEMELUKNYA



Ingin hati Kimmy berkata tidak, hati Kimmy ingin selalu menolaknya namun bagaimana pun status dia sekarang adalah sebagai seorang istri dan bukan lagi sebagai seorang gadis single, itu sebabnya siang ini Kimmy mencoba pasrah dengan apapun yang akan di lakukan tuan Edward terhadap dirinya.


"Apakah kau sudah menggunakan semua kartu yang ku berikan untukmu? "


Kimmy membersihkan mulut tuan Edward dengan sapu tangannya


"Sudah tuan satu kartu sudah aku gunakan untuk melunasi semua biaya uang kuliah dan biaya wisuda, aku memiliki tunggakan dalam biaya kuliah sehingga aku hampir tidak bisa menyelesaikan kuliah ku"


Ketika Kimmy berbicara tuan Edward menatap Kimmy dalam - dalam dari mulai mata, hidung hingga pada bibirnya


"Lalu bagaimana dengan sembilan kartu lagi yang sudah aku berikan padamu, akan kau gunakan untuk apa saja kartu tersebut ha?


Maafkan aku tuan, namun aku belum tau akan aku gunakan untuk apa saja kartu - kartu itu


Apa kau sudah perawatan tubuh? apa kau sudah membeli baju, sepatu, dan perlengkapan wanita yang lainnya? Ingat kau sekarang adalah istri dari Edward Chandradinata dimana semua orang akan melihat dirimu, kau bukan lagi rakyat biasa yang bisa seenaknya"


Kimmy dengan telaten masih membersihkan makanan di meja dan mendengarkan semua perkataan tuan Edward, namun Kimmy hanya memilih untuk diam dan tidak menjawab semua yang sedang dikatakan oleh tuan Edward.


"Hei apa kau tak mendengar ku?


Maafkan aku tuan, tapi aku tidak begitu paham dengan semua yang tuan sedang bicarakan, aku tidak begitu mengerti mana model baju yang terkenal saat ini, merek baju mahal dan semuanya itu aku kurang begitu mengerti tuan


Hahahaha kau memang benar - benar rakyat jelata yang tidak mengerti soal apapun, lalu apa saja kegiatan mu selama ini ha?


Kegiatan ku hanyalah belajar tuan, kami memang dari keluarga yang tidak seterkenal atau keluarga sekaya keluarga Chandradinata namun kami keluarga yang saling menyayangi, aku harus belajar dengan giat supaya aku bisa mendapatkan semua beasiswa dan aku tidak perlu membayar mahal untuk setiap biaya kuliahku aku hanya ingin menjadi seorang dokter yang bisa mengobati orang - orang tidak mampu tuan, jadi aku sama sekali tidak pernah berpikir apapun selain itu"


Sambil dalam posisi berdiri Kimmy mulai menjelaskan semuanya kepada tuan Edward, selama ini sudah cukup habis kesabaran nya ketika tuan Edward selalu menghina dia sebagai rakyat jelata, Kimmy memang hanyalah seorang gadis polos yang ingin mewujudkan cita - cita nya menjadi seorang dokter demi untuk menolong orang - orang lain terutama yang tidak memiliki biaya untuk berobat.


Dan tidak terasa air mata Kimmy mulai mengalir ketika dia menjelaskan semuanya kepada tuan Edward.


Tuan Edward menatap Kimmy dan seketika dia beranjak dari tempat duduknya mendekat ke arah Kimmy, semakin mendekat dan pada akhirnya mendaratkan ciumannya kepada Kimmy.


Kimmy yang kaget mendapatkan serangan dadakan berusaha untuk memberontak tapi sepertinya usaha Kimmy sia - sia


Tuan Edward dengan sangat erat memeluk Kimmy dan mulai mencium bibirnya dalam - dalam


Awalnya Kimmy terus memberontak, namun pada akhirnya dirinya mulai pasrah, dia ingat akan setiap ucapan Fanny dan sekarang Kimmy sadar bahwa dia adalah seorang istri dan jika ini termasuk pelayanan yang harus dilakukannya maka dia akan mencobanya


Perlahan Kimmy mulai membalas pelukan tuan Edward, Kimmy melingkarkan ke dua tangannya di leher tuan Edward


Kimmy mencoba membalas ciuman tuan Edward meskipun dia bukanlah gadis yang pandai dalam hal berciuman, namun dia tetap ingin mengimbangi permainan panas tuan Edward.


Tuan Edward terus mencium Kimmy dan pada akhirnya tuan Edward merebahkan Kimmy di atas tempat tidur di dalam ruangan tersebut.


Kimmy sudah sangat pasrah dengan apapun yang akan terjadi pada dirinya, Kimmy pasrah jika keperawanan nya akan diambil hari ini oleh pria yang tidak dia cintai.


Namun sesaat setelah itu tuan Edward menghentikan setiap sentuhannya terhadap Kimmy, matanya menatap tajam ke arah kimmy


"Tuan kenapa tuan berhenti melakukannya?


Jadi kau mau lebih dari ini ha?, dasar wanita murahan!!! "


Kimmy yang mendengar kata - kata itu keluar dari mulut tuan Edward segera bangkit berdiri dari tempat tidurnya.


" Apa wanita murahan tuan bilang? tuan apakah tuan sadar apa yang kau katakan itu? tuan sebut aku wanita murahan ha?


Tuan aku ini istrimu, aku bukan nona malam yang hanya memuaskan setiap nafsu mu aku seorang istri yang ingin memberikan yang terbaik kepada suaminya


Jika kau tak ingin menyentuhku aku juga tak pernah mempermasalahkan hal itu, tapi tuan kau sangat tega menyebutkan wanita murahan


Asal kau tau saat aku menikah dengan mu, itulah pertama kalinya aku berdekatan dengan laki - laki, pertama kalinya aku dicium, disentuh dan di cumbu siapa yang melakukannya


Hanya kau tuan Edward Chandradinata, kau adalah laki - laku pertama yang melakukan ini semua kepadaku


Dan saat ini laki - laki tersebut berdiri dihadapanku sebagai suami sah dariku dan dia tega berkata itu terhadap istrinya


Kimmy mulai menangis histeris ketika dia mengucapkan semua kata-kata yang sudah dipendamnya lama, kini kata - kata tersebut keluar semua dengan sendirinya.


"Kau keluar sekarang juga dari ruangan!!! keluar!!!


Tuan maafkan aku, maafkan aku


Keluar!!!


Kimmy keluar dari ruangan tuan Edward sambil menangis, tapi begitu dia sampai di luar ruangan kembali Kimmy harus memberikan senyuman nya yang palsu kepada kedua pengawal yang sedang berjalan, begitupun saat Kimmy harus melewati setiap para karyawan di perusahaan tuan Edward, dia tidak ingin semua karyawan memandang tuan Edward sebelah mata.


"May maaf memanggilmu kembali kesini aku tidak jadi pulang dengan suamiku, sekarang kita kembali ke rumah"


Maya yang melihat nona besarnya seperti habis menangis hanya terdiam dan segera melajukan mobil yang di bawa untuk kembali ke rumah putih dan dalam perjalanan pulang Kimmy hanya terdiam dalam lamunan.


Sementara itu di tempat tuan Edward.


"Duak, Duak, Duak semua wanita sama murahan "


Tuan Edward kembali melampiaskan kemarahan nya kepada sebuah samsak yang sengaja di taruh khusus di dalam ruang tersembunyi di dalam bagian ruangan nya.


" Clarissa dan semua wanita di dunia ini sama saja dasar kalian wanita murahan kurang ajar, tidak tau diri "


Tangan tuan Edward terus memukul muncul samsak tersebut hingga pada akhirnya Doni masuk ke dalam ruangan dan mencoba menenangkan tuan Edward.


" Cukup tuan Edward anda bisa terluka jika terus seperti ini"