
" Ya Kek, untuk sementara aku akan berkonsentrasi dengan pernikahan ku dan konsentrasi untuk mendapatkan simpati rakyat dari Negara B ini, jadi saat nanti aku kembali kepada Chandradinata ada satu kekuatan penuh yang berada di dalam genggaman ku"
"Bagus, lakukan hal yang bisa membuat kemenangan terjadi di pihak kita"
Bukan di pihak kita, tapi di pihak ku, bukan cuma keluarga Chandradinata yang akan aku bunuh, tapi kau juga Lauren, kau terlalu banyak menjadikan orang lain sebagai boneka untuk balas dendam, kau tidak pernah mau untuk menampakkan batang hidung mu kepada mereka, dasar Kakek-kakek tua, peyot, pengecut lihat saja sebelum aku berurusan dengan mereka, aku akan melenyapkan kau terlebih dahulu Lauren.
Rena mengatakan semu hal tersebut di dalam hatinya, kejahatan Rena memang tidak sebanding dengan tuan Lauren, namun Rena miliki otak yang sangat cerdas dan licik untuk membuat semua yang dia rencanakan menjadi berhasil.
"Kek aku permisi "
" Silahkan, jaga dirimu "
Rena keluar dari dalam kamar tuan Lauren, kini di dalam ruangan hanya tinggal tuan Lauren seorang.
" Louis,Papa sangat puas, karena dulu Papa berhasil membunuh Carlote, Louis Papa sangat puas karena bisa membuat kekacauan demi kekacauan yang terjadi di keluarga Chandradinata, Papa rindu nak"
Tuan Lauren menangis dalam kesedihan setiap dia menginga tentang tuan Louis orang tua kandung Clarissa yang merupakan putra tunggal tuan Lauren yang mati karena butuh diri, karena alasan inilah tuan Lauren bertekad akan menghancurkan Chandradinata, namun ada sebuah kesalahan yang seperti nya dilakukan tuan Lauren dalam menempatkan Rena menjadi salah satu orang kepercayaan nya.
Hari ini, malam yang semakin larut telah menembus ke setiap relung hati dari semua orang dengan masalah nya masing-masianh hingga tak terasa pada akhirnya malam tersebut bergantikan dengan pagi.
RUMAH SAKIT NEGARA W
"Selamat pagi Dokter Fanny "
" Pagi Liu Yen"
"Bagaimana keadaan nona Clarissa?"
"Dokter Dean sedang menuju ke ruangan nona Clarissa Dokter "
" Ah baiklah aku akan segera pergi ke ruang itu juga "
Fanny yang baru saja datang segera menuju ke ruang Clarissa, dan setelah sampai disana terlihat Dean sedang memeriksa keadaan Clarissa, Clarissa sudah membuka ke dua matanya namun ada yang aneh dengan kondisi dari Clarissa.
"Fan perhatikan ini"
Dean menunjuk semua anggota tubuh Clarissa.
Lumpuh.
Satu kata yang ada di dalam hati Fanny saat dia melihat semua keadaan nona Clarissa.
"Dean panggil semua Dokter ahli ke ruangan ini segera!!!"
"Baiklah "
Dean segera berlari dari ruangan Clarissa untuk memanggil beberapa Dokter ahli untuk memeriksa keadaan Clarissa lebih lanjut,sedangkan Fanny kini mulai mendekati Clarissa untuk melihat keadaan nya lebih dekat.
" Liu Yen dimana tuan Richard? "
" Semalam pada akhirnya tuan Richard beristirahat di ruang eksklusif, para petugas Rumah sakit yang meminta nya Dokter"
"Jadi tuan Richard sampai saat ini belum mengetahui kondisi nona Clarissa? "
" Belum nona"
"Baiklah "
Fanny semakin mendekat ke arah Clarissa, Clarissa memberikan tatapan yang tajam kepada Fanny seakan - akan ingin sekali banyak bercerita, namun dia tidak dapat menggerakkan semua anggota tubuhnya termasuk juga suaranya.
" Nona Clarissa, ini aku Fanny"
"Nona,aku adalah Dokter yang bertanggung jawab atas mu, ini Liu Yen dia adalah asisten pribadi ku, nona bersabar lah semua akan baik-baik - baik saja"
Dengan perlahan Clarissa mulai mengeluarkan air mata nya.