I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BONCHAPTER 9



Dan tanpa butuh waktu lama, Edward segera memulai permainan nya dengan mendominasi setiap permainan yang mengairahkan pada malam hari itu.


"Aku mencintaimu Kimmy Valerie"


Di akhir segala aktivitas suami istri mereka, Edward mengatakan rasa cintanya kepada sang istri yang dengan setia selalu berada disamping dirinya apapun keadaannya saat ini.


"Tidurlah"


Kimmy mengecup mesra kening suaminya dan pada malam hari ini pada akhirnya mereka berdua tertidur dalam satu balutan selimut tebal dengan dua perasaan cinta yang begitu kuat.


"Selamat pagi semuanya"


Pagi harinya Edward dan Kimmy turun ke meja makan untuk sarapan bersama dan sesampainya mereka di sana, mereka sudah melihat Richard, Clarissa dan juga Natan ikut hadir sarapan bersama - sama.


"Natan,kau sudah siap?"


"Ya kak Edward Natan sudah siap dengan segala sesuatunya"


"Bagus"


Semua tersenyum dan menikmati sarapan pagi itu dengan sukacita sampai ada satu orang gadis yang tiba -tiba berlari ke arah mereka dan mulai memeluk Kimmy.


"Hei,ada apa Lisa?kenapa kau memeluk kakak iparmu dengan sangar kencang?"


Edward yang bingung dengan tingkah dari Lisa segera mengeluarkan suaranya.


"Sayang ada apa?"


"Kak Kim,Lisa ikut ke Paris"


Suara Lisa terdengar terbata -bata mengatakan semua hal tersebut.


Kini semua orang yang berada di meja makan saling berpandangan tak terkecuali tuan Adrian dan juga nyonya Tiara.


"Pa,Ma,ini bagaimana?"


Kimmy mencoba bertanya kepada tuan Adrian dan nyonya Tiara selaku orang tua dari Lisa,tuan Adrian mencoba untuk mengerti apa yang putrinya mau,namun nyonya Tiara dengan kuat menggelengkan kepalanya.


"Lisa,untuk apa Lisa ikut ke Paris?"


Lisa yang sudah mengendurkan pelukannya kepada Kimmy kembali menatap semua anggota keluarga Chandradinata sambil menunjuk wajah Natan.


"Sayang,Natan di sana bukan untuk bermain,tapi di sana Natan akan belajar"


Nyonya Tiara mencoba memberikan pengertian kepada putrinya yang berkebutuhan khusus tersebut.


"Tidak mau,Lisa mau tetap ikut dengan dia"


Lisa kembali menangis histeris dan begitu kuat untuk ikut ke Paris bersama dengan Natan dan juga Richard.


"Pa bagaimana ini,aku belum pernah melepaskan Lisa untuk pergi seorang diri dalam jangka waktu lama,tapi jika kemauannya tidak dituruti dia akan terus seperti itu"


Nyonya Tiara mencoba bertanya keputusan yang terbaik kepada tuan Adrian.


"Lisa,apa kau juga ingin belajar melukis?apa kau juga memiliki cita-cita sebagai seorang pelukis?karena Natan akan pergi kesana untuk hal itu"


Lisa mengangguk-anggukkan kepalanya dengan sangat kencang begitu tuan Adrian bertanya tentang mimpinya menjadi seorang pelukis.


"Ma,Pa sepertinya sudah saatnya kita membiarkan adikku ini memiliki pilihan nya sendiri,aku yakin keterbatasan yang dia miliki tidak akan pernah menghalangi nya untuk menjadi orang yang berhasil"


Edward mencoba untuk mengutarakan pendapatnya kepada kedua orang tuanya itu.


"Adrian,Tiara,apa yang dikatakan oleh Edward benar,cucuku Lisa juga berhak menggapai mimpinya,akan menjadi tidak adil jika cucuku tidak bisa mencapai mimpinya karena sebuah keterbatasan"


Kali ini tuan Jaya yang pada akhirnya bersuara untuk mendukung apa yang Edward katakan,dan nyonya Tiara serta tuan Adrian pada akhirnya saling berpandangan dan dari berpandangan tersebut memberikan satu hasil keputusan.


"Baiklah,Papa setuju untuk Lisa ikut pergi ke Paris,namun dengan catatan Lisa akan ditemani oleh beberapa pelayan di sana"


"Setiap akhir pekan,Mama akan menjenguknya sayang"


"Richard, Clarissa apa kalian keberatan?"


Kini Clarissa dan Richard kembali saling berpandangan dan pada akhirnya terjadi sebuah keputusan.


"Sama sekali tidak Pa,Ma"


Dan Lisa yang mendengarkan keputusan tersebut lompat kegirangan,namun mata Kimmy mulai melihat gelagat yang aneh pada Natan,satu senyuman kebahagiaan terlihat jelas dari wajah sang adiknya itu