I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEPANIKAN RICHARD



Michelle kecil mencium pipi dari Richard dan kini minta untuk di gendong oleh Richard, Richard menyambut Michelle dengan penuh kasih sayang dan dengan kebersamaan nya dengan Michelle pada hari ini pada akhirnya memantapkan Richard untuk menerima tawaran dari Edward.


"Baiklah Richard jika itu memang sudah menjadi keputusan mu, esok hari datanglah ke rumah utama agar kau bisa bertemu dengan kami semua "


Edward menutup panggilan telepon dari Richard, dan tersenyum dengan segala sesuatu yang sudah dibicarakan nya.


" Aku ikut bahagia pada akhirnya kau bisa menerima semuanya, aku harus menghubungi semua pengacara Chandradinata, memberitahukan hal ini kepada semua anggota keluarga Chandradinata agar esok hari saat Richard datang ke rumah utama untuk tanda tangan semua aset ada kita"


Edward segera menghubungi semua anggota keluarga Chandradinata termasuk juga istrinya.


Sementara itu Richard yang sudah selesai menghubungi Edward dan mengatakan bahwa dia bersedia menerima semua aset pemberian tuan Adrian, serta akan memperjuangkan Clarissa, Richard mulai keluar ruangan tempat Michelle di rawat karena disini Richard melihat Michelle sudah terlelap.


Richard kembali menuju ruang rawat Clarissa, dan ketika Richard sampai, Richard di buat kaget karena Clarissa sudah tersadar.


"Hei Rissa kau sudah sadar, suster kenapa kalian tidak memberitahukan aku? "


" Maafkan kami tuan Richard, nona Clarissa yang melarang kami untuk memberitahukan nya tuan Richard "


Dua orang perawat sedang mencoba untuk membantu Clarissa duduk di atas tempat tidurnya.


Clarissa hanya terdiam melihat kedatangan Richard, Clarissa bingung harus mengatakan apa, luka - luka di wajahnya membuat dia tidak banyak berbicara.


Tak beberapa lama Dokter Rena masuk dan kembali memeriksa keadaan Clarissa.


"Halo nona, Clarissa, apa yang kau rasakan saat ini, apa ada rasa nyeri atau apapun?"


Clarissa hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa kondisi nya sudah cukup stabil.


"Baiklah kau harus tetap tinggal di Rumah Sakit untuk beberapa hari sampai kami betul - betul menyatakan kau sembuh total"


"Terima kasih Ren"


Richard yang sedari tadi mengamati Dokter Rena segera bergerak maju dan tersenyum kepada Dokter Rena.


"Sama - sama Richard, ingat kau harus menjaga nya dengan baik agar peristiwa seperti ini tidak kembali terulang, baiklah jika tidak ada hal yang serius aku akan pergi dari ruangan ini, ayo suster"


Sementara itu kini baik Clarissa dan Richard menjadi canggung untuk berkomunikasi, Clarissa mencoba untuk kembali mengingat, kenapa pada saat dia terluka parah hanya ada Richard yang berada dipikiran nya untuk dia bisa meminta tolong.


"Rissa, kau mendengarkan aku, bagaimana apakah kau sudah merasa lebih baik? "


Richard mengulang pertanyaan yang sama seperti yang diucapkan oleh Dokter Rena, karena Richard tidak tau harus memulai percakapan seperti apa kepada Clarissa.


" Kaca"


"Hah kaca? "


" Kaca, aku butuh kaca"


Itulah satu kata yang tiba - tiba keluar dari mulut Clarissa,segera saja Richard memberikan satu kaca kecil yang tergeletak di meja di ruangan tersebut.


"Hiks, hiks, hiks, hiks "


" Hei Rissa ada apa dengan mu? ada yang sakit? dimana yang sakit? aku panggilkan Dokter yah, Rissa "


Richard bingung melihat Clarissa tiba - tiba menangis setelah diberikan kaca tersebut.


" Wajah ku, wajah ku"


"Iya ada apa dengan wajahmu, ada yang sakit? "


" Wajahku jelek, wajahku kenapa jadi begini hiks, hiks, hiks"


Richard hanya mematung mendengarkan apa yang dirasakan oleh Clarissa, Richard mengira ada rasa sakit di wajahnya, namun ternyata perkiraan Richard salah.


"Astaga Clarissa "


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.