I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
POSESIF



Setelah Maya dan Doni keluar dari ruangan Edward mereka mulai mengerjakan perintah yang diberikan Edward


Nona Maya segera menyuruh semua pelayan dan semua orang bekerja di rumah putih untuk menganti dekorasi rumah tersebut dengan dekorasi yang baru, dan nona Maya mencoba masuk ke dalam kamar Kimmy dan tuan Edward


Nona Maya mulai membuka lemari pakaian nona Kimmy dan membuang semua pakaian yang ada, membuang semua alat-alat make up dan koleksi parfum Kimmy, segala sesuatu yang berada di kamar sebelum nona Kimmy kecelakaan di buang oleh nona Maya dan digantikan barang - barang yang baru.


Sebenarnya hati Maya tidak terlalu setuju dengan keputusan Edward, karena dia merasa seperti tuan Edward sedang menutupi semua kebenaran yang sudah terjadi, tuan Edward seperti menghapus semua kenangan yang telah lama terjadi


Dan menurut Maya hal tersebut kurang baik, karena bagaimana pun juga suatu saat ingatan Kimmy akan kembali dan rasa sedih yang dulu sering dia rasakan akan muncul kembali karena itu belum pulih.


Namun apalah daya tuan Edward adalah tuan muda yang penuh dengan kekuatan dan kekuasaan sedang kan dia hanyalah seorang pekerja di sana.


"Nona Kimmy aku harap suatu saat jika nona kembali mengingat segalanya nona betul - betul tidak membenci tuan Edward apa yang dilakukan tuan Edward saat ini menurut Maya kurang bijaksana"


Maya dan para pelayan hari itu bekerja keras untuk merubah semua dekorasi rumah


Sedangkan Edward juga meminta Doni untuk menutup semua akses kehidupan Kimmy yang lama termasuk dia adalah seorang dokter, Doni harus bisa memastikan bahwa orang-orang di dekat Kimmy tidak mengatakan bahwa dirinya dulu adalah seorang dokter.


Edward juga meminta untuk Doni menutup akses pertemanan Kimmy sebelum kecelakaan termasuk untuk Liyana.


"Tuan apakah tuan Betul-betul ingin memisahkan nona Fanny dan nona Liyana? mereka berdua adalah sahabat nona Kimmy? "


"Iya don terlebih lagi Liyana, aku tidak ingin dia bertemu dengan Kimmy dan kau harus atur bagaimana caranya untuk Liyana menghilang dari Negara ini, tetap berikan perlindungan untuknya tapi jangan biarkan dia bertemu dengan Kimmy, jika Liyana bertemu dengan Kimmy kemungkinan Liyana pasti akan menceritakan semua kejadian masa lalu yang pernah istriku alami"


"Lalu bagaimana dengan nona Fanny tuan?


"biarkan gadis itu, saat ini dia juga bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit milik keluarga ku, lebih baik pindah tugaskan dia keluar kota, termasuk laki-laki yang bernama Dean kau juga harus urus kepindahan dirinya"


"Baik tuan Edward"


Dengan perasaan dan hati yang kurang setuju dengan segala keputusan Edward, namun Doni harus tetap mengerjakan segala perintah nya dan Doni langsung undur diri dari hadapan Edward.


Edward yang masih berada di dalam ruang kerja kembali tenggelam dalam setiap pikiran-pikiran egois nya.


"Sayang, untuk kali ini aku ingin menghapus setiap masa lalu mu dan menggantikan nya dengan yang lebih baik, kau adalah milikku satu-satunya milikku, tidak ada yang boleh untuk mengambil nya lagi dari ku,dan dengan cara apapun aku akan melenyapkan mereka jika ada yang berani mengambil dirimu dari ku"


Ketakutan Edward akan kehilangan Kimmy untuk yang ke dua kali membuat dirinya menjadi suami yang posesif dan hanya ingin Kimmy menjadi miliknya dan ingin menguasai Kimmy seluruhnya.


Keesokan harinya Edward sudah siap untuk pergi ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Kimmy tak lupa dia membawa bunga mawar dalam Jumlah yang besar dan itu yang akan diberikan kepada Kimmy.


"Don bagaimana apakah setiap bunga mawar sudah diletakkan di tempat nya dengan benar pada setiap sudut di Rumah Sakit tersebut? "


" Sudah tuan Edward, mari saya antar anda ke Rumah Sakit"


Dan pagi itu Edward berangkat bersama Doni ke Rumah Sakit tempat Kimmy di rawat.


Sementara di Rumah Sakit, Kimmy bingung ketika dia bangun dari tidur malamnya tiba-tiba dia sudah berpindah di ruangan yang sangat bagus dan penuh dengan fasilitas yang lengkap, karena terakhir sebelum dia tidur dia masih berada di dalam ruang rawat inap yang biasanya


Namun belum sempat menghubungi siapapun Kimmy melihat dokter Rena sudah masuk ke adalah ruangan tempat Kimmy di rawat saat ini.


"Selamat pagi nona Kimmy"


"Selamat pagi dokter Rena"


"Dokter aku ingin bertanya ini ruangan siapakah? kenapa ketika aku bangun aku berada di dalam ruangan ini? aku tidak akan punya cukup untuk ruang untuk membayar biaya Rumah Sakit dengan aku di tempat kan di kamar yang seperti ini"


Dokter Rena tersenyum dengan segala ucapan Kimmy, dokter Rena sangat mengerti kenapa Kimmy mengucapkan hal tersebut saat ini Kimmy masih belum mengingat apapun termasuk ruangan eksklusif milik suami nya ini.


"Nona tidak perlu khawatir soal biaya di Rumah sakit ini, suami nona yang sudah memindahkan nona ke ruangan ini"


"Suami?, maksud dokter laki-laki yang penuh dengan amarah waktu itu adalah suamiku? aku betul - betul sudut menikah dokter? lalu kenapa aku bisa bertahan depan laki-laki seperti itu? apa di masa lalu aku dan dia pernah memiliki masalah?


Karena setiap aku melihatnya ada rasa yang tak biasa dan sampai saat ini aku sendiri tidak mengerti kenapa aku seperti itu"


Dokter Rena menatap wajah Kimmy dalam-dalam dokter Rena yang telah diberitahukan oleh Doni jika saat ini Edward sedang menutup semua cerita lama Kimmy hanya bisa menarik nafas panjang.


"Nona suami nona adalah orang yang romantis dan sangat baik, jadi itu mungkin adalah perasaan nona saja, saya sarankan nona untuk kembali bisa dekat dengan suami nona"


Dokter Rena memaksakan senyumnya untuk Kimmy dalam hati dia merasakan kasihan kepada Kimmy dan merasa bahwa Kimmy diperlakukan tidak adil, dengan menutup secara sepihak segala sesuatu nya, dengan tidak menceritakan bagaimana Edward dulu memperlakukan dirinya membuat Dokter Rena tidak berani mengatakan banyak hal kepada Kimmy.


"Apakah betul seperti itu dokter, apakah betul dia laki-laki yang baik karena ketika aku bertemu dengan nya ada rasa ketakutan yang luar biasa"


"Nona percaya lah tuan Edward adalah suami terbaik untuk nona"


Dan Kimmy mencoba percaya untuk segala sesuatu yang dikatakan oleh dokter Rena


Saat dokter Rena akan keluar dari pintu dia melihat Edward masuk ke dalam ruangan dan membawa banyak bunga mawar merah.


Kimmy yang melihat bunga mawar merah tersebut langsung tersenyum ke arah Edward.


"Selamat pagi dokter Rena, bagaimana keadaan istriku?


"Tuan istri tuan keadaan nya sudah semakin membaik jika beberapa hari lagi keadaan nona Kimmy masih seperti ini, nona Kimmy dapat diizinkan pulang, tuan dan nona saya permisi dulu karena akan memeriksa pasien yang lainnya"


Edward tersenyum kepada dokter Rena yang meninggal kan ruangan, namun berbeda dengan dokter Rena yang melihat Edward dengan muka datarnya.


Edward tersenyum dan mendekati istri nya.


'Selamat pagi istriku"


Edward memberikan bunga mawar merah kepada Kimmy, Kimmy tersenyum kepada Edward namun di satu sisi ada rasa ketakutan yang bercampur aduk dengan rasa sakit ketika Edward mendekati Kimmy.