
"Iya Liyana,semoga keadaan di sana akan baik -baik saja"
"Nona tidak ingin menyusul mereka?"
"Mana mungkin aku bisa meninggalkan pekerjaan ku disini,saat ini Dean juga sedang berada di sana"
"Pergilah jika Dokter Fanny ingin pergi"
Tiba -tiba terdengar suara Dokter Carla di belakang mereka, tanpa disadari Dokter Carla masuk ke ruangan Dokter Fanny dan mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"Tapi Dokter, bagaimana dengan keadaan nona Clarissa?"
"Dokter Fan keadaan nona Clarissa baik -baik saja,pagi tadi tuan Richard juga langsung menuju ke laboratorium Farmasi ketika mendengarkan kabar tentang hal ini"
"Dokter Fan, pergilah kau adalah wakil dari kita dalam melihat keadaan mereka"
Fanny sangat mengerti arti dari ucapan Liyana dan pada akhirnya Fanny mengangguk setuju oleh setiap saran yang diberikan oleh rekan -rekan sejawatnya.
Segera saja Fanny bergegas membawa kotak obat dan segera pergi dari hadapan mereka menuju ke laboratorium Farmasi.
Sementara itu di perusahaan Farmasi kini suasana sudah mulai kondusif,para awak media telah selesai meliput dan Richard pun sudah keluar dari dalam ruangan untuk memeriksa CCTV
"Richard bagaimana hasil pemeriksaan mu?"
"Pa, sebaiknya semua ahli farmasi kita kumpulkan karena dari CCTV yang terlihat ada satu ahli farmasi yang sengaja membuat kesalahan dan lihat ini"
Richard memberikan sisa satu zat kimia yang mudah terbakar jika dicampur dengan zat yang lainnya.
"Kita tidak menggunakan formula ini Pa, formula ini adalah salah satu jenis yang paling mudah terbakar dan biasanya tidak dimasukkan dalam pembuatan penawar apapun"
"Jadi ada satu ahli farmasi yang sengaja melakukan hal ini?"
"Betul Pa"
"Baiklah sebaiknya kita segera adakan rapat,untuk sementara Jian Lee kau arahkan semua ahli farmasi ke asrama dan jaga semuanya dengan ketat dua jam lagi kita aka memulai rapat tertutup.
"Baik tuan Adrian"
Dan setelah tuan Adrian mengatakan hal tersebut,tuan Adrian, Edward, Richard dan juga tuan Martin menuju ke asrama yang letaknya tak jauh dari perusahaan Farmasi tersebut.
Jian Lee menanyakan hal tersebut kepada Dean,karena sedari tadi Jian Lee hanya melihat Dean duduk terdiam.
"Ah aku akan kembali ke Rumah Sakit "
"Baiklah jika seperti itu"
Dan setelah mengatakan hal tersebut tiba -tiba Jian Lee pingsan tepat di hadapan Dean.
"Astaga Jian Lee kau kenapa?hei bangun lah"
Dean langsung panik ketika mendapati tiba -tiba Jian Lee pingsan dihadapan nya.
Dan tepat di saat yang sama mobil Fanny masuk kedalam halaman,Fanny yang melihat Jian Lee pingsan langsung berlari keluar dari dalam mobilnya.
"Dean ada apa dengan Jian Lee?"
"Entahlah Fan,tiba -tiba dia pingsan"
"Bawa masuk ke dalam mobilku saja Dean"
"Baiklah"
Dan pada akhirnya Jian Lee diangkat oleh Dean dan satu orang pengawal ke mobil Fanny,Fanny dan Dean segera memeriksa Jian Lee.
"Fan kau ada oksigen portabel?"
"Ah ada"
Fanny langsung memberikan oksigen portabel kepada Jian Lee.
"Baiklah,kita tunggu Jian Lee sadar,jika dalam waktu setengah jam dia belum sadarkan diri ,kita harus melarikan dia ke Rumah Sakit"
"Baiklah aku mengerti,Dean kau kembalilah ke Rumah Sakit Liyana menunggu mu"
"Lalu bagaimana dengan mu?"
"Pergilah semua akan baik -baik saja,masih banyak pengawal yang saat ini bersama dengan ku"