
Ketika Richard sedang bahagia, lain halnya dengan Fanny dan Liyana,hari ini Fanny tidak merasakan gangguan Jian Lee yang terlalu berlebihan sehingga hal tersebut membuat Fanny merindukan setiap perkataan-perkataan jahil dari Jian Lee
"Kenapa hari ini kau tidak datang ke ruangan ku?"
Fanny mulai memikirkan Jian Lee yang hari tidak datang untuk menganggu nya,rasa kehilangan mulai menyergap di dalam hati dan pikirannya itu.
"Ah mungkin dia sedang sibuk jadi seperti itu ya mungkin saja,ah sudahlah aku tidak usah memikirkan dirinya,lebih baik aku beristirahat saja"
Fanny membenamkan wajahnya ke dalam selimut dengan satu kerinduan yang perlahan-lahan mulai hinggap di dalam hatinya
Sementara itu Liyana yang juga belum tidur dan saat ini sudah berada didalam kamarnya terus memikirkan semua perkataan dari Kimmy,satu per satu perkataan tersebut masuk ke dalam setiap pemikirannya itu.
"Aku terlalu jauh memikirkan segala sesuatu yang bel terjadi, intimidasi menguasai pemikiran ku hingga aku tidak bisa melihat ketulusan cinta dari Dean,Dean sudah menawarkan aku untuk bisa berjuang bersama dengan dirinya,namun aku terus menolak hanya karena hal ini,Tuhan jika engkau memberikan aku kesempatan izinkan aku untuk bisa mengatakan bahwa aku juga mencintainya dan mau berjuang bersama dengan dirinya"
Liyana mengatakan hal itu sambil terus memikirkan segala sesuatu yang Kimmy katakan kepadanya, hingga pada akhirnya malam yang semakin larut membuat dirinya terlelap dalam tidur.
Malam pun bergantikan dengan pagi,hari ini Dean datang ke Perusahaan Farmasi untuk melihat sampai dimana pembuatan penawar racun tahap ke dua.
"Selamat pagi Dokter Dean"
"Selamat pagi tuan Martin"
"Sudah sampai dimanakah proses pembuatan penawar racun di buat?"
"Dokter Dean, penawar racun tahap ke dua sudah hampir jadi"
"Bagus,terima kasih untuk kerjasama nya tuan Martin"
"Hei,Dean ayo kita ke ruangan ku"
"Bagaimana apa yang kau butuhkan disini?"
"Ah,aku hanya sedang melihat perkembangan penawar racun itu sampai di tahap apa"
"Untuk apa kau tanyakan itu?"
"Biasa,Fanny yang memintanya,dia tidak bisa datang kemari karena ada beberapa hal yang harus dia selesaikan di Rumah Sakit"
"Oh begitu"
Jian Lee terdiam sesaat ketika nama Danny disebutkan,dia ingin bertanya lebih banyak tentang Fanny namun semuanya hanya Jian Ke pendam sendiri.
Pada akhirnya mereka sibuk untuk membicarakan tentang banyak hal diruangan itu,semua berjalan dengan normal sampai pada suatu menit terdengar ledakan yang sangat keras dari laboratorium farmasi,ledakan tersebut sampai membuat guncangan yang sangat kencang di ruangan Jian Lee.
"Jian Lee ada apa ini"
Tiba -tiba terdengar suara orang -orang yang berada di laboratorium berhamburan keluar dari ruangan tersebut,ada satu percikan api yang langsung menjalar ke seluruh laboratorium.
"Tuan Martin,Dean ayo kita harus segera lari menyelamatkan diri dari ruangan ini"
Jian Lee berteriak,kepada Dean dan tuan Martin untuk segera keluar dari ruangan tersebut,letak ruangan Jian Lee yang berada di lantai dua dan ada tangga yang langsung terhubung dengan halaman membuat mereka bisa cepat keluar.
"Tuan formula racun cadangan"
"Semuanya aman,aku telah menyimpan nya di dalam ruang kerja Edward,ayo cepat keluar"