
"Maafkan aku, sepertinya aku harus kembali menggunakan racun teratai putih di Negara ini"
Sementara itu pada akhirnya sore menjelang malam pesawat jet milik Chandradinata tiba kembali di Negara W, Fanny, Liu Yen, Jian Lee dan juga Doni segera turun dari dalam pesawat dalam keheningan.
"Tuan apakah semua permintaan ku bisa siap dalam dua jam lagi"
Jian Lee yang pada akhirnya mulai mengerti dengan jam kerja dari Fanny segera mengangguk-angguk kepalanya.
"Baiklah jika demikian, sebelum waktu rapat mulai bolehkah aku mengunjungi rumah lama dan juga keluarga ku disini? "
Kini permintaan Fanny kembali membuat Jian Lee pusing.
" Hei nona kau sama sekali tidak mau untuk beristirahat terlebih dahulu? "
" Tidak tuan, bagiku istirahat di pesawat tadi sudah lebih dari cukup, jadi apakah aku boleh hidup mengunjungi rumah masa kecil ku? "
" Ya, ya aku mengizinkan mu, namun dengan syarat aku yang akan mendampingi mu pergi kesana "
" Baiklah "
Dan pada akhirnya Jian Lee dan Fanny pergi ke rumah masa kecilnya, sepanjang perjalanan mereka memilih untuk diam dan ketika sampai di rumah tersebut Jian Lee melihat kepribadian yang berbeda dari Fanny, di tengah keluarga nya Fanny begitu menjadi gadis yang periang dan setelah lama Fanny melepas rindu, pada akhirnya Fanny harus kembali dengan Jian Lee ke rumah utama kediaman Chandradinata untuk melanjutkan rapat ke dua.
"Nona, aku seperti melihat dua kepribadian dari dirimu, didepan orang mau begitu tegas, namun dengan keluarga kau begitu periang "
" Hahahaha, tuan pekerjaan sebagai dokter terkadang menuntut kita untuk menjadi tegas walaupun kita bukan orang yang seperti itu"
Fanny tersenyum kepada Jian Lee dan kembali terdiam, senyum Fanny yang begitu manis diam - diam mulai terekam dalam ingatan Jian Lee, dan tak beberapa lama mobil mereka masuk ke dalam halaman kediaman rumah utama.
Fanny dan Jian Lee segera turun dan begitu masuk ke dalam rumah Fanny melihat sosok wanita yang sangat tidak asing lagi baginya.
"Kimmmmmyy"
Fanny berteriak dan Kimmy yang sangat mengenali suara sahabat nya segera membalikan badan dan menghampiri Fanny.
"Fanny, astaga kau terlihat sangat cantik, aku rindu sekali pada mu"
Pertemuan singkat Kimmy dan Fanny yang dilihat oleh Jian Lee semakin membuatnya takjub akan wanita yang satu itu.
"Ehem, nona Fanny anda sudah ditunggu di ruang rapat "
" Ah baiklah"
"Pergilah Fan mereka membutuhkan mu "
" Iya, setelah rapat aku akan kembali bercerita kepada mu"
Dan pada akhirnya Fanny menghilang dibalik pintu ruang rapat, Kimmy berusaha menguasai hatinya agar tetap stabil, kali ini dia yg tidak dapat membantu banyak karena kondisi kehamilan nya dan pada akhirnya Kimmy memilih kembali ke dalam kamar menunggu Edward.
Sementara itu saat Fanny dan Jian Lee masuk sudah ada tuan Adrian, Edward dan juga Richard serta Doni yang menunggu kedatangan mereka.
"Selamat malam nona Fanny, silahkan duduk"
"Malam tuan Adrian "
" Baiklah, tanpa basa-basi kita melanjutkan pembahasan mengenai racun teratai putih, nona Fanny Jian Lee pasti sudah bercerita banyak kepada mu mengenai apa yang sudah terjadi dengan kami"
"Iya betul tuan Adrian"
"Baiklah kita akan membuat tim untuk pembuatan penawar racun ini, tadi siang aku baru mendapatkan kabar dari Menteri pertahanan Negara W, karena hal yang akan kita lakukan ini akan menyelamatkan banyak orang di dunia dan mencegah penyebaran racun itu kembali aktif maka seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Negara W, semua alat alat medis dan alat apapun serta keamanan akan menjadi tanggung jawab dari Negara "
" Apa yang Papa akan lakukan"
"Richard nona Fanny akan menjadi ketua tim Dokter untuk perawatan nona Clarissa, segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh nona Clarissa harus melalui persetujuan nona Fanny termasuk semua Dokter yang akan menjadi tim Dokter nya"
"Kau dan Jian Lee akan bertanggung jawab untuk laboratorium, semua bahan - bahan yang akan digunakan untuk pengolahan penawar tersebut akan menjadi tanggung jawab kau dan Jian Lee"
"Jian Lee, Richard dan nona Fanny harus bisa bekerja sama dengan sangat baik, karena hasil dari laboratorium yang akan masuk ke dalam tubuh nona Clarissa harus seizin dari tim Dokter pimpinan nona Fanny, keberhasilan pembuatan racun ini di lapangan tergantung dari kalian bertiga, apa kalian mengerti? "
" Kami mengerti tuan Adrian "
Fanny segera menjawab apa yang ruang Adrian katakan.
" Baiklah jika seperti itu karena aku akan membantu Edward untuk memimpin perusahaan, Richard dan nona Clarissa sedang tidak ada di perusahaan sedangkan Kakek Jaya
sedang pergi ke Italia untuk suatu misi kemanusiaan dan baru akan kembali bulan depan, jadi aku berharap semua bisa bekerja sama dengan baik"
"Lalu kapan kita akan memulai ini Pa"
"Richard untuk hal itu akan aku serahkan kepada kalian bertiga "
" Besok saja, ya besok kita bisa segera memulai nya"
Kini semua mata memandang kepada Fanny yang mengatakan hal tersebut.
"Kenapa apa aku salah bicara? kita perlu secepatnya untuk membuat penawar ini"
"Bagaimana apa kalian berdua setuju? "
Kini Richard dan Jian Lee saling bertatapan seakan mencari persetujuan.
" Baiklah tuan, kita akan memulai nya esok hari"
"Bagus"
"Nona Fanny kami meminta persetujuan mu untuk mengambil darah dari nona Clarissa, kami membutuhkan hal itu untuk bisa melihat komposisi racun yang berada di dalam darah nona Clarissa"
"Baiklah tuan Jian Lee, berikan aku surat permohonan dengan tanda tangan dari semua ahli farmasi, tuan Richard, tuan Edward dan juga tuan Adrian, lakukan hal itu dan letakan di meja praktek ku esok hari sebelum jam sembilan pagi, jika tidak aku tidak akan mengizinkan anda untuk mengambil darah dari pasien"
Kini semua mata kembali memandang Fanny atas semua persyaratan yang dia minta.
"Hei nona, apa tidak ada yang ringan misalkan tanda tangan ku dan Richard "
" Tidak tuan, aku perlu bukti jika memang darah pasien itu betul - betul dibutuhkan "
" Kau!! "
Belum sempat Jian Lee menjawab, tangan nya sudah di tepuk oleh Richard.
" Baiklah nona Fanny kami akan menyanggupi semua syarat yang kau minta "
" Bagus terima kasih tuan Richard "
" Tuan Adrian jika memang tidak ada hal perlu akan di bahas aku pamit undur diri, karena sebelum matahari terbit esok aku akan berada di Rumah Sakit untuk memilih semua Dokter yang akan ikut berperan di dalam perawatan nona Clarissa"
"Silahkan nona Fanny, jika anda ingin beristirahat "