I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
BERTEMU MICHELLE



" Winata Corp beberapa waktu ini sempat mengalami penurunan saham cukup tajam dan mengalami beberapa kerugian, namun nona Cassandra pada akhirnya berterus terang kepada publik bahwa memang nona Cassandra adalah yang melakukan semua nya itu dan memohon permintaan maaf kepada media secara terbuka, dan apa yang telah dilakukan oleh nona Cassandra berhasil membuat publik kembali bersimpati kepada nona Cassandra"


"Biarkan saja Don, lagi pula Cassandra ataupun Clarissa sekarang hanya menjadi masa lalu ku saja, aku tidak pernah akan berniat untuk mengambil kembali Winata Corp dengan kekuasaan yang sudah aku miliki"


"Biarkan saja itu menjadi miliknya, jika kemarin aku sedikit memberikan pelajaran untuk dirinya, aku hanya ingin dia tau, bahwa perbuatan nya itu sangat tidak bisa di toleransi lagi, dia mengingingkan Chandradinata Corp hancur dengan scandal kotor yang dia ciptakan sendiri dan pada akhirnya membuat dia terjatuh"


"Baik tuan Edward "


"Baiklah Don, setelah beberapa pekerjaan ku disini selesai aku akan menemani istriku untuk pergi ke Rumah Sakit memeriksa kan kehamilan nya"


"Baik tuan Edward "


Sementara Edward menyelesaikan setiap pekerjaan kantor dan Kimmy masih bersiap - siap di rumah untuk menuju ke Rumah Sakit, lain hal dengan Cassandra Winata, pagi ini dirinya diliputi oleh berbagi kecemasan tentang kesehatan dari Michelle putri kecil harta satu - satu nya yang paling berharga yang dia miliki.


WINATA CORP


"Mama, hari ini kita jadi bertemu dengan suster dan dokter di Rumah sakit? "


Michelle kecil sedang duduk di dalam pangkuan Cassandra di dalam ruang kerjanya, dengan hati yang penuh dengan kesedihan Cassandra mencoba untuk tetap tegar menatap mata putri kecilnya tersebut.


" Iya sayang, hari ini kita akan bertemu dengan Dokter dan Suster di Rumah Sakit itu"


"Baik mama, Michelle kan anak yang kuat, Michelle tidak akan takut dengan Suster dan Dokter jika mereka akan menyuntik Michelle "


Michelle kecil dengan mata nya yang seperti mata dari Edward Chandradinata memandang Cassandra dengan penuh keyakinan.


"Mama sangat percaya kepada Michelle, bahwa Michelle adalah anak Mama yang paling kuat, jadi Michelle harus tetap seperti ini terus yah sayang"


"Siap Mama, Ma Michelle mau dandan untuk menemui Suster dan Dokter di Rumah Sakit itu"


"Baiklah, baiklah sayang Mama akan menyisir rambut mu dengan rapi dan dengan pita rambut kesukaan mu"


"Terima kasih Mama"


Michelle memberikan ciuman sayang kepada Cassandra, bagi Michelle Cassandra adalah Mama yang selalu ada buat dirinya, Cassandra adalah Mama yang sempurna.


Cassandra selalu mengatakan kepada Michelle bahwa Ayah nya sudah meninggal di saat Michelle di dalam kandungan, tidak memberitahukan kehamilan nya kepada Edward dan menganggap Edward sudah mati bagi Cassandra itu adalah pilihan yang terbaik.


Saat ini hati Cassandra dilanda ketakutan yang paling terdalam, semua hasil pemeriksaan dasar Michelle mengarah kepada sebuah penyakit yang mematikan untuk anak seusia Michelle, namun Cassandra berusaha untuk tetap tersenyum dan tetap tertawa di hadapan putri kecilnya nya tersebut, meskipun hati nya selalu menangis karena Cassandra begitu takut jika dia harus kehilangan Michelle.


"Nah sayang Mama sudah merapikan rambut mu, sekarang ayo kita pergi menemui Dokter dan Suster di Rumah Sakit tersebut yah"


"Baik Ma"


Cassandra mengandeng Michelle kecil keluar dari ruangan Presdir dan menuju ke Rumah Sakit.


Sepanjang perjalanan tak henti-henti nya Cassandra memeluk tubuh kecil putrinya tersebut.


Aku harus kuat menghadapi semua nya ini, saat ini anak ku sangat membutuhkan aku berada di sisi nya, Tuhan mungkin dosa ku sudah terlalu banyak terhadap Mu, jika memang Engkau mengizinkan semua nya nanti terjadi dan semua hasil pemeriksaan anak ku positif kangker, beri kami berdua kekuatan untuk kami bisa melalui semua nya.


Dalam kesendirian di dalam mobil seorang ibu muda menahan tangis untuk seorang putri kecil yang begitu dia cintai.


Tak lama kemudian Cassandra dan Michelle sampai di Rumah Sakit, Cassandra segera menuju ke Dokter yang akan menangani semua pemeriksaan Michelle.


Dan tak butuh waktu lama pada akhirnya semua pemeriksaan Michelle selesai dengan baik dan begitu Cassandra menerima hasil nya hati nya sangat hancur.


" Betul nyonya, nona Michelle menderita Leukimia dan harus segera melakukan kemoterapi agar sel - sel kangker tersebut tidak semakin menyebar"


Cassandra seperti tersambar oleh petir, hati nya hancur se hancur - hancurnya ketika mengetahui putri kecilnya tersebut terkena penyakit yang cukup mengkhawatirkan, butuh waktu lama Cassandra harus menenangkan dirinya di ruang Dokter.


Sementara itu Kimmy yang ditemani oleh Maya sudah tiba di Rumah Sakit segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam ruangan di Rumah Sakit tersebut.


"May Poli kandungan ada di area bagian belakang, jadi akan lebih cepat jika kita langsung melewati taman di Rumah Sakit ini tanpa harus masuk ke ruangan rumah sakit yang lebih dalam ini"


Kimmy yang mengingat letak ruang praktek Dokter kandungan berada di belakang dan setelah itu memilih untuk keluar lagi dari ruangan dan memilih untuk melewati halaman dan menyusuri taman di dalam Rumah Sakit tersebut agar perjalanan nya lebih cepat.


Saat Kimmy melewati taman di Rumah Sakit itu tiba-tiba ada satu buah bola kecil menggelinding tepat di bawah kaki Kimmy, Kimmy melihat bola kecil itu dan mengambil nya.


Tak beberapa lama kemudian ada seorang anak kecil menghampiri dirinya.


"Bibi, berikan bola itu, bola itu milik ku"


Kimmy melihat anak kecil tersebut, Kimmy merasa tidaj asing dengan wajah anak itu, Kimmy seakan mengingat seseorang ketika melihat anak tersebut, Kimmy tersenyum dan mencoba untuk merunduk agar sejajar dengan anak kecil tersebut.


"Hai gadis kecil jadi bola ini milik mu? "


Anak kecil itu dengan segera menganggukan kepalanya kepada Kimmy.


"Baiklah, sebelum bibi memberikan bola ini kepada mu bolehkah bibi bertanya siapa nama mu sayang?"


"Bibi namaku Michelle "


" Hai Michelle dimana orang tua mu sayang"


"Mama sedang berada di ruang Dokter bibi"


Michelle kecil menatap wajah Kimmy dan kembali Kimmy merasakan seperti nya tidak asing dengan wajah anak kecil tersebut.


"Nona Michelle, nona Michelle ternyata nona ada disini saya mencari nona Michelle kemana-mana"


Tiba-tiba sang pengasuh dari Michelle menghampiri Michelle dan langsung menggendong Michelle.


"Nona, maafkan nona Michelle jika nona Michelle berbuat sesuatu hal terhadap anda"


Pengasuh tersebut menundukkan kepalanya kepada Kimmy tanda permintaan maaf.


"Suster tidak ada yang salah dengan nona ini tadi aku menemukan bola kecil nya, nah Michelle sayang karena bibi sudah tau nama mu sekarang bola ini kembali menjadi milik mu lagi"


Kimmy tersenyum dan mengusap kepala Michelle.


"Terima kasih bibi baik"


Perlahan Michelle kecil berlalu dari hadapan Kimmy, namun Kimmy terus menatap kepada Michelle sampai dia tak terlihat dari pandangan mata nya.


Mata anak itu, mata itu, mata itu seperti tidak asing di dalam hidup ku.


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.