
" Kita akan menemui orang yang sangat kakak cintai"
" Maksudmu Rei? "
" Ya Rei, kita akan ke Barcelona mengikuti anggota keluarga Chandradinata untuk pembebasan tawanan"
"Rissa kumohon jangan libatkan diri kita terlalu jauh dengan semua masalah ini"
"Terlalu jauh kata kakak? bukankah kakak juga ikut terlibat? kakak juga benci kepada keluarga Chandradinata?"
"Rissa saat ini aku hanya ingin memikirkan kandungan ku, aku ingin anak ini tetap lahir dengan selamat di tengah - tengah suasana yang seperti ini"
Clarissa memandang tajam ke arah Jean.
"Terlambat "
Satu kata yang di ucapkan oleh Clarissa yang pada akhirnya membuat Jean diam tanpa kata.
" Nona Clarissa kita sudah sampai di bandara, satu pesawat jet sudah kami siapkan untuk nona"
"Terima kasih Don"
Pada akhirnya Clarissa turun dari dalam mobil, masuk ke bandara dan masuk ke dalam pesawat jet milik Chandradinata, berikutnya menyusul Jean yang dibawa oleh para pengawal masuk ke dalam pesawat tersebut.
"Dengar kak Jean, aku sedang tidak ingin berbicara apapun terhadap mu, karena buat ku saat ini apapun yang akan kau katakan, aku hanya bisa bilang dengan satu kata terlambat "
Setelah mengatakan hal tersebut Clarissa pada akhirnya memilih untuk diam sepanjang perjalanan menuju ke kota Barcelona.
Sementara itu kini rombongan Edward sudah sampai di bandara Elpart Barcelona.
"Selamat datang tuan Adrian, tuan Jaya dan tuan Edward"
Mereka di sambut oleh beberapa orang pengawal milik Chandradinata dan satu orang laki-laki sangat tampan yang mewakili memberikan salam kepada mereka.
"Terima kasih Jian Lee"
Dan setelah berkata seperti itu rombongan Edward masuk ke dalam mobil milik Chandradinata.
" Pah itulah Jian Lee? "
" Betul Edward, dia hampir sama seperti Richard memiliki otak yang sangat cerdas, namun yang membuat nya berbeda dengan Richard,Jian Lee itu dingin, itu sebabnya tidak ada satu orang pun wanita yang berhasil menjadi kekasih dari Jian Lee"
Edward pada akhirnya hanya bisa mendengarkan tentang Jian Lee yang saat ini sedang di ceritakan oleh tuan Adrian.
Tak beberapa lama mereka sampai di Mansion milik Chandradinata yang berada di pusat kota
"Para tuan - tuan sebaiknya anda beristirahat hari ini, karena esok hari kita akan kembali melakukan pertemuan untuk menyerang markas keluarga Louis, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan kepada tuan - tuan sekalian"
"Baiklah Jian, kami akan beristirahat "
Dan pada akhirnya semua rombongan Chandradinata memilih untuk beristirahat di sana.
Sementara itu kini rombongan Clarissa sudah tiba di Barcelona, para pengawal detektif Jian Lee juga menjemput mereka di bandara, ada sebuah perasaan rindu yang menyeruak di hati Clarissa ketika dia kembali ke Barcelona.
"Rissa, apa kau tidak merindukan Kakek? ini ada tempat keluarga kita"
Mendengar Jean bersuara Clarissa segera menoleh dan memandang nya dengan tajam.
"Mereka bukan lagi keluarga ku, orang yang dapat melakukan segala cara agar rencananya berhasil, meskipun mengorbankan keluarga nya sendiri, mereka bukan keluarga ku"
Jean kembali terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Clarissa, karena semuanya itu benar adanya..
Sementara itu di kediaman rumah utama Chandradinata kini nampak sepi, Kimmy duduk di taman bunga sendirian.
"Nak, kita berdua harus berdoa untuk Papa"
Kimmy membelai perutnya dan mulai berbicara dengan anak yang berada di dalam kandungan nya.
"Nona Kim, anda disini? "