I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
JERITAN KIMMY



Juan kembali berteriak kepada para pengawal nya,para pengawal mulai mendekati Kimmy dan mulai mencoba untuk mengikatnya namun tiba -tiba suara tembakan pistol terdengar dan semua pelayan tersebut sudah jatuh bersimbah darah.


"Tidak ada yang boleh menyentuh istriku"


Edward muncul dengan para pengawal yang mendampingi dirinya.


"Selamat datang tuan Edward"


Juan dan para pengawal sama - sama mengarahkan pistolnya ke arah Edward dan kini mereka semua saling berhadapan, Edward langsung menarik Kimmy ke dalam pelukannya dan Kimmy langsung menarik satu pistol lagi yang berada di dalam saku Edward.


"Izinkan aku untuk membantu mu"


Kimmy membisikan perkataannya kepada Edward dan Edward menatap tajam ke arah Kimmy,namun belum sempat mendapatkan persetujuan dari Edward Juan sudah mengarahkan tembakan nya ke udara dan akibatnya semua kembali berpencar untuk melindungi dirinya masing - masing dan Edward kembali harus melepas Kimmy dari dalam pelukannya.


Terjadi baku tembak di dalam markas tuan Jason semua berusaha melindungi dirinya termasuk juga Kimmy yang dengan tiba -tiba harus ikut untuk beradu tembak dengan para pengawal tuan Jason.


"Arrrrhh dia mati,dia mati aku membunuhnya"


Setiap Kimmy selesai menembak para pengawal tuan Jason Kimmy langsung menjerit dan menangis karena hal ini merupakan pertama kalinya Kimmy harus terjun dalam baku tembak bersama dengan para musuh Chandradinata.


"Dimana kau sayang,aku tidak mau kehilangan mu lagi"


Edward terus mencoba mencari keberadaan Kimmy yang sudah terlepas dari genggaman tangannya dengan sesekali masih berhadapan dengan para pengawal tuan Jason.


Sementara itu di halaman baku tembak banyak menewaskan pengawal dari kedua belah pihak.


"Tuan Jason,tuan Edward sedang berada di dalam bersama dengan tuan Juan"


"Baiklah lanjutkan permainan kalian di sini aku akan masuk ke dalam menemani Juan untuk bermain"


Tuan Jason langsung berlari ke dalam untuk ikut dalam baku tembak bersama dengan Juan,matanya terus mencari keberadaan Kimmy karena dia adalah tambang emas yang bisa menjanjikan banyak hal.


"Juan apa kau melihat nona Kim?"


"Belum tuan"


"Baiklah mari kita lanjutkan permainan ini sampai kita menemukan orang yang kita cari"


Ruangan di dalam markas tuan Jason menjadi sangat berantakan dan banyak mayat tergeletak di sepanjang ruangan tersebut akibat dari baku tembak yang terjadi.


"Bagaimana ini peluru di pistol ku sudah habis"


"Aku tidak mungkin keluar dalam keadaan seperti ini"


Perlahan air mata Kimmy mulai menetes ketika dia merasakan ketakutan dan rasa ingin melawan yang bersamaan di dalam pikiran dsn hatinya saat ini.


"Kita bertemu lagi nona Kim"


Tiba - tiba tuan Jason sudah mengarahkan pistol nya ke arah kepala Kimmy dan Kimmy pun segera membalikkan badannya.


"Keluar!!!,jika tidak ingin kepalamu meledak disini"


Dan tanpa bisa menahan air matanya kimmy pun keluar dari dalam tempat persembunyian nya.


"Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan,diam dan jangan banyak melawan!!"


Gertakan tuan tuan Jason mampu membuat Kimmy kembali menangis.


"Apa permintaan mu sebelum aku menembak mati kau,cepat katakan!!"


Kimmy hanya bisa menangis dan terus terdiam dengan intimidasi dari tuan Jason.


"Baiklah jika tidak ada permintaan maka aku akan membunuhmu"


Tuan Jason bersiap - siap menarik pelatuk namun belum sempat menembak Kimmy ada suara tembakan lain yang pada akhirnya mengenai kepala tuan Jason dan tuan Jason jatuh bersimbah darah.


"Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti istriku"


Edward masuk dan berjalan menuju ke arah Kimmy,namun belum sempat langkah itu mendekat terdengar suara tembakan dari arah lain yang mengenai punggung Edward.


"Edwaaaaaaaaaaardddddd!!!!!"


Kimmy berteriak histeris dan menangis Melihat suaminya yang sudah mendekat jatuh ke dalam pelukannya dalam keadaan bersimbah darah dan di detik yang sama Juan masuk.


Kimmy segera mengarahkan pistol yang masih berada di tangan Edward dan tembakan pistol tersebut tepat mengenai Juan sehingga pada akhirnya Juan jatuh tersungkur dan mati seketika sama seperti tuan Jason.


"Edwaaaaaaaarrrdddddde"


Suara tangisan Kimmy memecahkan keheningan didalam ruangan tersebut.