
Sepanjang perjalanan Kimmy lebih banyak diam dan lebih banyak tenggelam di dalam pelukan dari Edward, hati Kimmy yang masih dilema akibat mimpi buruk yang baru di alami nya membuat Kimmy pada akhirnya tidak banyak berkata-kata.
Mungkin aku tidak perlu menceritakan mimpi ku ini kepada Edward.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Kimmy sama sekali tidak mau lepas dari pelukan sang suami, Kimmy merasa nyaman berada dekat dengan suaminya itu.
Tak beberapa lama Kimmy dan Edward sudah sampai di halaman rumah putih, di halaman tersebut nampak para keluarga mereka sedang asyik bercanda, ada Natan, Lisa, Mama Tiara dan Ibu, selama kehamilan Kimmy mereka memilih untuk tetap berada di dalam rumah putih untuk sama-sama bisa menjaga kandungan Kimmy, sedangkan Papa Adrian akan setiap hari pulang pergi untuk menjumpai orang yang di sayang yaitu Mama Tiara.
"Sayang, kita sudah sampai di rumah, ayo turun"
Edward mencoba untuk mengendurkan pelukannya dari Kimmy karena mereka akan turun, namun Kimmy sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya itu.
"Hei sayang ada apa, kenapa kau sampai tidak mau melepaskan aku seperti ini? "
" Edward, gendong aku sampai ke dalam kamar kita, jika tidak aku tidak akan melepaskan pelukan ini"
Edward tersenyum melihat tingkah Kimmy, dan karena ini sudah terjadi beberapa kali pada saat Kimmy hamil, maka bukan menjadi sesuatu hal yang baru lagi untuk Edward harus tetap melakukan itu.
"Baiklah sayang, aku akan menggendong mu sampai ke dalam kamar, tapi ada syarat yang harus kau tepati"
"Syarat?"
"Iya syarat yang akan aku ajukan kepadamu "
" Hmm kenapa harus memakai syarat jika aku hanya meminta mu melakukan hal itu, jika kau tidak mau melakukannya ya sudah tidak usah"
Edward kembali memandang istrinya yang sekarang semakin tenggelam di dalam pelukannya itu.
"Dengarkan aku sayang, kau tau bahwa aku begitu mencintai mu, kau tau bahwa aku sangat membutuhkan dirimu, jangankan hanya menggendong mu sampai ke kamar, ke tempat yang jauh pun aku rela melakukan hal itu jika kau yang memintanya"
"Lalu kenapa kau sampai mengajukan syarat kepadaku saat aku meminta mu melakukan hal tadi? "
Edward mencium puncak kepala Kimmy dan memeluk istrinya itu, posisi mereka masih berada didalam mobil, Kimmy yang masih merajut sepertinya masih enggan untuk mau turun dari dalam mobil setidaknya sampai permintaan nya itu dipenuhi.
" Kau tau kenapa aku meminta sebuah syarat kepadamu? "
" Tidak aku tidak tau"
"Karena aku ingin memberikan kejutan untuk mu, jadi aku meminta syarat kau harus menutup matamu hingga aku bilang kau boleh membuka nya lagi"
"Hanya itu syarat nya? "
" Iya hanya itu istri ku yang cantik "
" Baiklah aku terima syarat darimu itu"
Setelah berkata demikian Edward menggendong Kimmy keluar dari dalam mobil mereka, sesampai di halaman semua keluarga hanya tersenyum melihat tingkah mereka dan Edward yang mengetahui keluarga sedang memandangnya hanya bisa tersenyum untuk membalas semua mata yang kini mengarah kepada dirinya itu.
Edward membawa Kimmy naik ke dalam kamar mereka dan meletakkan Kimmy di atas tempat tidur, Kimmy masih belum membuka matanya, karena Edward belum meminta nya, dengan perlahan Edward membawa satu tas kecil yang akan ditunjukan kepada Kimmy.
"Nah sayang, sekarang kau boleh membuka mata mu kejutan itu sudah ada didepan matamu"
Kimmy membuka mata dan kini dia melihat satu tas kecil yang sudah Edward siapkan jauh - jauh hari khusus untuk istri nya itu.
"Apa ini Edward? "
" Buka saja, maka kau akan tau apa isi dari tas tersebut "
Dengan perlahan Kimmy membuka tas kecil yang diberikan Edward kepada dirinya begitu Kimmy membuka isi di dalam tas kecil itu, nampak dua tiket penginapan dan semua fasilitas VVIP untuk satu perjalanan ke Paris.
" Sayang ini, kau mau mengajak ku berlibur ke Paris? "
" Tepat sekali sayang, lusa kita berangkat, aku dan Maya sudah mengatur semuanya dan aku sengaja tidak memberitahukan kepadamu "
Kimmy memandang semua itu bergantian cukup lama, sewaktu Kimmy masih remaja dia punya mimpi untuk pergi ke Paris dengan orang yang dia cintai, namun pada saat itu keadaan keuangan Kimmy sedang tidak baik sehingga pada akhirnya Kimmy mencoba untuk melupakan setiap mimpi nya tersebut.
"Darimana kau tau bahwa aku ingin sekali ke tempat ini? "
"Hahahaha bukan Edward namanya jika dia tidak bisa tau apa yang istri nya inginkan, aku ingin mengajak mu pergi sebelum anak kita lahir nanti"
"Babymoon? "
" Iya semacam itu, supaya kelak ketika anak kita lahir dia bisa merasakan betapa orang tua nya ini sangat mencintai nya, aku tidak mau jika kisah ku dengan Michelle harus kembali terulang dimana aku tidak bisa membahagiakan anak ku sendiri"
Edward tertunduk sedih ketika dia menyebutkan nama Putri kecilnya itu, Kimmy sadar bahwa kondisi Edward masih kurang stabil jika dia menyebutkan nama Michelle.
"Sayang, kau bukan Ayah yang gagal, kau adalah suami dan Ayah terbaik yang akan anak-anak miliki, Michelle juga pasti bangga sekali kepada Ayahnya, apa yang terjadi antara engkau dengan Michelle itu hanya sebuah keadaan dimana ketika sang Ayah kandung tidak mengetahui keberadaan putri nya sendiri dan kini kau sudah bersama dengan Michelle kan?jangan pernah menyesali ketika kau harus bertemu dengan Michelle dalam keadaan Michelle yang sakit kritis sehingga pada akhirnya kau menjadi terintimidasi akan hal ini, justru di Saat-saat seperti ini Tuhan mempertemukan kalian untuk kau bisa lebih menguatkan putri kecilmu itu, jadi stop dengan perkataan kau adalah seorang Ayah yang gagal"
Kimmy mencium kening Edward dengan penuh kasih sayang, dan seperti biasa kata - kata yang keluar dari mulut Kimmy mampu membangkitkan semangat dari Edward.
"Jadi kapan kita akan berangkat ke Paris? "
" Lusa sayang, aku akan meminta Doni untuk menyiapkan pesawat jet pribadi demi membuatmu semakin nyaman di dalam perjalanan nanti, aku tidak ingin sampai istri yang aku cintai ini merasa tidak nyaman ketika suami nya sedang mengajak nya untuk berlibur. I Love You"
Edward mencium bibir Kimmy dan pada hari ini terjadi sebuah ciuman yang sangat menggelora antar Edward dan Kimmy. Mereka yang kini sama - sama terus untuk saling menguatkan dalam apapun keadaan yang saat ini mereka sedang jalani, hati yang sudah menjadi satu akan tetap bersama dan tak akan lekang oleh waktu.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.