I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
TAK BISA MELAYANI MU



"Jean aku sangat baik - baik saja, Jean lihatlah aku akan membuat keluarga Chandradinata bangkrut dan mereka semua kehilangan harga diri mereka".


Terpancar senyum yang mengerikan dari wajah seorang gadis bernama Cassandra Winata.


"Lalu apa rencana nona Cassandra berikutnya untuk keluarga Chandradinata? "


" Rencana ku? Tentu saja sangat banyak dan aku sangat yakin semua keluarga besar ini akan hancur seperti kepingan debu dan akan susah untuk kembali dibentuk, apapun akan kulakukan demi kehancuran keluarga Chandradinata semuanya tak tersisa mereka harus hancur, harus menderita"


Hati yang penuh amarah ada pada diri Cassandra, rasa benci dan dendam begitu nyata dia ucapkan, rasa yang sudah lama dia pendam dan semua itu dia tujukan kepada keluarga Chandradinata, dibalik senyum manis dan wajah cantik seorang Cassandra Winata tersimpan luka hati yang begitu dalam sehingga dia begitu menaruh dendam kepada Chandradinata.


"Jean adakan sebuah pesta besar untuk Chandradinata Corp dan Winata Corp, bilang kepada mereka semua biaya pesta ini akan di tanggung oleh Winata Corp sebagai bentuk tanda kerja sama untuk yang pertama kalinya, kau harus membuat pesta itu semewah mungkin, undang semua para awak media untuk meliputnya"


"Baik nona Cassandra akan segera saya laksanakan "


Cassandra tersenyum puas dengan jawaban dari asisten pribadinya, dirinya semakin bahagia dengan rencana busuk nya yang sebentar lagi di mulai, Cassandra menyandarkan kepalanya di dalam mobil dan mulai tertidur di dalam perjalanan tersebut sampai dia tiba di rumah, perasaan dendam yang begitu besar dan sedang menguasai hatinya membuat dia beberapa hari ini tidak dapat memejamkan mata.


Sementara Edward yang masih berada di dalam kantor begitu merindukan Kimmy, merindukan setiap sentuhan dan senyum serta kelembutan hatinya.


Perlahan Edward mulai menyalakan CCTV dan dia bisa melihat Kimmy sedang tertidur di dalam kamarnya.


"Sayang kau pasti sangat lelah karena permainan kita yang begitu menggelora tadi malam, maafkan aku jika membuat dirimu lelah, namun hasrat ku selalu ingin melakukannya jika dekat dengan dirimu"


Edward mulai tersenyum ketika dia mengingat semua permainan nya dengan Kimmy tadi malam, ingin segera dia kembali ke rumah untuk melahap dengan rakus tubuh istrinya tersebut.


Dan pada akhirnya jam pulang kantor pun tiba, sore itu Edward pulang tepat waktu bersama dengan Doni di dalam mobil Edward masih sibuk mengerjakan pekerjaan kantor untuk mega proyek yang bekerja sama dengan Winata Corp.


"Don apa agenda ku minggu ini? apakah ada sesuatu hal mendesak yang harus aku lakukan?"


"Hari ini saya mendapatkan kabar dari nona Jean asisten pribadi nona Cassandra, Winata Corp akan mengadakan jamuan makan malam untuk Chandradinata Corp dan Winata Corp semua pemimpin dan staff diundang oleh mereka, nona Jean berkata bahwa semua biaya akan di tanggung oleh Winata Corp sebagai bentuk kerjasama mereka yang pertama kali dengan Chandradinata Corp.


"Hmm baiklah ingatkan aku untuk menghadiri makan malam tersebut, lalu atur jadwalku untuk berbulan madu dengan istriku, aku belum pernah mengajak nya untuk berlibur"


"Baik tuan saya akan menganturnya"


Sementara di rumah putih Kimmy yang sudah terbangun dari tidur, duduk di balkon kamar dia memandang pil kontrasepsi yang berada di genggaman tangannya, pikirannya mencoba terus mengingat mengapa dia menunda kehamilan, pikirannya mencoba untuk mengingat mengapa dia harus meminum obat ini, pikirannya mencoba untuk mengingat sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan dia dan Edward di masa lalu, namun semuanya gagal, semuanya percuma Kimmy masih belum mengingat apapun hingga saat ini.


"Sebenarnya untuk apa aku melakukan ini semua, untuk apa harus ada pil kontrasepsi di dalam hubungan percintaan ku dengan Edward apakah di masa lalu aku betul - betul tidak menginginkan seorang anak di kehidupan pernikahan kami?, bukankah pernikahan kami begitu bahagia? perlakuan Edward padaku juga sangat romantis, lantas mengapa obat ini ada pada masa lalu ku?"


Berjam - jam Kimmy mencoba menerka-nerka sendiri sebenarnya apa yang terjadi antara dia dengan Edward,namun semuanya terhenti dan Kimmy harus segera menyembunyikan obat tersebut karena dari balkon kamar dia melihat mobil Edward masuk ke dalam halaman rumah.


"Aku harus bersikap biasa, aku tidak boleh terkesan mencurigakan oleh Edward, ya aku harus bisa memerankan ini dengan baik, supaya aku bisa mengingat semua masa lalu dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi"


Kimmy mencoba memasang senyum nya yang paling manis saat Edward masuk ke dalam kamar, dan tetap melayani suaminya itu dengan sangat baik, menyiapkan air hangat untuk mandi dan menyiapkan makan malam untuk dirinya.


Kimmy mencoba berkomunikasi dengan baik kepada Edward, Edward yang telah selesai mandi mencoba kembali untuk memeluk dan mencium Kimmy dari segala arah.


Kimmy mencoba untuk mengalihkan perhatian karena dia tau apa yang akan diperbuat Edward jika tidak melakukan hal itu


"Aku tidak ingin memakan apapun kecuali memakan dirimu dengan sangat rakus pada malam hari ini"


Edward mulai mulai kembali mendaratkan ciuman nya ke segala arah kepada Kimmy, ingatan Kimmy yang terpaku kepada pil kontrasepsi membuat Kimmy tidak ingin melakukan pada malam hari ini, Kimmy sedang tidak merasakan hasrat dan gairah yang biasa dirasakan nya ketika Edward mulai mencium dirinya.


"Sayang kumohon Hentikan yang kau lakukan ini, malam ini aku tidak bisa melakukan nya dengan mu, karena aku sedang datang bulan jadi kumohon mengertilah"


Kimmy mencoba memandang Edward dan dia melihat segurat kekecewaan pada wajah Edward dengan apa yang diucapkan nya itu.


"Sejak kapan itu terjadi, bukankah tadi pagi kita masih bisa melakukannya? "


"Enn, saat kau berangkat tak berapa lama aku mengalaminya, apa kau tidak percaya? mau kau melihatnya sendiri?"


Kimmy tersenyum dan memberikan keyakinan kepada Edward.


"Sudahlah ayo kita makan, aku sudah lapar bawakan makanan itu ke dalam kamar, kita makan di dalam kamar saja malam hari ini"


Nada bicara Edward terdengar agak sedikit kesal dengan pernyataan Kimmy, dan Kimmy yang mengetahui hal tersebut hal terdiam tanpa banyak berkata - kata.


Saat makan malam pun Edward hanya terdiam dan pada akhirnya Kimmy membuka sebuah percakapan.


"Sayang bagaimana perkerjaanmu hari ini apakah menyenangkan? "


" Hmm cukup membuatku lelah, karena hari ini kami baru saja mengerjakan mega proyek dan bekerja sama dengan Winata Corp, salah satu perusahaan yang saat ini sedang berkembang dengan pesat"


Kimmy tau bahwa laki-laki yang dihadapan nya saat ini sedang lelah secara fisik, Kimmy mengambil tangan Edward dan membelai tangan tersebut.


"Sayang kau harus semangat dalam setiap pekerjaan mu, ketahuilah aku begitu mendukung dan selalu berdoa untuk setiap pekerjaan mu"


Senyuman Kimmy yang begitu tulus mampu meneduhkan hati Edward yang agak sedikit kecewa karena malam ini dia tidak bisa melahap dengan rakus tubuh istrinya.


"Terima kasih sayang, aku bangga memiliki istri seperti dirimu"


Edward mulai mengecup kening Kimmy dengan penuh kasih sayang,sementara di dalam hati,Kimmy harus berkali-kali meminta maaf karena malam ini dia sedang tidak ingin melayani suaminya.


Suamiku maafkan aku yang terpaksa berbohong padamu jika aku sedang datang bulan, pikiran ku masih tertuju pada pil kontrasepsi itu pada setiap ingatan - ingatan ku yang belum pulih, maafkan aku.