
"Baiklah, tadi pagi aku yang memindahkan mu dari penginapan itu, aku yang membawa mu kembali ke sini secepatnya, karena menurut aku dan Richard kondisi penginapan tersebut tidak terlalu kondusif untuk mu saat ini "
" Sekarang apa kau sudah jelas? aku berharap untuk kedepannya kau tidak berhubungan lagi dengan laki -laki gila itu lagi, dia tidak pantas untuk berada di dekat mu"
"Bagaimana keadaannya sekarang? "
" Ah, kenapa kau masih menanyakan laki - laki gila itu setelah apa yang telah dilakukannya kepada mu? "
" Aku, aku hanya ingin tau saja, hatiku masih sakit, aku benci dia, dia jahat"
"Ya, ya aku mengerti akan semua perasaan mu, sekarang lupakan dia mulai hidup baru mu, laki-laki itu sudah di aman kan oleh pihak berwajib jadi kau tidak perlu khawatir "
" Dia mafia, dia mafia kejam "
" Ya kami semua sudah mengetahui nya setelah kami mengetahui keadaan mu Edward langsung melacak siapa sebenarnya laki -laki tersebut "
" Bagaimana kalian bisa tau dengan cepat keadaan ku saat itu"
"Itu karena, karena"
Jian Lee pada akhirnya harus memikirkan alasan mengapa keadaan Fanny bisa segera cepat untuk diketahui oleh banyak orang, sampai saat ini Fanny belum mengetahui jika di dalam tubuhnya sudah terpasang alat pelacak.
"Karena apa cepat katakan "
" Ya sabar, karena kami mendengar informasi dari salah satu pengawal yang berlokasi di sekitar tempat kejadian, sudahlah semua sudah berlalu jadi sekarang tugas mu hanya lah menjauh dari laki - laki tersebut, jika tidak percuma apa yang sudah kami lakukan terhadap mu kemarin"
Fanny pada akhirnya mulai kembali terdiam dan tak beberapa lama pada akhirnya Jian Lee mendengar suara tangisan dari Fanny.
"Hei ada apa? kenapa sekarang kau menangis lagi ha? "
" Aku, aku lapar"
Dan mendengar apa yang dikatakan oleh Fanny Jian Lee pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Mana bisa, tangan mu kuat sekali melakukan ini"
Fanny menunjukkan dengan mata nya pelukan kuat Jian Lee kepada dirinya.
"Baiklah baiklah karena kau sudah tenang, aku melepaskan pelukan ini"
Dan pada akhirnya Jian Lee melepaskan pelukan itu membaringkan kembali Fanny di atas tempat tidur.
"Kau tunggu disini, aku akan keluar untuk mengambil makanan untuk mu"
Fanny terdiam seribu kata dengan semua hal yang dilakukan Jian Lee terhadap dirinya.
Tak beberapa lama kemudian Jian Lee kembali masuk ke dalam kamar membawakan bubur, aroma dari makanan tersebut sangat wangi sehingga membuat Fanny mulai bangkit dan duduk di atas tempat tidur tersebut.
"Kemarikan makanan itu, aku mau makan sendiri"
"Tidak, aku yang akan membantu mu, jika kau membantah setiap perkataan ku maka aku akan kembali memeluk mu seperti tadi"
Tatapan mata Jian Lee kini menjadi tajam ke arah Fanny.
"Baik "
" Sekarang buka mulut mu, agar makanan ini bisa masuk"
Dan pada akhirnya drama antara mereka berdua perlahan mulai selesai, Fanny memakan semua makanan yang di bawakan oleh Jian Lee.
"Apakah besok kau akan tetap datang ke Rumah Sakit? "
" Ya aku akan tetap datang, esok hari adalah waktunya penawar racun tahap awal masuk ke dalam tubuh dari nona Clarissa sebagai pemimpin tim aku harus tetap hadir"
"Kau yakin akan tetap hadir? "