I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KONDISI BURUK CLARISSA



Wajah Fanny hanya memerah seperti tomat ketika Jian Lee mengatakan semuanya itu, karena tanpa disadari Fanny yang selalu menginginkan sentuhan lebih ketika mata Jian Lee menatapnya dengan tajam.


"Arh kenapa begitu susah untuk aku bisa mengatakan bahwa aku juga mencintai mu Jian Lee"


Fanny memukul bantalnya ,Fanny kesal mengapa dia tidak bisa mengatakan perasaannya kepada Jian Lee, mengapa saat Fanny bertemu,Fanny hanya bisa berteriak dan beradu mulut dengan Jian Lee


Malam itu semua tertidur dalam setiap hal yang saat ini sedang mereka rasakan,dan ke esokan harinya di apartemen Dean,Liyana mulai membuka ke dua matanya dan sudah melihat wajah Dean berada di sampingnya.


Apa yang terjadi dengan ku?kenapa aku bisa disini?kenapa ada laki -laki ini tidur di sebelah ku,dan kenapa pakaian ku jadi seperti ini?


Liyana begitu heran karena sudah banyak yang berubah ketika dia bangun.


Dean ternyata kau sama dengan laki -laki yang lain,laki -laki yang hanya menginginkan tubuh ku saja.


Liyana mengatakan hal tersebut sambil menangis dan dengan perlahan,tanpa sepengetahuan Dean pada akhirnya Liyana meninggalkan kamar tersebut dalam keadaan terluka,oleh sesuatu hal yang belum tentu benar seperti apa yang Liyana pikirkan.


Tak beberapa lama kemudian Dean pun bangun dan sudah mendapati Liyana tidak berada disampingnya lagi.


"Astaga kemana lagi gadis itu?"


Dean yang mendapati bahwa Liyana sudah tidak ada segera ingin mencarinya,namun sepertinya pagi ini Dean harus segera mengurungkan niatnya karena pihak Rumah Sakit menghubungi nya


"Baik Fan,aku segera kesana"


Terdengar suara Fanny untuk meminta Dean ke Rumah Sakit karena kondisi Clarisa menurun.


Sementara itu di Rumah Sakit Fanny yang dihubungi oleh Dokter Carla karena kondisi Clarissa,segera saja pergi ke Rumah Sakit paling awal dan segera menuju ke ruangan Clarisa.


"Dokter,pasien sesak nafas"


"Baik Dokter"


Beberapa Dokter yang juga sudah tiba dan segera memeriksa keadaan Clarissa.


"Dokter Fan kondisi pasien semakin menurun,alangkah lebih baik Dokter Fanny segera memberitahukan keadaan pasien jika hal yang paling buruk itu terjadi"


Dokter Fanny ingin menangis ketika satu Dokter sudah mengatakan hal tersebut.


"Dokter apakah semua sudah kita lakukan?"


"Dokter Fan,semua pertolongan sudah kita lakukan namun kondisi pasien terus menurun, sekarang tidak ada hal lainnya lagi yang dapat kita lakukan"


Fanny mengerti dan segera keluar dari dalam ruangan Clarissa,di luar sudah ada Richard dan Jian Lee yang menunggu kabar dari tim medis mengenai keadaan Clarissa.


"Nona Fanny bagaimana keadaan Clarissa"


Fanny yang sebagai seorang Dokter harus segera memberitahukan jika keadaan Clarissa sekarang kritis,namun di satu sisi Fanny mengenal dua laki -laki yang saat ini berada di hadapannya.


"Nona katakan ,nona!!!"


Terdengar suara Richard yang hampir frustasi karena sejak tadi Fanny hanya membisu,dengan menarik nafasnya dalam -dalam Fanny pada akhirnya memberitahukan keadaan Clarissa.


"Tuan Richard,saat ini nona Clarissa dalam keadaan kritis, tubuh nona Clarissa seperti nya tidak mampu untuk menahan kerasnya obat penawar racun tersebut, sehingga pada akhirnya memiliki efek pada tubuh nona Clarissa"


"Jadi maksudmu?"


Richard semakin mengacak -acak rambut nya , Richard begitu terpukul dengan keadaan Clarissa.