I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
KEPERGIAN KIMMY



Dan disaat yang sama saat Kimmy melihat suaminya itu berlutut dan menangis di hadapan dirinya disaat itu lah hati Kimmy juga terasa hancur menatap suaminya Kimmy pun ikut menangis dan terus menangis.


"Sayang apakah kau masih bisa percaya denganku? saat memberikan minuman mereka menaruh obat perangsang di dalam minuman tersebut mereka juga membuat Doni tidak sadarkan diri dan dibuang di pinggiran kota tanpa identitas, kumohon istriku dengarkan penjelasan ku"


Edward berusaha dengan sekuat tenaga mencoba untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan dirinya, Kimmy hanya terdiam, Kimmy hanya menangis, Kimmy sama sekali tidak menjawab perkataan - perkataan Edward.


Saat ini diluar sana semua orang sedang membicarakan Chandradinata Corp, dengan perlahan tapi pasti saham Chandradinata mulai turun dan banyak pesaing bisnis Chandradinata Corp mulai bertepuk tangan dengan penurunan saham akibat media sosial yang mengungkap perselingkuhan para Ceo tersebut.


Namun saat ini buat Edward itu semua sudah tidak ada artinya apa-apa yang dipikirkan sekarang adalah istrinya, hati istrinya dan janji dia terhadap istrinya yang tidak akan pernah mengkhianati sebuah pernikahan.


"Sayang apakah kau mendengar semua hal yang aku katakan, sayang?"


Edward mulai mengguncang bahu Kimmy dan Kimmy hanya bisa menangis dan terus menangis.


Dan pada akhirnya Edward pun terdiam dan masih berlutut di pangkuan Kimmy.


"Edward biarkan aku pergi"


Deg


Hati Edward seperti di hantaman sebuah batu besar, ketika Kimmy memohon kepada dirinya untuk membiarkan dia pergi.


"Tinggallah tetap disini, jangan kau tinggalkan aku "


" Edward biarkan aku pergi hiks, hiks, hiks, biarkan aku pergi untuk bisa menenangkan pikiranku, aku sedang tidak ingin dengan siapapun untuk saat ini, kumohon biarkan aku pergi hiks, hiks, hiks"


"Sayang tidak aku tidak akan membiarkan kau pergi kemanapun"


"Edward biarkan aku pergi untuk menenangkan diri, ingatan ku sudah kembali aku sudah mengingat siapa kau yang sebenarnya dan apa saja yang telah kau lakukan hiks, hiks, hiks, biarkan aku memiliki waktu untuk bisa berpikir dan menenangkan diri, kau tidak boleh menjadi laki-laki yang egois, disini aku tertekan Edward hiks, hiks, hiks kalau kau betul - betul mencintai aku biarkan aku pergi saat ini untuk menenangkan diri"


Edward sangat tersentak dengan semua ucapan yang Kimmy berikan kepada nya, kini dirinya tidak bisa mengendalikan istrinya lagi karena saat ini ingatan Kimmy sudah berangsur - angsur kembali, cukup membuat hati Edward sangat sedih karena ingatan Kimmy kembali disaat sebuah peristiwa mulai menghantam rumah tangga mereka.


"Baiklah jika itu memang keinginan mu, baiklah jika kau membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, namun satu hal yang pasti beritahu aku kau akan kemana, aku berjanji tidak akan mengganggu mu dan aku berjanji akan menghormati keputusan mu selama kau butuh untuk menenangkan pikiran"


"Aku ingin kembali ke rumah ibu, aku ingin tinggal di sana untuk sementara waktu dan aku minta aku tinggal di sana sendiri tanpa ada nya pengawal atau siapapun hiks, hiks, hiks"


Mata Edward menatap wajah Kimmy hatinya seperti di sayat - sayat pisau ketika Kimmy akan meninggalkan rumah putih tersebut, hati Edward sebenarnya sangat tidak mengizinkan untuk Kimmy tinggal terpisah dengan dirinya, namun untuk saat ini Edward tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Baiklah jika memang itu keinginan mu, aku akan mengantarkan mu sendiri kesana"


"Baiklah ayo berangkat "


Kimmy segera berdiri dari tempat duduk nya, Kimmy mengambil satu koper kecil miliknya yang ternyata sudah dia siapkan sebelum kepulangan Edward ke rumah putih


Kimmy keluar kamar dan dia sudah melihat dari CCTV di dalam ruang tengah, banyak sekali wartawan di depan pintu gerbang kediaman mereka, Kimmy hanya bisa meremas - remas tangan nya dan begitu cemas jikalau dia harus menghadapi banyaknya awak media tersebut.


"Kau tidak perlu cemas kita akan lewat pintu darurat di belakang, para pengawal sudah menyiapkan satu mobil untuk kita ayo kemari lah "


Kimmy menatap Edward dan mengikuti Edward dari belakang, perlahan Kimmy mulai menatap punggung suaminya tersebut, ada rasa cinta yang begitu dalam di dalam hatinya ingin rasanya dia memeluk punggung itu, namun di satu sisi saat ini ada amarah di dalam hati nya untuk orang yang sangat dia cintai itu.


Dibalik setiap amarah Kimmy, Kimmy hanya ingin tinggal sendiri untuk meredakan nya, Kimmy kembali akan berpikir jika semua kemarahan nya itu lenyap itu sebabnya dia memilih keluar dari rumah putih dan kembali ke rumah ibu nya yang kosong.


Sang ibu dan adiknya Natan belum kembali dari Negara tetangga.


"Masuklah ke dalam mobil kita akan berangkat sekarang "


Edward mencoba memulai sebuah percakapan dengan istrinya namun Kimmy hanya menatap dingin suami nya itu.


Sepanjang perjalanan Kimmy hanya terdiam seribu kata pikirannya kosong dan hatinya hancur, Kimmy memalingkan wajahnya dari Edward dan terus menatap ke arah jendela.


Edward yang melihat Kimmy melakukan hal tersebut hanya bisa menatap istrinya dari jarak dekat, saat ini saat dimana Edward bisa menatap istrinya namun dia tidak bisa memeluk dan menyentuh nya rasa sakit di dalam hati Edward bertambah ketika Kimmy meminta untuk pergi meninggalkan rumah putih.


Perjalanan yang panjang dengan penuh kebisuan dilakukan oleh sepasang suami istri yang sedang di hantam masalah, sepanjang jalan dari kaca mobil Kimmy melihat wajah sendu Edward yang terus menatap dirinya.


Aku sedang tidak ingin untuk menatap mu, aku tidak ingin melakukan hal tersebut dalam keadaan marah, aku ingin berpikir dengan tenang dan aku ingin menyelesaikan masalah kita ini dengan kepala dingin, aku marah padamu Edward namun sekaligus aku juga merindukan dan mencintai mu, aku pernah memenangkan permasalahan sebelumnya ketika kehadiran nona Liyana di dalam kehidupan kita, kini aku juga yakin bahwa aku bisa menjadi pemenang dalam masalah kali ini yang aku butuhkan berpikir dengan tenang, dan tidak dekat dengan dirimu untuk sementara waktu.


Mobil yang di kendarai oleh salah satu pengawal Edward pada akhirnya mulai masuk ke dalam halaman luar rumah ibunda Kimmy rumah sederhana dimana dulu Kimmy di didik dan di besarkan oleh ke dua orang tua nya.


"Biar aku bantu menurunkan kopermu"


Kimmy melihat wajah Edward dan Kimmy menepis tangan Edward.


"Tidak perlu aku bisa melakukan nya sendiri, kau tidak perlu turun dari mobil dan mengantarkan ku ke dalam rumah aku bisa melakukan semuanya sendiri"


"Baiklah jika memang itu yang kau mau"


Edward menghela nafasnya dan menuruti segala hal yang Kimmy inginkan saat ini.


"Aku pergi dulu, untuk sementara waktu jangan temui aku, jika aku sudah siap untuk kau temui maka aku yang akan datang padamu kembali, dan jika memang benar ini adalah sebuah jebakan selesaikan masalah mu dengan nona Cassandra"


Sambil berkata demikian Kimmy keluar dari dalam mobil, dari dalam kaca mobil Edward melihat Kimmy berjalan semakin jauh dan pada akhirnya Kimmy sudah tidak nampak di depan nya karena Kimmy sudah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu tersebut.


I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.