
"Edward,kau tidak boleh panik,Papa lihat kau lebih panik daripada istrimu sendiri"
"Baiklah Pa Edward akan mencoba untuk tidak panik"
Edward segera mencium puncak kepala Kimmy berkali -kali agar dia bisa meredakan kekhawatiran nya itu
"Sayang,tenang semuanya akan baik -baik saja"
Kimmy mencoba untuk tetap menguatkan hati suami nya itu agar tetap tidak panik, meskipun saat ini dirinya sedang menahan rasa sakit.
Tak beberapa lama kemudian mobil tuan Adrian sudah sampai di halaman Rumah Sakit dan para perawat sudah siap untuk membawa Kimmy keluar.
"Edward jangan kau gendong aku lagi,biarkan aku berjalan saja sampai di Unit Gawat Darurat"
"Tapi"
"Sssstt,tenang saja aku Dokter aku tau apa yang saat ini terjadi dengan ku,kau hanya perlu untuk berada di samping ku,yang aku butuhkan adalah kekuatan darimu agar aku tetap bisa melahirkan secara normal bukan kekhawatiran mu seperti sekarang"
Edward menarik nafasnya dalam -dalam.
"Baiklah,maafkan aku sayang jika aku malah lebih panik daripada kamu,ini adalah pengalaman pertamaku menjadi seorang suami yang akan menunggu sang istri melahirkan dan rasanya lebih menakutkan daripada aku harus berhadapan dengan musuh-musuh Chandradinata"
"Bukan hanya kau saja yang pertama kali mengahadapi hal ini sayang,tapi aku juga jadi ayo kita hadapi bersama -sama"
"Ehemmmm,apakah kalian sudah bisa turun dari dalam mobil"
Edward dan Kimky langsung terdiam, mereka lupa jika masih ada tuan Adrian di dalam mobil tersebut.
"Ah Papa maafkan kami"
"Papa terima kasih sudah mengantarkan kami ke Rumah Sakit, alangkah baiknya Papa untuk segera pulang dan beristirahat,esok hari Papa dan Mama baru ke Rumah Sakit ini lagi, kemungkinan jika dilihat dari kontraksinya malam ini cucu Papa masih mencari jalan lahir yang terbaik "
"Baiklah,Papa percaya kepadamu"
Kimmy tersenyum dengan apa yang sudah dikatakan oleh tuan Adrian,dan kini dirinya di bantu Edward turun dari dalam mobil untuk menuju ke Unit Gawat Darurat.
Sepanjang perjalanan Edward tak henti -hentinya merangkul Kimmy seakan -akan takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu.
"Sayang kau yakin akan tetap melahirkan dengan cara normal?"
"Iya,aku mau dengan cara itu dan aku akan tetap mengusahakan nya,kenapa, apa kau tidak kuat jika harus mendampingi istri mu ini melahirkan normal?"
"Bukan begitu,aku hanya tidak kuat saja melihat mu kesakitan"
"Edward,semua wanita akan merasakan hal ini,itu sebabnya kita wajib mengucapkan terima kasih kepada Ibu kita,karena mereka bertaruh nyawa saat akan melahirkan kita"
Kimmy tersenyum kepada Edward dan pada akhirnya mereka sampai di Unit Gawat Darurat untuk mengurus persalinan Kimmy.
Setelah dari Unit Gawat Darurat Kimmy di bawa oleh perawat ke ruang persalinan, Edward hanya bisa terdiam dan terus mendampingi istrinya, Edward begitu kagum karena Kimmy begitu tenang dalam menghadapi semuanya.
"Edward tidurlah"
"Tidur,sayang mana bisa aku tidur?"
Setelah mereka sampai di ruang persalinan,Kimmy meminta Edward untuk tetap beristirahat,Kimmy tau jika hari ini sebenarnya Edward begitu sangat lelah,itu sebabnya Kimmy awalanya tidak bersedia untuk membangunkan Edward,namun ternyata keadaan berkata lain Kimmy tidak begitu kuat dalam menghadapi kontraksi dari proses melahirkan tersebut yang pada akhirnya membuat dia harus membangunkan Edward.