
"Kau benar Dean,jangan sampai kau mengulangi kesalahan yang sama,kini aku bisa maklum jika dulu kau seperti itu,saat itu kita masih terlalu muda untuk bisa mengerti tentang sebuah hubungan yang serius,kita masih bermain -main dengan apa yang dinamakan cinta,dan hal itu yang kadang bisa kita jadikan pelajaran di masa depan agar tidak terulang kembali"
"Saat ini kau hanya perlu bersabar dan terus berdoa agar apa yang sedang menjadi pikiran mu ini bisa terselesaikan dengan baik"
"Ya hanya itu yang dapat aku lakukan saat ini Kim,terima kasih Kim kau adalah wanita yang luar biasa,pantas saja Edward begitu mencintai mu"
"Aku hanya manusia biasa Dean"
Kimmy tersenyum kepada Dean.
"Kim aku minta maaf yah,jika dulu mungkin aku pernah membuat hatimu sakit"
"Hahaha iya sudah aku maafkan, sekarang kau adalah bagian dari keluarga ku,aku hanya berpesan satu hal kepadamu"
"Apa itu?"
"Jika pada nantinya kau berhasil untuk mendapatkan hati Liyana,kau harus bisa menjaga hati itu dengan baik,mungkin genggaman tangan kita terlalu kecil untuk membuat sebuah hati bisa tetap melekat erat kepada kita,namun ketika kita mau mencintai dia dan memiliki komitmen dalam keadaan suka dan duka akan terus bersama dengan dirinya,maka meskipun genggaman tangan kita itu kecil,tetap akan memiliki tenaga yang luar biasa untuk membuat hati tersebut tidak akan pernah terlepas"
"Pasti Kim"
"Baiklah Dokter Dean saatnya anda mengantarkan aku pulang kembali ke ruang rawat sebelum Maya mencari keberadaan ku,esok hari aku sudah kembali ke rumah utama"
"Ayo"
Dean mendorong kursi roda Kimmy dan mengantarkan Kimmy kembali ke ruang rawat sepanjang perjalanan Kimmy dan Dean bercanda mengingat masa -masa kuliah mereka dan sesampainya mereka di depan pintu ruang rawat ada sepasang pasang mata yang memandang mereka dengan tajam.
"Sayang kau kembali"
Kimmy langsung menyapa Edward,ya sepasang mata tajam itu adalah mata milik Edward Chandradinata yang dari kejauhan sudah melihat Kimmy dan Dean begitu akrab.
"Ya aku sudah kembali dan ketika aku masuk ke dalam ruang rawat yang kutemukan hanya Maya"
Dari raut wajah Edward Kimmy mulai paham apa yang saat ini sedang terjadi dengan suaminya.
"Baik Kim,aku undur diri dulu,mari tuan Edward"
Setelah mengatakan hal tersebut Dean segera berjalan meninggalkan mereka.
"Edward apa kau tidak mengizinkan aku untuk masuk ke dalam?"
Edward yang masih memandang tajam Dean, segera mengalihkan perhatian nya kepada Kimmy dan segera membawa Kimmy masuk kembali ke dalam ruang rawat.
"Edward"
"Hemmmm"
"Kau sedang cemburu?"
"Iya,aku cemburu, terlebih saat aku bertanya kepada Maya ternyata kau sedang asyik bersama dengan Dean"
Kimmy yang sudah tau akan tabiat suaminya segera mencoba untuk membuatnya tenang.
"Maafkan aku,jika aku tidak memberikan mu kabar"
Lalu Kimmy menceritakan semu hal yang telah dia lakukan hari ini kepada Edward.
"Jadi sekarang apa kau masih cemburu?"
Edward langsung mengangkat Kimmy dari kursi rodanya ke atas tempat tidur.
"Sampai aku tua nanti aku akan selalu menjadi lelaki pencemburu untuk candu ku ini"
"Issssh sudahlah aku hanya mencintai mu dsn tidak akan ada laki -laki yang lainnya yang bisa menggeser namamu di hatiku"