
"Menikah lah dengan ku,aku mencintaimu"
Dan setelah berkata demikian Jian Lee mengecup mesra kening Fanny,dan langsung pergi meninggalkan ruangan Fanny.
Fanny hanya termenung dengan setiap ucapan dari Jian Lee,karena baru kali ini ada laki-laki seperti Jian Lee yang dekat dengan dirinya,Fanny memegang bibir nya,dia masih bisa merasakan hangatnya ciuman yang diberikan Jian Lee kepadanya.
"Perasaan apa ini?kenapa jantungku berdetak sangat kencang,ya Tuhan apa betul aku mencintai laki -laki gila itu, bagaimana bisa?dan sejak kapan aku mulai mencintainya,kenapa perasaan ini seakan -akan begitu lambat sekali baru menyadari nya"
Fanny yang sudah bisa menguasai dirinya kini mulai kembali duduk termenung di kursi dan masih terus memegang bibir yang telah di cium oleh Jian Lee dengan penuh kehangatan tersebut.
Sementara itu kini Jian Lee yang sudah berada di dalam parkiran mobil tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Aku berani bertaruh dalam beberapa hari ini kau akan menyetujui pernikahan yang aku ajukan kepadamu,cinta untuk apa membuat cinta itu menjadi rumit jika kita bisa membuat cinta tersebut menjadi lebih mudah"
Jian Lee memakai kacamata hitam favoritnya dan segera melajukan mobil tersebut untuk kembali ke perusahaan Farmasi milik Chandradinata.
Sementara itu kini di Rumah Sakit di dalam ruangan Clarissa,nampak Dean dan Liyana sedang memeriksa keadaan Clarissa.
"Dean, bagaimana apa aku bisa menunggui Clarissa di dalam ruangan ?"
Ricard tiba -tiba masuk ke dalam ruangan dan melihat Dean dan Liyana sedang memeriksa keadaan Clarissa,Dokter Carla meminta untuk keadaan Clarissa bisa di pantau lebih ketat setelah Clarissa sadar.
"Tuan Richard silahkan,pesan dari tim medis adalah tidak membuat nona Clarissa tidak mengalami banyak pikiran"
Setelah mengatakan hal tersebut Dean dan Liyana keluar dari dalam ruangan Clarissa,kini hanya tinggal Clarissa dan Ricard saja yang berada di dalam ruangan tersebut.
Richard mendaratkan ciuman sayang nya di kening Clarissa dan Clarissa yang bisa merasakan sentuhan mulai membuka ke dua matanya,kini nampak wajah orang yang dicintai saat ini sedang berada di dekatnya.
"Sayang,aku mencintaimu,sangat mencintaimu"
Ricard kembali mengecup kening Clarissa berkali -kali.
"Aku tau meskipun saat ini kau tidak bisa membalas semua perkataan ku,namun aku sangat tau kau bisa merasakan di dalam hati mu bahwa aku begitu mencintaimu"
"Michelle juga baik -baik saja,selama kau sakit aku yang merawat nya,aku pernah berjanji padamu bahwa kau dan Michelle adalah tanggung jawab ku,aku menjaga Michelle dengan baik,aku menemani dalam setiap pengobatan nya,sayang kau tau sekarang kondisi Michelle semakin membaik"
"Sayang, Clarissa ratu ku,pujaan hati ku tetaplah bertahan sampai akhir demi aku,demi Michelle"
Ricard mengatakan hal tersebut sambil terus berada di samping Clarissa dan mencium tangan Clarissa berkali -kali, Clarissa hanya bisa memandang Richard tanpa bisa merespon setiap sentuhan Richard dan mengajaknya berbicara,yang dapat Clarissa lakukan saat ini hanyalah menangis.
Ricard,aku juga sangat mencintai mu,terima kasih karena kau telah menjaga putriku dengan baik,terima kasih kau tetap setia berada di samping diriku,aku mencintaimu Richard .
Clarissa mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya ,saat ini hanya air matanya yang terus keluar karena hanya itu yang bisa dia lakukan.
"Hei ,sayang jangan menangis,mulai sekarang kau hanya boleh menangis jika kau merasakan bahagia,sayang aku pernah memiliki janji kepadamu,jika kau sadar aku akan menikahi mu"