
" Bagus, tunggu wanita ini sadar, setelah dia sadar lakukan pemerkosaan terhadap dirinya, ingat lakukan hal ini saat dia sudah sadar, aku ingin dia mengalami trauma panjang akibat pemerkosaan yang dia dapatkan nanti, setelah kalian selesai melakukan akan hal ini buang dia ke jalan dan lenyap kan semua barang bukti"
"Baiklah tuan "
Dan pada akhirnya laki-laki tersebut keluar dari dalam ruangan dengan penuh senyuman kemenangan.
Aku tidak sabar, jika besok kau melihat salah satu orang kepercayaan mu terbuang di jalanan dan dalam keadaan mental yang terluka.
Dengan penuh senyuman mengerikan laki-laki tersebut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut dengan cepat meninggalkan bangunan tua itu.
Sementara itu selesai Edward mengantarkan Kimmy kembali ke hotel dan meminta semua pengawal untuk memberikan pengawasan yang ketat kepada istrinya, Edward segera menuju ke apartemen Richard dimana di sana sudah Doni yang menunggu kedatangan Edward.
"Richard bagaimana apakah sudah ada kabar tentang keberadaan Maya"
"Belum ada tuan, seperti nya para penculik berhasil melepas alat pelacak yang sudah di di diberikan oleh doni"
Edward yang mendengar nama Doni disebut segera memalingkan pandangan matanya menuju kepada asisten pribadi nya itu, di dalam ruang kerja Richard nampak Doni sedang duduk termenung sendirian, pikirkan begitu kacau akibat Maya yang tiba-tiba menghilang dari hadapan dirinya.
"Don, kau harus bisa tenang percaya kepada Richard bahwa dia pasti akan menemukan Maya dalam keadaan selamat"
Edward menepuk - nepuk bahu Doni dan berusaha untuk memberikan ketenangan itu.
"Betul kata tuan Edward Don, aku dan semua pengawal akan berusaha dengan semua tenaga kami untuk hari ini atau paling lambat besok bisa segera menemukan Maya, jadi kau harus tetap tenang.
"Baiklah tuan Edward dan tuan Richard "
Sementara itu di bangunan tua, Maya sudah mulai terbangun dari pingsan dan Maya begitu kaget merasakan bahwa tangan dan kakinya terikat serta ke dua matanya ditutup oleh penutup mata.
"Dimana, aku hiks, hiks, hiks tolong, tolong"
Terdengar teriakan dari Maya yang menggema keseluruh ruangan dan meskipun Maya berteriak - teriak tidak akan ada yang akan mendengarkan panggilan nya karena ini adalah ruangan dengan kedap suara.
"Halo nona manis, ternyata kau sudah bangun "
" Dimana aku, siapa kalian cepat lepaskan aku!!! "
Maya kembali berteriak dengan suara nyaring berkali-kali namun tetap tidak ada yang mendengar suaranya.
" Hahahaha percuma kau berteriak - teriak karena tidak akan ada yang mendengarkan mu, kita akan melepaskan mu setelah kita bersenang-senang dengan tubuh mu"
"Mau apa kalian, tolong jangan lakukan itu tolong hiks, hiks, hiks, hiks, hiks, "
Teriakan Maya, permintaan tolong Maya kepada semua laki-laki yang jumlahnya lebih dari satu itu seperti nya tidak akan pernah didengar, perlahan mereka semua mendekati Maya dan pada akhirnya melucuti semua baju yang dikenakan oleh Maya.
" Tolong jangan hiks, hiks hiks "
Suara Maya semakin melemah meminta mereka tidak melakukan hal itu, namun sepertinya usaha Maya sia-sia, pada akhirnya semua laki - laki yang berada di ruangan itu berhasil menikmati semua bagian tubuh Maya, mereka melakukan itu semua dengan sangat kasar, dan pada akhirnya Maya pingsan tidak tau lagi apa yang mereka lakukan.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.