
Kini keluarga Citra telah sampai di restoran di mana acara makan malam akan dilakukan
*Wahhh mewah banget* Citra membatin sambil memperhatikan sekelilingnya, karena restoran yang mereka datangi adalah restoran bintang 5 di mana para pembisnis berkumpul.
"Citra Ayo sayang masuk"
Citra yang sedang asik melihat sekelilingnya langsung mengikuti langkah mamanya
"mah Citra ke kamar mandi dulu ya mah mama duluan aja nanti Citra nyusul"
Entah mengapa tiba-tiba Citra merasa ingin membuang air kecil
" ya ampun Citra, Ya udah deh cepetan ya Jangan lama lama inget"
" Oke mah Mama tenang aja"
"Kamu tahu kan di mana toiletnya? atau mau Mama temenin"
" nggak usah mah gampang itu nanti Citra bakalan tanya sama pelayan aja "
Oh ya udah kalau gitu Mama duluan ya"
"oke Mah"
Mama Lita meninggalkan Citra sendiri dan Citra pun langsung bergerak dari tempatnya untuk mencari salah satu pelayan yang akan dimintai tolong untuk menghantarkannya ke ke toilet.
setelah selesai dari toilet tiba-tiba jantung Citra berdetak tak karuan Entahlah rasanya Iya bingung kenapa ia merasakan itu Apakah ini faktor karena akan menemui calon suaminya?
sungguh Citra tiba-tiba nervous Iya takut kalau calon suaminya adalah laki-laki tua dan mesum.
"aduh kok gua tiba-tiba deg-degan sih?"
Citra mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafas nya dan membuangnya perlahan setelah merasa cukup tenang Citra pun segera pergi dari toilet untuk bergabung bersama keluarganya, Iya tidak terlalu Bingung lagi di mana keluarga berada, karena sebelum ke toilet Mamanya sudah memberitahunya kalau mereka akan makan malam di ruang VIP yang ada di restoran itu.
sedangkan di ruangan VIP
"halo jeng apa kabar" Sapa Mama Lita kepada sosok wanita paru bayar yang sudah duduk di sana bersama anak dan suaminya
"baik jeng Kamu apa kabar?"
sapa wanita itu tidak kalah ramah sambil memeluk Mama Lita
sedangkan Papa Vero hanya berjabat tangan dengan lelaki paruh baya yang berada di samping perempuan paruh baya itu
" Bagaimana kabar anda tuan Abraham "
"Kabar saya baik dan semangkin membaik kerika mendengar kabar persetujuan dari anak anda untuk menikah dengan anak saya"
papa Vero hanya tersenyum simpul mendengar penuturan dari tuan Abraham karena jujur Ia juga sangat senang
sedangkan sosok laki-laki yang berada di tengah-tengah mereka hanya diam dengan memasang wajah datarnya
mama Lita dan Tuan vero tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka tahu betul dengan sifat anak dari teman mereka itu
tidak lama setelah berbincang-bincang pintu ruangan tersebut diketuk
"ah itu sepertinya putri kami"ucap Mama Lita dan pintu pun terbuka dan menampilkan sosok Citra yang sedang berdiri di depan pintu Citra
langsung masuk dan menyalam sopan 2 sosok paruh baya yang berada di dekat kedua orang tuanya ketika bersalaman dengan sosok laki-laki paruh baya yang berada di samping ayahnya, mata Citra melirik ke sosok laki-laki yang sedang fokus memainkan handphone dengan tertunduk
karena pria itu tertunduk Citra tidak melihat pasti Bagaimana bentuk wajah lelaki tersebut setelah setelah selesai menyalami Kedua sosok itu Citra langsung duduk di samping Mama Lita dan tante Vita
" Wah kamu aslinya jauh lebih cantik dan manis ya"Puji tante Vita pada citra
citra yang mendengar pujian hanya tersenyum manis, mendengar pujian dari sang mama laki-laki yang dari tadi sibuk dengan handphonenya mengangkat kepalanya untuk melihat sosok perempuan yang dipuji oleh namanya.
sosok laki-laki itu menatap tajam Citra dengan lama seolah memperhatikan Citra dengan detail Citra yang merasa di perhatikan melirik ke arah laki-laki tersebut mata mereka bertemu, sosok laki-laki itu tidak sama sekali memalingkan pandangannya ia terus menatap tajam mata Citra
sedangkan setelah menatap mata tajam itu Citra langsung membuang pandangannya
*apaan sih kok serem biasa aja kali liatin gua nya gua juga tau kalau gua itu cantik* Citra membatin dalam hati karena merasa kesal di lihat seperti itu
Beberapa saat kemudian mereka telah selesai makan malam para pelayan pun kembali membersihkan kan meja, dan tuan Abraham langsung memecahkan keheningan
"Jadi kapan ijap kabul nya akan di langsung kan"
"Bagaimana kalau lusa lebih cepat lebih baik kan" saran Papa Vero
oke baiklah saya setuju ijab kabul akan dilaksanakan lusa Kalian tidak perlu khawatir semua perlengkapan ijab kabul akan disiapkan Asisten saya ucap Abraham
Lalu setelah mereka menikah mereka akan tinggal di mana ini gantian Mamah Lita yang berbuka suara
"Mereka bakalan tinggal di rumah ka"
" kami akan tinggal sendiri, Saya sudah membeli sebuah apartemen"
belum selesai mama Vita berbicara laki-laki yang dari tadi hanya diam tidak mengeluarkan suara apapun kini memotong ucapan mama vita dengan suara tegas
"Tapi sayang Kenapa harus buru-buru tinggallah di rumah mama dahulu"
"no mom Aku ingin tinggal sendiri"
"tapi.."
"sudah lah Mah biarkan mereka hidup mandiri dan menentukan jalan hidup mereka" potong Abraham mencegah istrinya melanjutkan omongannya sedangkan Nyonya Vita hanya mengangguk pasrah
*What Gue harus tinggal satu rumah sama laki-laki kayak gini!!, bisa mati mendadak gua udah mukanya datar Bet lagi! kayak tembok bahkan makan aja mukanya masih datar *
Citra hanya mampu membantin
Setelah acara makan malam selesai Mereka pun kembali ke rumah masing-masing
di perjalanan tiba-tiba Citra membuka suara "mah nggak bisa ya kalau nanti Setelah nikah Citra sama mama aja?"
"Citra... Kamu ini gimana sih sayang di mana-mana setelah seseorang itu menikah dia harus ikut bersama suaminya, bukan malah sama mamahnya, kecuali kalau suami kamu mau
ini kamu lihat kan tadi calon suami kamu langsung mutusin kalau kalian bakalan tinggal sendiri, tapi mama senang deh berarti dia mau belajar mandiri bukan Tergantung orang tua terus, Lagian kamu seharusnya senang dong punya suami yang kayak gitu udah ganteng Mandiri lagi. ucap mama
"apaan sih!! ma orang tembok Gitu dibilang ganteng" kesal Citra mendengar mama nya memuji lelaki itu
"ganteng dong sayang dia itu bukan tembok,kamu kan baru kenal sehari kamu belum tahu sifatnya Inget ya Don't judge the cover jangan lihat seseorang dari luarnya kita nggak boleh menilai orang seperti itu" ceramah mama pada citra
"hmmm iyh deh mah" Citra Hanya pasrah mau gimana lagi
"tapi mah ada yang mau aku tanya in"
"nanya apa sayang?"
"emmh laki-laki itu sih siapa sih namanya mah?
"laki-laki mana?" tanya Mama bingung
" itu yang tadi.." Jawab Citra kikuk jujur saja ya Malu menanyakan ini pada mamanya Tapi kalau nggak ditanya juga penasaran masa iya dia nikah sama cowok , tapi nama cowok itu aja nggak tahu kan lucu.
" calon suami kamu Ham?"
" i.. iya" jawab Citra gugup
"HAHAHAHA" seketika tawa mama pecah mendengar jawaban anaknya
" Ih!!! Mama apaan sih Kok malah ketawa sihh" ucap Citra kesel melihat Mama yang tertawa bukan malah menjawab pertanyaan nya
"Haduh Lagian kamu itu lucu banget sih sayang, tadi ketemu bukannya mau kenalan malah diem-diem aja sekarang udah pulang baru nanya namanya siapa, duh hahaha ada ada aja kamu" sedangkan Citra melihat mamanya semangkin kesal Lihatlah bahkan sedang berbicara saja Mamanya masih terus menertawakannya
"Oke sorry sorry jadi nama dia adalah.."
____________________________________________________________________________________________ Ayo siapa yang penasaran namanya siapa???? kalau kalian penasaran tunggu di bab selanjutnya karena aku bakalan bikin bab selanjutnya itu visual dan nama lengkap dan karakteristik dari si perannya Oke Guys gue chapter kali ini sambil di sini dulu aku minta maaf kalau banyak typo dan penyusunan kata yang kurang jelas dan nggak sesuai sama keinginan kalian semoga kalian suka dengan cerita yang aku buat **dan komen-komenan yang positif Oke
terima kasih semuanya🙏🥀**
TBC