I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
HARTA YANG PALING BERHARGA



"Baiklah katakan pada Raja Yuwen untuk menghilangkan barang bukti pembelian alat tersebut,itu semua mencegah agar tidak ada yang curiga"


"Baik tuan Jason,semua rencana akan berjalan dengan baik"


"Pergilah"


Juan pamit undur diri dari hadapan tuan Jason.


"Adrian,lama tidak bertemu dengan mu,aku akan mengirimkan kado terindah untuk keluarga mu"


Tawa tuan Jason terdengar begitu mengerikan di tengah -tengah sunyinya ruangan tersebut.


Sementara itu di Rumah Sakit ,nampak Richard sedang bercengkrama bersama dengan Clarissa,tak henti-hentinya Richard mencium kening Clarissa, sebagai bentuk tanda sayang Richard terhadap Clarissa.


"Rissa,hari ini nona Kim sudah melahirkan dan dia memberikan sel punca untuk Michelle,saat ini Dokter akan mempersiapkan transplantasi sel punca tersebut,sebentar lagi kau dan Michelle akan kembali sehat,kau harus percaya itu"


Clarissa memandang wajah Richard,tidak ada yang bisa dilakukan oleh Clarissa kecuali memandang orang yang dia begitu cintai tersebut.


Terima kasih Richard kau telah begitu banyaknya berkorban untuk hubungan kita,kau tidak pernah mengeluh untuk semua yang telah kita hadapi.


"Satu lagi Rissa,aku sudah memesan gaun pengantin untuk mu,aku yakin kau akan terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin tersebut"


Richard menunjukan foto gaun pengantin yang yang sudah dia pesan tersebut kepada Clarissa.


Cantik sekali gaun pengantin itu Richard,sampai aku merasa aku tidak pantas untuk memakainya.


Clarissa perlahan -lahan kembali mulai menangis di hadapan Richard .


"Hei sayang,jangan menangis lagi,kau akan terlihat cantik dengan apapun yang akan kau gunakan,bagiku apapun keadaan mu kau akan terlihat sangat cantik,sudah jangan pernah menangis lagi"


Kini Richard berusaha kembali untuk menenangkan Clarissa.


Sementara itu di ruang perawatan Kimmy ,nampak Edward kembali tertidur dengan pulas, sementara keluarga Chandradita yang lainya sudah kembali ke rumah utama kini hanya tinggal Edward yang masih dengan setia menunggui sang istri.


"Ah sayang kau sudah bangun"


Edward yang menyadari adanya pergerakan dari tubuh Kimmy segera ikut terbangun dari tidurnya.


"Edward dimana anak kita,aku ingin bertemu"


"Sayang, tuan muda kecil masih berada di di dalam ruang perawatan bayi"


"Tentu saja"


Setelah itu Edward segera menghubungi bagian ruang perawatan bayi,untuk membawa tuan muda kecil ke dalam ruang perawatan Kimmy.


"Nah itu anak kita"


terlihat satu orang perawat masuk ke dalam ruangan sambil membawa tuan muda kecil,dan segera setelah itu sang perawat memindahkan tuan muda kecil ke tangan Kimmy.


"Selamat datang di dalam dunia sayang"


Kimmy memberikan kecupan sayang kepada anaknya dan Edward memandang mereka dengan sangat haru.


"Edward apa kau sudah memberikan nama untuk anak ini?"


"Tentu saja,nama anak kita Alexander Chandradinata"


Kimmy memandang wajah suaminya saat dia mengatakan hal tersebut.


"Nama yang bagus, selamat datang baby Alexander Mama dan Papa akan selalu berdoa untuk kebaikan mu,Tuhan akan menyertai engkau kemanapun engkau pada akhirnya berada"


"Amin"


Kini Edward memeluk Kimmy dan juga baby Alex,buat Edward dua orang ini adalah hartanya yang paling berharga untuk saat ini.


"Sayang"


"Ya Edward"


"Kau pada nantinya masih mau kan untuk memberikan adik kepada Alex?"


Kimmy langsung menatap wajah Edward.


"Maksudnya?"


"Ya,aku tak ingin jika keluarga kita sepi,aku ingin memiliki banyak anak dari mu"


"Ya,bisa dipikirkan mari kita lihat saja nanti"