
"Tuan, pasti nona Kim memiliki alasan mengapa nona Kim belum mengatakan nya kepada tuan Edward, tingkat keberhasilan dari pengobatan ini sangat besar, tuan Edward harus lebih berhati-hati menjaga nona Kim"
" Ya Don, aku yakin istriku memiliki alasan tersendiri mengapa dia melakukan hal tersebut, dan akan aku tanyakan sebentar lagi kepadanya jika dia sudah bangun"
"Baiklah tuan Edward, untuk pekerjaan sudah tidak ada yang perlu saya laporkan lagi kepada tuan Edward, oleh karena itu saya undur diri dari hadapan tuan"
Doni pergi dari ruang kerja milik Edward Chandradinata, kini hanya tinggal Edward sendiri di dalam ruangan tersebut, tangan nya mengetuk-ngetuk meja tanda bahwa ada beberapa hal yang saat ini sedang mengganggu pikiran nya itu.
"Transplantasi sel punca, untuk anak ku Michelle dan aku sama sekali belum diberitahukan akan hal itu oleh dia, sayang aku akan lebih ekstra lagi dalam mengawasi kehamilan mu saat ini, aku tau pasti kau akan menolak untuk setiap pengawal bayangan yang akan aku tambah menjadi lebih banyak, namun maaf aku harus tetap melakukan akan hal ini tanpa sepengetahuan mu"
Setelah itu Edward mengambil ponsel nya dan menghubungi Rei,Rei adalah kepala tim pengawal bayangan yang ditunjuk oleh Edward untuk mengawasi dan mengawal semua kegiatan Kimmy tanpa Kimmy perlu tau jika dirinya sedang di awasi.
Edward menghubungi Rei dan mengatur semua keamanan Kimmy hingga betul - betul sangat ketat dan Edward berpesan kepada Rei agar Kimmy tidak perlu tau apa yang dilakukannya saat ini.
Entah mengapa hati Edward berkata bahwa dia harus secepatnya melakukan hal tersebut, hati Edward berkata bahwa istrinya saat ini harus betul - betul dilindungi oleh dirinya.
"Baik Rei terima kasih, segera laksanakan tugas mu saat ini juga"
Edward menutup sambungan telepon nya terhadap Rei, kini dirinya menjadi lebih tenang karena Edward yakin Rei bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Tok, tok, tok
Terdengar pintu ruangan kerja Edward diketuk lagi oleh seseorang, dan ketika pintu dibuka Edward melihat istrinya sudah bangun dari tempat tidur dan menghampiri dirinya.
"Sayang mengapa tadi kau tidak membangunkan aku? "
Edward melihat rambut istrinya tersebut masih berantakan karena Kimmy belum merapikan rambut nya begitu dia bangun.
" Kemarilah"
Edward meminta Kimmy untuk mendekat kepada dirinya dan meminta Kimmy duduk didalam pangkuannya.
Kimmy tersenyum dan segera menuruti perintah dari Edward, begitu Kimmy duduk didalam pangkuannya, Edward kembali menciumi pundak Kimmy berkali-kali.
"Katakan, apa ada yang ingin kau ceritakan kepadaku pada hari ini? "
" Isssh, kenapa kau begitu kehilangan kontrol setiap kau bersama denganku Edward"
Kimmy mencoba untuk menepis setiap ciuman yang dilakukan oleh Edward kepada dirinya.
"Aku tidak bilang kontrol, namun tubuhmu seperti candu untuk diriku, jadi tidak ada salahnya jika aku memakan, dan menghirup candu tersebut dalam - dalam? "
" Ya, ya baiklah Edward, asal kau tidak membuat anak kita ini terluka"
Kimmy menarik tangan Edward untuk memegang perutnya yang sudah terlihat mulai membuncit.
"Katakan apakah ada yang hal ini kau ceritakan padaku? "
Kimmy yang berada di dalam pangkuan Edward dan membelakangi wajahnya segera membalikan posisi duduk agar dia bisa melihat wajah suaminya tersebut.
" Ya ada hal yang ingin aku ceritakan kepadamu"
"Katakanlah "
" Hari ini seharusnya aku ingin bertemu dengan Dokter Carla"
"Dokter Carla?untuk apa kau ingin bertemu dengan Dokter yang merawat Michelle? "
" Ya, aku bertemu dengan Dokter Carla, karena, karena... "
" Karena apa? "
" Karena aku akan melakukan transplantasi sel punca untuk Michelle, maafkan aku Edward karena aku belum memberitahukan akan hal ini kepadamu"
Edward memasang wajah kaget dan berpura-pura menatap tajam wajah istrinya tersebut.
"Apa itu transplantasi sel punca? kenapa sekarang kau menjadi istri yang tidak jujur terhadap suami sendiri ha?"
Hati Kimmy sedih mendengar perkataan Edward, emosi seorang Ibu hamil yang naik turun membuat kimmy lebih sensitif akhir - akhir ini dan tanpa banyak berkata-kata Kimmy langsung menangis dihadapan suaminya tersebut.
"Hiks, hiks, hiks, maafkan aku jika sekarang aku bukan istri yang bisa berkata jujur kepadamu, tapi bukan maksudku begitu, aku, aku hanya ingin memastikan terlebih dahulu apakah Michelle ini anak kandung mu atau bukan hiks, hiks, hiks, karena jika memang Michelle adalah anak kandungmu maka keberhasilan nya akan lebih besar hiks, hiks aku tidak ada maksud apapun dengan aku menutupi akan hal ini hiks, hiks hiks"
Kimmy menangis dan terus menangis sedangkan Edward menjadi sangat bingung karena saat ini tiba-tiba dia harus melihat istrinya menangis dan tidak bisa berhenti hanya karena dirinya ingin bercanda kepada Kimmy.
"Sssst, sayang tenanglah, aku tidak marah, aku mengerti bahwa apa yang kau lakukan ini semuanya hanya untuk Michelle, maafkan aku jika aku berkata sedikit agak kasar kepadamu, maafkan aku"
Edward kembali memeluk istrinya dan mencium puncak kepala Kimmy berkali-kali untuk menenangkan istrinya tersebut.
"Kimmy merenggangkan pelukan dari Edward dan menatap wajahnya kembali.
"Jadi kau benar - benar tidak marah kepadaku? "
Wajah kembali bersinar seketika dan tiba-tiba air mata nya mulai terhenti.
" Sama sekali tidak sayang, sudah jangan menangis lagi"
"Baiklah, aku tidak akan menangis lagi asalkan... "
" Asalkan apa? "
" Kau mau mencium ku disini, dan disini"
Kimmy menunjuk kening dan perutnya"
"Hei, ini permintaan istriku atau anak ku? "
" Entahlah mungkin dua-duanya, aku hanya ingin kau melakukan itu padaku sekarang jika tidak... "
Edward yang melihat air mata Kimmy sudah kembali akan jatuh segera kembali memeluk istri nya lagi.
" Baik, baik aku akan melaksanakan apa yang nyonya Edward minta, tapi jika aku kehilangan kendali akan dirimu jangan salahkan aku, karena seperti yang aku bilang tadi setiap bagian tubuhmu adalah candu untuk ku"
Kimmy menatap Edward dan mulai mengangguk-angguk kepalanya tanda bahwa dia menyetujui permintaan dari Edward.
"Baiklah nyonya Edward aku akan segera beraksi"
"Disini? "
" Ya tempat ini nyaman untuk kita melakukan banyak hal"
Dan tanpa menunggu waktu lebih lama Edward segera mendaratkan ciuman mesra nya kepada Kimmy dan benar seperti apa yang dikatakan Edward kepada Kimmy, tanpa butuh waktu lama pada akhirnya Edward hanyut dalam setiap ciuman-ciuman panas yang dia berikan kepada istrinya tersebut,di dalam ruang kerja,Edward dan Kimmy pada akhirnya mengukir sebuah cinta.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.