
"Kakak hanya sedang berpikir dan ingat akan mimpi mu suatu saat kau ingin menjadi seorang pelukis terkenal,namun pada saat itu kita tidak memiliki cukup uang untuk mewujudkan mimpi kita itu"
"Ya kak,Natan ingat akan semua hal itu"
"Nah itu sebabnya kakak menawarkan mu untuk ikut pergi ke Paris menggapai mimpi mu"
"Tapi kak,Natan adalah laki -laki yang cacat,apa Natan tetap bisa meraih mimpi Natan?"
Kimmy memandang sang adik dengan tatapan yang sedih.
"Sayang kondisi kita tidak akan menjadi penghalang dalam kita meraih mimpi,Tuhan punya seribu kali cara agar kita tetap bisa meraih mimpi kita,selama kita berusaha maka usaha kita tidak akan pernah mengkhianati hasil, meskipun pada nantinya kau akan bersama dengan Bibi Clarissa dan Paman Richard,tapi segala sesuatu keberhasilan yang akan kau raih itu tetap tergantung padamu,bukan pada mereka"
"Mereka hanya memberikan motivasi agar kau tetap semangat dalam meraih mimpimu, terkadang kita menyalahkan keadaan kita, padahal ada saatnya usaha yang kita lakukan tidak maksimal sehingga membuat mimpi kita semakin terlupakan,tindakan yang akan kita lakukan untuk meraih mimpi menjadi salah satu hal yang paling utama dalam meraih mimpi kita"
"Kau tau betapa kerasnya usaha kakak dalam meraih mimpi Kakak menjadi seorang Dokter?semua yang kakak lakukan kini membuahkan hasil,memang banyak air mata tapi ketika melakukan hal tersebut dengan berpegang pada doa dan usaha maka itu tidak akan pernah sia -sia,trust me"
Kimmy berusaha untuk memberikan penguatan nya kepada Natan adik kandung Kimmy satu -satunya.
"Ya kak,Natan mengerti,baiklah kak Natan akan ikut ke Paris bersama Paman Richard dan Bibi Clarissa"
"Bagus sayang, sekarang beristirahat lah esok hari kau harus bersiap -siap untuk keberangkatan mu ke Paris"
Kimmy mendaratkan ciuman sayang di kening adiknya itu.
"Terima kasih kak Kim"
"Sama -sama sayang"
Kimmy tersenyum dengan ucapan dari Natan dan pada akhirnya Kimmy keluar dari kamar Natan untuk kembali menuju ke kamarnya.
"Sayang, bagaimana apakah Natan mau untuk ikut dengan Richard?"
Kimmy yang sudah berada di tempat tidur segera di tarik Edward untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Ya Edward dia mau"
Kimmy memandang wajah suaminya dan sesekali mendaratkan ciuman mesra di pipinya.
"Edward"
"Ya"
"Terima kasih"
"Terima kasih untuk?"
"Karena kau peduli pada adik ku"
"Sayang ini sudah tugasku sebagai seorang kakak untuknya,kita adalah pengganti orang tua Natan,jadi kasih sayang yang akan kita berikan akan sama seperti kasih sayang kita kepada Alexander"
Mata Kimmy dan mata Edward saling menatap ketika Edward mengatakan akan hal ini.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Edward malam ini kau sangat tampan"
Kimmy memberikan pujian kepada sang suami yang pada akhirnya di sambut ciuman Edward pada dirinya.
"Jika aku tampan,aku ingin meminta hal itu padamu malam hari ini apakah boleh?"
Edward mencoba meminta haknya kepada sang istri tercinta dan semua itu disambut dengan senyuman oleh Kimmy.
"Kau yakin mau melakukan malam hari ini?apa kau tidak lelah?"
"Aku tidak akan pernah lelah jika aku akan menghirup candu ku dalam -dalam"
"Baiklah aku mengizinkan mu melakukan hal itu"
Dan tanpa butuh waktu lama, Edward segera memulai permainan nya dengan mendominasi setiap permainan yang mengairahkan pada malam hari itu.