
Setelah Kimmy sampai di rumah putih, segera Kimmy berlari ke dalam kamarnya.
Kimmy menangis dengan sangat kencang, mungkin dihadapan tuan Edward dirinya masih bisa untuk menutupi kesedihan nya, mencoba untuk melawan ketidakadilan yang di ciptakan oleh tuan Edward untuk dirinya, namun Kimmy tetaplah wanita biasa yang penuh dengan perasaan, disaat dia hanya sendiri maka disitulah dia akan menangis lebih dalam lagi.
"Ibu sampai kapan aku bisa bertahan bersama dengannya, aku ingin pergi ibu hiks, hiks, hiks"
Tok, tok, tok "nona Kimmy ini Maya apakah saya boleh masuk ke dalam kamar nona?
Masuklah May kamar ini tidak pernah dikunci"
Nona Maya masuk ke dalam kamar Kimmy dan seperti tebakannya nona Maya masih melihat Kimmy menangis di atas tempat tidur
"Nona ada apa denganmu?, kenapa nona sampai menangis seperti ini adakah yang bisa aku bantu nona?
Kimmy membalikan badan dan segera memeluk Maya dengan sangat kencang.
"May izinkan aku menangis disini yah hiks, hiks, hiks
Menangis lah nona, menangislah supaya perasaan nona lebih Lega"
Setelah nona Maya berkata seperti itu Kimmy kembali menangis lebih kencang dari yang sebelumnya,Kimmy menangis di dalam pelukan nona Maya.
Kimmy merindukan seorang sahabat untuk tempatnya berbagi saat ini, saat ini ketika dia sudah menyandang status istri dari tuan Edward sulit bagi Kimmy untuk memiliki teman dan bisa bercengkrama dengan para sahabat nya seperti saat sebelum dia menikah.
"Nona apakah nona sudah lebih tenang?"
Kimmy melepaskan pelukan nya terhadap nona Maya dan mulai mengajak nona Maya duduk di kursi
"Nona kenapa anda begitu sedih hari ini?maafkan saya nona jika saya lancang bertanya hal ini terhadap nona, namun saya sungguh tidak tega melihat nona menangis seperti ini
May apakah kau pernah bersama dengan orang yang tidak kau cintai dan memperlakukan mu dengan buruk, tapi kau tidak dapat meninggalkan orang tersebut karena kau sudah terikat sebuah perjanjian dengannya"
Nona Maya menggelengkan kepala
"Nona aku belum pernah mengalami nya, tapi kita sama - sama seorang wanita dan aku mengerti perasaan yang nona saat ini
May aku tidak mencintai tuan Edward, aku berbuat satu kesalahan karena aku menikah dengannya, aku ingin bebas May tapi aku tidak bisa aku sudah terkurung di dalam sangkar emas miliknya dan aku harus mengikuti segala peraturan yang dibuat oleh nya seumur hidupku, aku tertekan May hiks, hiks, hiks
Tuan Edward tidak pernah memperlakukan aku selayaknya seorang istri, dia hanya menganggap aku sebagai pembantu nya hiks, hiks, hiks"
Kimmy terus menangis dihadapan nona Maya dan nona Maya terus menatap Kimmy seakan dia ingin memberitahukan sesuatu tapi tidak bisa mengatakan sekarang
Nona Maya menyentuh pundak Kimmy dan mencoba menenangkan Kimmy.
"Nona sabarlah, apa yang terjadi pada nona saat ini sudah menjadi satu garis takdir yang harus nona lalui, dan tentunya Tuhan tidak akan membiarkan nona melalui semuanya ini seorang diri
Masih ada orang - orang di sekeliling nona yang akan terus bersama dengan nona
Saat ini nona harus tetap kuat dan tegar untuk segera sesuatu yang sudah terjadi, hal ini Tuhan izinkan dalam kehidupan nona karena sebuah maksud
Dan apa yang Tuhan rencanakan itu pasti bukanlah rencana yang buruk
Nona belajar untuk mencintai itu tak harus mendapatkan timbal balik, karena cinta itu memberi dan terus memberi"
"Nona sebaiknya nona harus mempersiapkan diri karena esok hari nona Kimmy dan tuan Edward harus pergi ke kampus untuk wisuda nona Kimmy, seperti biasa semua media akan hadir dalam acara tersebut, mereka hadir karena ada nona dan tuan"
Kimmy menghapus setiap air mata nya dan mulai kuat lagi untuk berkata - kata.
"Apa yang katakan itu benar May, bukan saat sekarang aku harus menyerah, namun saat ini waktunya aku untuk berjuang
Belajar mencintai itu terkadang memang tak harus menerima, aku akan terus mempertahankan hubungan ku dengan tuan Edward karena aku tidak mau mengalami perceraian
Aku akan tetap menjadi istri yang baik dan betul - betul mengasihi suami ku apapun keadaan dirinya saat ini
Terima kasih May, sekarang aku mau beristirahat kau boleh keluar "
Nona Maya tersenyum kepada Kimmy dan mulai meninggalkan kamarnya.
Maafkan aku nona, aku tidak dapat memberitahukan kebenaran tentang tuan Edward kenapa tuan Edward sampai sedingin itu terhadap semua wanita.
Harus tuan Edward sendiri yang memberitahukan kepada nona, atau nona mengetahui semuanya sendiri.
Nona Maya segera berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dia ingin segera memberitahukan kepada seseorang tentang keadaan rumah putih saat ini
Sementara itu Kimmy mencoba untuk kembali tegar dan menyambut kedatangan tuan Edward dengan wajah penuh sukacita
Ketika tuan Edward pulang Kimmy tetap melayani tuan Edward dengan sepenuh hati menggosok punggungnya menyuapi makan malam serta menyiapkan baju tidur untuk tuan Edward.
Sedangkan tuan Edward semakin bingung dengan sikap Kimmy yang sama sekali tidak menunjukan dendam terhadap dirinya meskipun dia sering berkata kasar terhadap Kimmy
Malam itu Kimmy dan tuan Edward berada di dalam satu ruangan dengan penuh kebisuan.
"Tuan besok adalah wisuda ku, tuan sudah janji padaku akan menghadiri wisuda tersebut bersama denganku "
Pada akhirnya kimmy mencoba membuka sebuah percakapan saat tuan Edward masih terbangun dan duduk di sisi tempat tidurnya, Kimmy berharap bisa membuka sebuah obrolan pada malam hari ini.
Namun sepertinya Kimmy gagal melakukan hal tersebut, karena Kimmy hanya melihat tuan Edward menganggukan kepala tanpa ada pembicaraan apapun kepada dirinya.
Kimmy hanya bisa menghela nafas dalam - dalam dan mulai tenggelam dalam selimut nya
Sementara setelah Kimmy tertidur tuan Edward mendekati Kimmy dan memandang wajahnya
Gadis ini sama sekali tidak takut denganku, sama sekali tidak takut dengan setiap perkataanku, gadis ini betul - betul masih bisa bertahan denganku sampai saat ini.
Perlahan -lahan tuan Edward mengusap wajah Kimmy dan mencium keningnya.
"Selamat tidur nona Kimmy, besok aku kan menemani setiap acara mu"
Tuan Edward beranjak dari sisi Kimmy dan terlelap
Tanpa disadari Kimmy membuka matanya dan menangis, dia tadi hanya pura - pura tidur, pikirannya yang kemana - mana tidak bisa membuatnya memejamkan mata dan tiba-tiba dia merasakan ada tangan yang membelai wajahnya dan perlahan mengecup keningnya.
Ajarkan aku untuk tetap bisa bertahan bersama dengan dirinya Tuhan, ajarkan aku untuk bisa mencintai laki-laki yang saat ini berada di dekat ku, ajarkan aku untuk bisa menerima setiap kekurangannya dan ajarkan aku menjadi istri yang baik untuknya.