
Cassandra yang sudah mengetahui bahwa asisten pribadi nya sudah bebas dari ruang rahasia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa rapat ini diadakan untuk membahas kembali hukuman apa yang akan di jatuhkan kepada nona Jean.
Tak beberapa lama kemudian Edward masuk ke dalam ruang rapat, begitu Edward masuk nampak para Direksi sudah memenuhi ruangan itu.
"Selamat pagi para Dewan Direksi yang terhormat, terima kasih atas kehadiran anda sekalian dalam rapat dadakan yang diadakan di Chandradinata Corp, terima kasih juga atas kehadiran nona Cassandra Winata selaku CEO dari Winata Corp"
"Hari ini kami dari Chandradinata Corp memiliki maksud mengapa kami harus mengadakan rapat. Saat ini di depan Tuan dan nona sudah ada satu berkas yang berisikan sebuah laporan keuangan palsu yang dibuat oleh nona Jean asisten dari Winata Corp"
Deg
Cassandra seakan seperti dihantam sebuah batu ketika Edward menyebutkan nama asisten nya tersebut, dengan perlahan Cassandra mengambil satu berkas yang saat ini berada di depan nya dan mulai membaca perbandingan laporan keuangan yang asli dan palsu yang dicantumkan di dalam berkas tersebut.
"Tuan Edward jadi maksud anda mengundang kami semua hanya untuk memberitahukan tentang kinerja dari Winata Corp, jika memang sudah seperti ini untuk apa kita melanjutkan kerjasama dengan Perusahaan tersebut"
Salah satu Direksi nampak sangat tersulut dengan amarah mengetahui pemalsuan laporan keuangan yang sudah di buat oleh nona Jean.
"Tuan untuk masalah kerja sama perusahaan kita sudah terikat kontrak dengan Winata Corp, jadi akan sedikit mustahil jika kita tiba-tiba membatalkan proyek tersebut di tengah jalan"
"Dalam hal ini saya meminta semua Direksi untuk bisa berdiskusi dalam hal pemberian sangsi yang pantas untuk nona Jean dengan apa yang sudah diperbuat oleh dirinya, dan saya minta kita bisa profesional di dalam hal ini termasuk dengan nona Cassandra yang harus bisa menerima kesalahan dari salah satu asisten pribadi nya, saya berharap apapun keputusan dari para Direksi untuk nona Jean, nona Cassandra dapat menerima nya dengan bijaksana "
Cassandra menundukkan wajah menahan rasa malu yang teramat sangat saat semua mata kini tertuju pada dirinya,namun bukan Cassandra namanya jika pada akhirnya dia bisa kembali mengangkat wajahnya dan mulai berbicara kepada semua Dewan Direksi yang mengikuti rapat tersebut.
"Tuan - tuan dan nona - nona sekalian, terima kasih untuk setiap kedatangan nya pada rapat hari ini, dengan ini aku menyerahkan sepenuhnya keputusan sangsi apakah yang akan di terima oleh nona Jean untuk setiap tindakan yang sudah dilakukan "
Cassandra mencoba untuk tersenyum kepada setiap para peserta rapat, namun senyum yang dia pancarkan berbeda dengan hatinya yang kita menaruh kemarahan yang sangat dalam terhadap Edward Chandradinata, kejauhan Jean berarti kejatuhan Cassandra juga.
" Baiklah karena nona Cassandra pun sudah bisa menerima setiap keputusan yang akan kami lakukan, kita akan mulai berdiskusi dari sekarang "
Dan tak lama terjadi perdebatan yang panjang di dalam rapat tersebut, beberapa Dewan Direksi meminta kasus nona Jean ini dibawa ke jalur hukum, namun beberapa orang lagi meminta cukup nona Jean menganti dua kali lipat dari semua harta yang dia punya guna membayar kerugian akibat laporan keuangan yang sudah nona Jean palsukan.
Edward masih ingin mengambil jalan tengah ketika dia melihat beberapa perdebatan panjang yang saat ini terjadi di dalam ruangan rapat itu, sampai pada akhirnya keputusan terakhir di tangan Edward Chandradinata.
Keputusan Edward diberikan tepukan meriah oleh semua para anggota Dewan Direksi yang hadir, hanya satu orang yang tidak senang dengan keputusan tersebut dan tentu saja orang itu adalah Cassandra Winata.
Kini dirinya sudah cacat di dalam dunia bisnis, kesan yang selama ini dia sudah bangun hancur seketika di dalam ruang rapat bersama dengan para Dewan Direksi ini, berani berurusan dengan Chandradinata Corp, berarti harus siap dengan tenggelam nya bisnis yang saat ini sedang di jalani nya.
"Baiklah karena tidak ada hal lagi yang perlu kita bicarakan, rapat ini akan di tutup"
Edward tersenyum dengan keputusan yang di rasanya sudah cukup bijaksana, dan dengan langkah ringan dia kembali ke ruang kerjanya.
Setelah Edward masuk ke dalam ruangan kerjanya, tak beberapa lama Cassandra menyusul Edward.
"Edward kau tega mengatakan ini semua kepada Dewan Direksi, kau tega membuat Winata Corp hancur Edward"
Edward yang mendengar suara Cassandra segera membalikan badan dan kini menetap ke arah Cassandra.
"Clarissa aku harap kau bisa menerima semua keputusan ini dengan baik segala hal yang sudah diputuskan di ruang rapat adalah sebuah keputusan bersama dan karena nona Jean berkasus di dalam proyek kerja sama kita, tidak akan salah jika aku melibatkan semua Dewan Direksi untuk membantu keputusan ku demi keadilan untuk semuanya"
Cassandra hanya terdiam dan tidak bisa berkata - kata lagi, karena memang benar semua yang dikatakan oleh Edward dan Cassandra harus bisa menerima setiap apapun yang sudah di putuskan di dalam rapat.
Dengan menarik nafasnya dalam-dalam Cassandra mencoba untuk berbicara kembali kepada Edward.
"Baiklah Edward, seperti nya sudah tidak ada lagi hal yang harus kita bicarakan"
"Baiklah Clarissa ada kalanya kau harus lebih lagi untuk bersikap profesional di dalam sebuah pekerjaan"
Cassandra meninggalkan Edward tanpa menoleh lagi kebelakang, kini dirinya kembali ke Winata Corp dalam keadaan hancur, semua karir yang dia bangun sudah sangat dipastikan akan perlahan - lahan mulai hancur.
Sementara itu Edward yang berada di dalam ruangan segera meminta Doni untuk membawakan hadiah-hadiah kecil untuk Michelle karena hari ini adalah pertemuan pertama Edward dengan Michelle putri kecilnya tersebut, setelah beberapa hari Edward sibuk dengan segala pekerjaan nya, pada sore ini Edward akan ke Rumah Sakit untuk mengunjungi putri kecilnya itu.
I LOVE MY CEO. Like, Vote dan rate 5 yah, terima kasih untuk semua pembaca setia I Love my Ceo. Novel ini terus berlanjut cerita nya karena kalian loh.