
"Baiklah sayang mari kita mulai"
Sebenarnya bukan hanya Kimmy yang berdegup kencang, namun hati Edward juga seperti itu, ini adalah kali pertama dia akan melakukan hubungan bukan di dasari rasa dendam, namun atas dasar cinta kasih kepada istrinya.
Edward tersenyum kepada Kimmy, Edward mengambil bunga mawar dari tangan Kimmy dan menggendong Kimmy, meletakkan Kimmy di atas tempat tidur.
"Sayang kau betul - betul sudah siap untuk memulai kembali? kau siap untuk aku buat lelah dengan segala sesuatu yang sebentar lagi terjadi?"
Kimmy menatap wajah Edward, ada perasaan aneh yang masih Kimmy rasakan hingga saat ini, namun hasrat dan gairah yang mulai menyerang dirinya ketika dia menatap laki-laki yang saat ini berada di depan matanya membuat Kimmy berusaha menyingkirkan perasaan aneh tersebut.
"Lakukanlah"
Perlahan Edward mulai mencium kening Kimmy, ciuman dengan penuh kelembutan dan sebuah rasa kasih sayang yang begitu dalam kepada istri nya.
"Sayang, aku mencintaimu, sekarang pejamkan kembali mata mu dan percayakan segala sesuatunya kepadaku"
Kimmy tersenyum dan menggangu kan kepala nya.
Edward mulai kembali mencium Kimmy, ciuman yang perlahan - lahan berubah dari pelan menjadi semakin membara, Kimmy menutup mata dan membiarkan Edward mengendalikan semua permainan nya hari ini.
Rasa cinta Edward yang begitu dalam kepada Kimmy membuat dia melupakan dendam nya kepada Clarissa, dan hal tersebut yang membuat Edward memperlakukan Kimmy dengan sangat lembut.
Edward terus memberikan sentuhan - sentuhan yang membuat Kimmy tenggelam di dalam awan-awan, perlahan Edward mulai menangggalkan baju Kimmy
Tanpa butuh waktu lama Edward berhasil melepas semua baju yang dikenakan Kimmy.
"Sayang buka mata mu dan lihatlah aku"
"En aku malu, aku betul - betul malu"
"Bukalah, kau tidak perlu malu aku adalah suamimu dan hubungan ini sudah atas persetujuan dan restu dari Tuhan, jadi Bukalah mata dan lihatlah aku
"Baiklah"
Kimmy mulai membuka matanya dan saat ini Betul-betul melihat dengan jelas tubuh suaminya yang juga sudah tanpa pakaian apapun.
Wajah Kimmy merah padam melihat itu semuanya, ingatan nya yang hilang membuat Kimmy merasa bahwa ini kali pertama dia melihat tubuh suaminya sendiri.
"Aaaku malu, aku malu"
Kimmy menutup wajahnya dengan ke dua tangan, rasa malu membuat dia tak berani melihat tubuh suaminya.
Perlahan Edward kembali mendekat ke arah Kimmy, Edward meraih tangan Kimmy dan mengarahkan tangan Kimmy untuk memegang semua titik sensitif milik Edward.
"Sayang karena kita sudah menikah sekarang tubuhku ini adalah milikmu, jangan pernah ragu untuk memberikan sentuhan kepada nya, sama seperti ketika aku tidak pernah ragu memberikan sentuhan kepada dirimu, karena tubuhmu juga milikku "
Perlahan - lahan Kimmy membuka mata nya kembali, hatinya tersentuh oleh setiap perkataan Edward, dia sadar bahwa dirinya sekarang sudah menikah dan sudah menjadi kewajiban nya juga untuk bisa menyenangkan dan melayani Edward dengan baik.
" Baiklah, namun ajari aku untuk bisa melakukannya dengan baik"
Dan tanpa banyak berkata - kata lagi Edward segera melahap dengan lapar semua bagian tubuh Kimmy, Edward banyak mengajari Kimmy untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada suaminya.
Kimmy pun mulai belajar pada hari itu dengan sangat baik, entah kenapa hati nya mengatakan bahwa dia pernah melakukan ini, namun dia mencoba untuk tidak mau mengakui nya.
Edward mulai melakukan penyatuannya dan Hentakan demi Hentakan terjadi diantara mereka, berkali-kali mereka melakukan hal tersebut seperti layaknya sebuah malam pertama yang baru terjadi pada hari ini.
Kimmy pada awalnya bisa mengimbangi permainan Edward, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk pasrah karena pada hari ini Edward betul - betul melahap dengan rakus semua bagian tubuh Kimmy tanpa tersisa.
Kimmy tenggelam dalam kenikmatan yang tiada tara dan dia seperti baru pertama kali merasakan nya.
Dan pada akhirnya mereka mengakhiri semua gairah mereka dengan sebuah kasih sayang dan cinta
Edward mencium dan memeluk Kimmy dengan erat saat ini dia begitu bangga karena berhasil memuaskan istrinya dan dia juga mendapatkan hak nya sebagai suami.
Rasa dendam yang sudah hilang membuat Edward dapat melakukan semua itu dengan penuh perasan tanpa adanya sebuah kekerasan dan Kimmy yang kini berada di dalam pelukan nya begitu bahagia dia bisa merasakan haknya sebagai seorang istri.
Sepanjang hari itu mereka melewatkan hari mereka di dalam kamar, termasuk saat makan malam.
Mereka terus melakukan itu istirahat sebentar dan kembali melakukannya, gairah yang panas sangat terasa di dalam kamar mereka berdua.
"Sayang terimakasih untuk hari ini, panggil suamimu juga dengan sebutan sayang yah"
Edward mulai mencium kening Kimmy dan kembali memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.
"Baiklah suamiku tercinta, berjanjilah sesuatu hal padaku"
"Katakanlah"
"Jika suatu saat ingatan ku kembali, dan apapun yang pernah terjadi pada masa lalu kita masing-masing kita tidak akan pernah menuntut nya,berjanjilah pada ku bahwa kau tidak pernah menutupi segala sesuatu saat ingatan ku belum kembali, dan berjanjilah bahwa apapun masalah yang akan kita hadapi kedepannya tidak pernah ada kata perpisahan dalam pernikahan kita ini"
Hati Edward begitu bergetar ketika Kimmy mengucapkan kata-kata tersebut, hal itu karena dia masih banyak melakukan kebohongan demi keegoisan hatinya, namun rasa cinta nya yang besar membuat Edward terlalu munafik untuk mengakui kesalahan tersebut.
Dengan mencium Kimmy Edward mencoba untuk tidak menjawab setiap perkataan Kimmy, namun hatinya tidak tega ketika Kimmy terus memandang dirinya seakan dia membutuhkan jawaban penegasan dari dirinya bahwa dia mau berjanji untuk melakukannya.
Edward menarik nafasnya dalam - dalam
"Baiklah sayang aku berjanji padamu, bahwa selama kau mengalami hilang ingatan aku tidak akan menutup hal apapun, dan aku berjanji padamu separah apapun masalah kita dalam pernikahan tidak akan ada kata perpisahan"
Kimmy tersenyum penuh dengan kebahagiaan untuk janji yang diberikan Edward kepada dirinya, Kimmy mulai membalas setiap ciuman yang Edward berikan.
Dan pada akhirnya Kimmy mulai terlelap dan tertidur di dalam pelukannya Edward.
Edward memandangi wajah istrinya, Edward memandangi semua lekuk tubuh istrinya,saat ini di dalam hatinya ingin sekali dia mengucapkan maaf karena di dalam pernikahan mereka masih terdapat banyak kebohongan.
Namun Edward hanya jika terdiam dalam setiap keheningan di malam hari itu.
Maafkan aku sayang, maafkan aku, buanglah semua ingatanmu dan jangan pernah mengingat nya lagi, kumohon tetaplah seperti ini sampai masa tua kita nanti.