
Sedangkan nyonya Tiara sibuk dengan para teman sosialitanya di telepon,nyonya Tiara sedang menceritakan tentang kelahiran cucunya tersebut.
"Edward siapa nama anak mu ini?"
Edward langsung terdiam dengan pertanyaan dari tuan Adrian,karena Edward terlalu panik dia sampai lupa akan nama untuk anaknya itu, perlahan Edward mulai berpikir sampai pada akhirnya ada satu nama yang hinggap di pikiran nya
"Alex,yah Alexander Chandradinata"
"Kau sudah berdiskusi akan hal ini dengan Kimmy?"
Nyonya Tiara yang mendengar nama itu disebut segera mengingatkan Edward untuk berdiskusi dengan istrinya
"Kimmy sudah menyerahkan sepenuhnya untuk nama anak kita nanti ini kepadaku Ma"
"Baiklah jika seperti itu,Pa ada baiknya kita langsung urus semua surat -surat atas nama. Alexander Chandradinata"
"Ide bagus Ma,lebih cepat lebih baik"
Semua kembali berdiskusi sampai pada akhirnya terdengar suara ketukan pintu dan ketika pintu di buka ada Dokter Lee masuk ke dalam ruang eksklusif tersebut.
"Maafkan jika aku menganggu,namun tuan Edward ada beberapa berkas yang harus tuan tanda tangani,semua ini tentang transplantasi sel punca milik nona Kim yang akan diberikan kepada nona Michelle"
Semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung terdiam, mereka langsung mengingat tentang sel punca milik Kimmy dan wajah mereka semua kembali berseri-seri ketika sel punca tersebut akan diberikan kepada Michelle.
"Ah cucu Mama Michelle juga akan sembuh,begitu Dokter?"
"Ya nyonya sel punca ini akan diberikan untuk nona Michelle,mari kita berdoa agar transplantasi tersebut berhasil,tuan Edward selaku Ayah kandung dari nona Michelle harus tanda tangan beberapa berkas ini.
"Pasti Dokter,ayo kita turun ke bawah saja, sekaligus aku bertemu dengan Dokter Carla,Dokter yang telah merawat putri kecilku itu"
Dan pada akhirnya Edward dan Dokter Lee keluar dari ruangan menuju ke ruangan Dokter Lee untuk menyelesaikan beberapa berkas proses transplantasi sel punca milik Kimmy untuk Michelle.
"Lucu sekali bayi ini,halo sayang selamat datang ke dalam dunia"
Fanny tersenyum melihat bayi mungil tersebut.
"Kalau kau mau,kita bisa membuat nya sampai dua belas bayi"
Tiba -tiba terdengar suara Jian Lee sudah berada di belakang Fanny,Fanny segera menoleh dan mendapati Jian Lee sudah tersenyum penuh arti kepada dirinya.
"Mau apa lagi kau kesini?"
"Pertanyaan mu sungguh lucu,aku sedang melihat keadaan nona Clarissa bersama dengan Richard, sekarang Ricard sedang bersama calon istrinya,maka aku juga akan bersama dengan calon istri ku ini"
"Issshh,kenapa kau begitu percaya diri sudah menganggap aku sebagai calon istrimu, sejak kapan percaya dirimu itu begitu tinggi ha?"
"Sejak,kau menikmati setiap ciuman ku"
Jian Lee membisikan hal itu ke telinga Fanny dan pada akhirnya wajah Fanny langsung memerah mendengar perkataan Jian Lee tersebut.
"Kau!!!"
"Ssssstttt"
Jian Lee segera menarik Fanny kedalam ruangan kerjanya dan kembali menyudutkan Fanny serta mengunci dengan ke dua tangan nya.
"Tidak baik,jika kau terus berteriak -teriak apa lagi di dekat ruangan bayi"
Jian Lee kembali membisikan kata tersebut kedalam telinga Fanny dan kini wajah Fanny semakin memerah.
"Aku serius,jika kau bersedia kita bisa membuat bayi itu sekarang juga"