
Fanny sedikit menyesal karena sedari mereka berangkat ke Negara H,sampai saat ini Fanny belum kembali menyapa Jian Lee.
"Dokter Fan,ayo turun"
Panggilan dari Dokter Carla membuat semua lamunan Fanny langsung hilang dan sukses kembali kepada kehidupan nyata.
"Ah baiklah Dokter Carla"
Fanny dan Dokter Carla keluar dari dalam mobil dan seperti biasa beberapa pengawal dan para asisten rumah tangga langsung menyambut kedatangan mereka.
"Selamat siang Dokter, perkenalkan nama saya Sen -Sen asisten pribadi tuan muda Jian Lee,para Dokter akan kami antar ke ruang istirahat nya masing-masing"
Fanny dan Dokter Carla di giring oleh para pelayan menuju ke ruang istirahatnya masing -masing , sepanjang jalan Fanny begitu terkagum -kagum dengan interior rumah keluarga Lee dan Fanny bertambah kagum ketika kamar yang dia tempati memiliki balkon dan langsung berhadapan dengan laut.
"Luar biasa,rumah ini memang luar biasa"
Fanny berdiri di tepi balkon dan mencoba untuk merasakan angin laut yang berhembus pelan menyapa dirinya.
"Indah kan sayang"
Tiba -tiba Fanny mendengarkan suara yang tidak asing lagi,dan Fanny melihat ke kanan kamarnya ternyata kamar Fanny bersebelahan dengan kamar dari Jian Lee.
"Jian Lee,kamar kita berdekatan"
"Ya sayang,aku sengaja meminta Sen -Sen untuk mengaturnya seperti itu,agar aku bisa tetap melihat mu dan kau tidak terlepas dari pandangan ku"
Fanny hanya tersenyum mendengarkan semua perkataan dari Jian Lee.
"Jian Lee aku minta maaf untuk peristiwa kemarin,mungkin aku yang terlalu sensitif sehingga aku mengatakan hal itu kepada mu,kini aku sadar mengapa kau menginginkan aku tampil bukan apa adanya,semua pasti demi kebaikan ku kan?"
Jian Lee yang mendengar permintaan maaf Fanny cukup takjub dengan gadis tersebut.
"Jadi sekarang kau sudah memaafkan aku?"
Fanny menangguk pelan.
"Baiklah aku akan ke tempat mu sekarang"
Namun Jian Lee tidak mendengarkan perkataan Fanny,tanpa berpikir panjang Jian Lee langsung lompat ke balkon Fanny.
"Astaga kenapa kau nekat"
"Ya aku nekat melakukan hal itu,karena aku ingin bertemu dengan orang yang aku cintai"
"Lalu bagaimana jika tadi kau celaka,aku akan sedih jika sampai kau terluka"
Fanny mengucapkan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.
"Kau tak perlu malu mengatakan hal itu,karena aku bahagia mendengarkan kau mengkhawatirkan diriku"
Jian Lee mengangkat wajah Fanny dan segera memberikan ciuman singkat nya ke bibir Fanny,hari itu semua rencana berjalan dengan lancar.
Sementara itu hari ini di Negara W,waktunya Kimmy untuk keluar dari Rumah Sakit.
"Nona Kim semuanya sudah siap,ayo nona"
Maya memberitahukan kepada Kimmy jika semua hal yang berhubungan dengan kepulangan Kimmy sudah siap termasuk pengamanan yang berlapis -lapis bentuknya.
"May kau serius memberikan aku pengawal sebanyak ini?"
Kimmy yang keluar dari ruang rawat sambil menggendong Alexander langsung di buat kaget oleh puluhan pengawal yang sudah berdiri rapih untuk mengiring Kimmy dan Maya menuju ke parkiran mobil.
"Nona,tuan Edward yang melakukan semuanya ini untuk anda"
Kimmy menatap semua pengawal tersebut satu per satu dan pada akhirnya Kimmy hanya bisa menarik nafas.
"Baiklah jika tuan Edward sudah berkehendak maka tidak akan ada yang bisa melawannya,ayo jalan"
Dan pada akhirnya Kimmy dan Maya berjalan ke arah parkiran mobil diiringi oleh puluhan pengawal profesional milik Chandradinata.
Sementara itu di sudut lorong Rumah Sakit,nampak satu orang yang sedari tadi memperhatikan Kimmy dan Maya, seseorang pengintai yang mengawasi gerak gerik Kimmy dan melaporkan nya kepada seseorang