I LOVE MY CEO

I LOVE MY CEO
CAMERA PENGENDALI



Tuan Jason mencium kening Kimmy dihadapan semua peserta rapat dan seketika itu juga Edward melempar layar raksasa tersebut dengan kursi hingga pecah berkeping -keping.


"Kurang ajar!!!!!"


Edward mulai kembali memukul -mukul tangannya di atas tembok.


"Edward kendalikan emosimu"


Richard mulai berdiri dan menepuk -nepuk pundak Edward agar Edward bisa lebih tenang.


"Pa, alangkah baiknya untuk menjaga, kita harus menggunakan alat ini di taman labirin"


Richard membagikan kepada mereka satu alat berukuran kecil yang dapat mereka gunakan untuk saling berkomunikasi di dalam taman labirin.


"Baiklah malam nanti kita akan masuk ke dalam labirin tersebut,hal pertama yang harus kita lakukan adalah kita harus lebih pintar daripada tuan Jason,aku yakin tuan Jason adalah orang yang sangat cerdik itu sebabnya dia menempatkan taman labirin di halaman depan rumahnya"


"Lalu apa rencana mu Richard?"


"Karena kita harus segera menyelamatkan nona Kim sebelum tuan Jason bertindak lebih,untuk menghindari luka fisik yang kemungkinan bisa terjadi masing -masing dari kita harus menggunakan rompi anti peluru,kita akan di bagi menjadi dua group,fungsinya jika satu group sudah selesai dengan baik,maka tugas group pertama harus memandu group selanjutnya untuk melewati taman tersebut"


"Tunggu Richard kau harus ingat hal yang perlu kita lakukan sebelum masuk ke taman labirin tersebut"


Kini Jian Lee kembali bersuara dan semua peserta rapat mengalihkan pandangannya kepada Jian Lee.


"Apa yang harus kuingat?katakan hal itu tidak setengah - setengah Jian Lee"


"Hal yang perlu kau ingat kita harus melumpuhkan semua CCTV yang dipasang taman labirin tersebut dan itu akan membuat resiko kecelakaan menjadi lebih kecil"


"Caranya?"


"Peter berikan kami kembali denah markas keluarga tuan Jason"


"Baiklah aku mengerti,kemarikan laptopmu"


Jian Lee meminta Peter untuk menyerahkan laptopnya tersebut.


"Hal yang pertama kita lihat adalah denah dari rumah tuan Jason ini,pintu utama terletak disisi depan dan jika kita perbesar gambar ini,nampak sekali ada satu buah camera pengintai di atasnya"


"Lalu kita masuk ke dalam lebih lagi dan kita melihat pintu taman labirin,coba kalian perhatikan disisi kanan sebelah atas pintu taman labirin tersebut"


Jian Lee mulai memperbesar gambar denah yang berada di dalam laptop Peter.


"Itu pengendali camera taman labirin,betul Jian Lee"


"Tepat sekali Richard,tuan Jason memang cerdik tapi dia tidak cukup pintar,dia menaruh pengendali pusat camera taman labirin di halaman depan,jika mereka berhadapan dengan orang biasa mungkin mereka bisa terkecoh,namun saat ini tuan Jason sedang berhadapan dengan kita dimana setiap sudut ruangan bisa kita teliti dan menjadi analisa dari kita"


"Baik,jika kita sudah menemukan pusat camera pengendali apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Richard kau lihat ini"


Jian Lee mengeluarkan pistol dari dalam saku celananya,ukuran pistol tersebut lebih kecil daripada pistol pada umumnya.


"Pistol penembak alat pelacak"


"Tepat sekali,dengan pistol ini kita akan menembak alat pengendali camera tersebut,tanpa meninggalkan jejak,jika alat itu sudah tidak berfungsi,maka akan cukup sulit untuk jebakan -jebakan ekstra keluar dari taman labirin raksasa tersebut,ini semua untuk menghemat waktu kita"


"Baiklah,ayo sekarang kita berangkat"


Edward yang sudah mendengarkan semua penjelasan dari Jian Lee langsung berdiri dari tempat duduknya.